Harianjogja.com, JAKARTA—Anak usaha PT Hutama Karya (Persero), PT Hakaaston (HKA), memastikan seluruh lini layanan operasional di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) berada dalam kondisi prima untuk menyambut Idulfitri 1447 Hijriah. Persiapan matang ini dilakukan guna menjamin keamanan dan kenyamanan jutaan pemudik yang diprediksi akan memadati koridor utama Pulau Sumatera sepanjang periode arus mudik dan balik.
Direktur Operasi HKA, Martin Nababan, menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah penguatan layanan di titik-titik strategis yang diproyeksikan mengalami lonjakan volume kendaraan. Beberapa ruas kunci yang berada di bawah pengelolaan HKA meliputi Bakauheni–Terbanggi Besar, Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung, Palembang–Indralaya, Pekanbaru–Dumai, hingga Medan–Binjai.
"Persiapan kami mencakup pemeliharaan infrastruktur jalan, penyiagaan personel operasional, serta penguatan koordinasi dengan berbagai pihak terkait. Seluruh layanan di ruas yang kami kelola disiagakan selama 24 jam untuk memastikan pengguna jalan memperoleh perjalanan yang aman, nyaman, dan lancar," ujar Martin saat memberikan keterangan di Bandarlampung, Minggu (15/3/2026).
Berdasarkan data proyeksi dari PT Hutama Karya (Persero), volume lalu lintas di jaringan tol Trans Sumatera pada musim mudik Lebaran 2026 diperkirakan melonjak drastis hingga 47,67 persen dari kondisi normal. Secara akumulatif, total kendaraan yang melintas di sepanjang jalur bebas hambatan ini diprediksi menembus angka 7,85 juta unit.
Di wilayah Sumatera Bagian Utara, ruas Medan–Binjai dilaporkan telah siap operasi penuh dengan dukungan 102 personel yang siaga melakukan pemantauan aspek keselamatan. Petugas gabungan yang terdiri dari tim patroli, armada derek, hingga unit reaksi cepat diposisikan dalam status siaga tinggi guna memberikan respons instan terhadap kendala yang dialami pengguna jalan di lapangan.
Sementara itu, konektivitas Riau menuju Sumatera Barat melalui jalur Pekanbaru–XIII Koto Kampar juga telah rampung 100 persen dalam tahap perbaikan fisik infrastruktur. Sebanyak 233 personel dikerahkan secara khusus untuk mengawal kelancaran arus lalu lintas di koridor strategis ini, didukung oleh kesiapan armada patroli dan tim tanggap darurat yang tersebar di titik-titik krusial.
Sebagai pintu masuk utama Pulau Sumatera dari arah Jawa, ruas Bakauheni–Terbanggi Besar (Bakter) menjadi perhatian khusus mengingat fungsinya sebagai penyaring arus dari Pelabuhan Bakauheni. Manajemen HKA telah menyiapkan skema manajemen trafik ekstra untuk mencegah terjadinya penumpukan kendaraan di pintu keluar tol maupun jalur utama menuju wilayah utara.
Guna menjaga ritme lalu lintas tetap stabil, pengelola memaksimalkan fungsi lima titik Rest Area di KM 20B, 33B, 49B, 67B, dan 87B sebagai kawasan penyangga (buffer zone). Fasilitas ini disediakan agar para pemudik dapat beristirahat sejenak sekaligus mencegah kelelahan fisik yang berisiko memicu kecelakaan, sehingga perjalanan menuju kampung halaman dapat berakhir dengan selamat dan penuh kebahagiaan bersama keluarga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara


















































