Kinerja Moncer, BSI Tebar Dividen Jumbo ke Investor

3 hours ago 1

Kinerja Moncer, BSI Tebar Dividen Jumbo ke Investor Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo (tengah)bersama Ketua Dewan Pengawas Syariah BSI KH Hasanudin (kiri) dan Komisaris Utama BSI Muhadjir Effendy (kanan) berbincang bersama sesaat sebelum RUPST Tahun Buku 2025 di Kantor BSI Tower, Jakarta (5/5 - 2026). Ist

Harianjogja.com, JAKARTA—PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) resmi menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp1,51 triliun dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025. Keputusan ini mencerminkan peningkatan kinerja perusahaan sekaligus komitmen memberikan nilai tambah kepada pemegang saham.

Total dividen tersebut setara dengan 20% dari laba bersih perseroan. Dengan demikian, pemegang saham berkode BRIS akan menerima Rp32,81 per lembar saham—melonjak 44% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp22,78 per saham. Pada 2024, rasio pembagian dividen BSI masih berada di level 15% atau sekitar Rp1,05 triliun.

Manajemen menyampaikan bahwa pembagian dividen akan diberikan kepada investor yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS), sementara jadwal pembayarannya akan diumumkan dalam waktu dekat.

Laba Tumbuh, Fundamental Kian Kuat

Kinerja BSI sepanjang 2025 menunjukkan tren positif. Perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp7,57 triliun. Dari total tersebut, sekitar 80% atau Rp6,05 triliun dialokasikan sebagai laba ditahan guna memperkuat struktur permodalan dan mendukung ekspansi bisnis.

Pertumbuhan ini ditopang oleh peningkatan pembiayaan yang berkualitas, optimalisasi dana murah (CASA), serta percepatan transformasi digital yang mendorong efisiensi operasional dan memperluas akses layanan ke nasabah.

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menegaskan bahwa kinerja solid ini turut meningkatkan kepercayaan publik terhadap industri perbankan syariah.

“Kami adalah bank syariah yang terus tumbuh terlebih setelah memiliki dual licence sebagai bank syariah dan juga bullion bank,” ujar Anggoro.

Ia juga mengungkapkan bahwa jumlah nasabah terus mengalami peningkatan signifikan. Sepanjang 2025, BSI mencatat penambahan lebih dari 2 juta nasabah baru, sehingga totalnya kini mencapai sekitar 23 juta orang.

Strategi Seimbang untuk Pertumbuhan

BSI menerapkan kebijakan yang menyeimbangkan antara pembagian dividen dan penguatan modal. Strategi ini dinilai penting agar perusahaan tetap mampu memberikan imbal hasil optimal bagi investor sekaligus menjaga ruang ekspansi di masa depan.

Dengan pendekatan tersebut, BSI optimistis dapat terus memperkuat posisinya sebagai bank syariah terbesar di Indonesia dan menjadi penggerak utama ekosistem ekonomi syariah nasional.

RUPST Tetapkan Sejumlah Agenda Strategis

Selain pembagian dividen, RUPST BSI juga menyepakati berbagai agenda penting untuk mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan, di antaranya Penetapan penggunaan laba bersih perseroan, Penentuan remunerasi Direksi, Komisaris, dan Dewan Pengawas Syariah serta Penunjukan akuntan publik untuk audit tahun buku 2026.

Langkah-langkah strategis ini mempertegas arah BSI dalam menjaga pertumbuhan berkelanjutan di tengah dinamika industri keuangan nasional yang semakin kompetitif.

Dengan kinerja yang terus meningkat dan strategi bisnis yang adaptif, BSI diyakini akan tetap menjadi pemain utama dalam pengembangan industri keuangan syariah di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |