Capaian Fisik Awal 2026 di Kulonprogo Lampaui Target

2 hours ago 2

Capaian Fisik Awal 2026 di Kulonprogo Lampaui Target Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan (dua dari kiri) bersama jajaran Forkopimda Kulonprogo, menuangkan beton cair menandai dimulainya Program TMMD Reguler ke-128 di Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah, Rabu (22/4). - ist

KULONPROGO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo menunjukkan performa positif dalam mengawali tahun anggaran 2026. Dengan mengusung tema pembangunan Penguatan Fondasi Pembangunan dengan Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif menuju Kulonprogo Makmur dan Berkelanjutan, Bumi Binangun berhasil mencatatkan sejumlah capaian signifikan mulai indikator makro, realisasi fisik hingga pendapatan daerah.

Berdasarkan data terbaru dari Rapat Koordinasi Pengendalian Pembangunan (Rakordalbang) Triwulan I, Kulonprogo berhasil membuktikan komitmennya dalam memperkuat fondasi ekonomi sesuai visi besar tahun ini. Keberhasilan tersebut tercermin dari stabilnya berbagai indikator makro dan progres pembangunan fisik yang melampaui ekspektasi awal.

"Apa yang kami rencanakan dan kerjakan pelan tapi pasti mendekati target. Dengan penuh perjuangan ihlas kami tetap memberikan yang terbaik untuk Kulonprogo. Kalau bukan karena dedikasi, ini sesuatu yang tidak mungkin terjadi," kata Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan, saat menghadiri Rakordalbang Triwulan 1 Tahun 2026 di Aula Adikarta, kompleks Kantor Bupati Kulonprogo, Senin (4/5).

Pencapaian fisik sejalan dengan komitmen Bupati yang memberikan perhatian khusus pada sektor infrastruktur. Agung menekankan infrastruktur jalan merupakan urat nadi perekonomian sehingga Pemkab Kulonprogo memutuskan menaikkan anggaran perbaikan jalan kabupaten secara signifikan, dari Rp 20,7 miliar menjadi Rp 39 miliar.

Langkah ini dinilai vital untuk mendukung aksesibilitas menuju destinasi wisata serta memperlancar jalur distribusi logistik, terutama di kawasan pertumbuhan industri Sentolo dan Wates.

Dari sisi pendapatan daerah, kinerja keuangan Pemkab Kulonprogo juga menunjukkan angka menggembirakan dengan total realisasi mencapai Rp 396,39 miliar. Pencapaian ini melampaui target triwulanan sebesar 104,80%, yang didorong efektivitas penyerapan Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai 117,63%.

Keberhasilan itu memberikan ruang fiskal yang lebih luas bagi pemerintah untuk membiayai berbagai proyek strategis, termasuk perbaikan 54 ruas jalan kabupaten, rehabilitasi pasar rakyat seperti Pasar Glaeng dan Pasar Wates hingga pengembangan fasilitas olahraga di Stadion Cangkring.

Keberhasilan kinerja pemerintah tersebut kian diperkuat dengan tingginya partisipasi masyarakat di lapangan. Hal ini terlihat nyata dalam pembukaan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Tahun 2026 yang digelar di Kapanewon Galur dan Panjatan Selasa (5/5).

Bupati Agung Setyawan mengapresiasi keterlibatan warga dalam pembangunan talut, penataan lingkungan, hingga pengelolaan kandang komunal sapi yang dinilai memperkuat ketahanan pangan dan sosial.

Senada, Wakil Bupati Ambar Purwoko saat mengunjungi Kapanewon Panjatan menegaskan, gotong royong adalah kekuatan sosial untuk menghadapi tantangan kemiskinan.

Dalam momentum BBGRM, berbagai bantuan diserahkan mulai alat pertanian, sarana budidaya ikan hingga bantuan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebagai upaya nyata pemerataan pembangunan.

Di sisi lain, pemerintah daerah tetap memberikan catatan evaluasi terkait serapan anggaran keuangan yang baru mencapai 15,05 persen dari target 32,27%. Deviasi ini terjadi akibat beberapa kendala teknis seperti proses verifikasi hibah dan administrasi pengadaan barang di awal tahun. (ADV)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |