Malaysia Geser Thailand dari Puncak Pariwisata ASEAN Johor Jadi Magnet

2 hours ago 1

Harianjogja.com, JOGJA— Peta persaingan pariwisata di Asia Tenggara mengalami pergeseran signifikan pada awal tahun ini. Malaysia resmi mengukuhkan posisinya sebagai negara yang paling banyak dikunjungi di kawasan ASEAN pada kuartal pertama tahun 2026, mengungguli rival terberatnya, Thailand.

Berdasarkan data yang dihimpun, Malaysia sukses menjaring 10,6 juta kunjungan wisatawan mancanegara. Angka ini mencatatkan kenaikan sebesar 5 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.

Dilansir dari Vn Ekspress, Menteri Pariwisata, Seni, dan Budaya Malaysia, Tiong King Sing, mengungkapkan bahwa tren positif ini terus berlanjut di tengah situasi geopolitik global yang belum stabil. Meski terjadi penurunan jumlah turis dari kawasan Timur Tengah akibat konflik yang belum mereda, Malaysia berhasil menutup celah tersebut melalui peningkatan kunjungan dari pasar Asia dan Eropa.

Di sisi lain, Thailand yang sebelumnya menduduki peringkat pertama kini harus puas berada di posisi kedua. Negeri Gajah Putih tersebut mencatatkan sekitar 9,3 juta kedatangan wisatawan antara Januari hingga Maret 2026, atau mengalami penurunan sebesar 2,3 persen.

Sementara itu, Vietnam mengamankan posisi ketiga dengan performa yang cukup impresif. Negara ini menyambut 6,76 juta wisatawan asing, melonjak 12 persen dibandingkan capaian sebelumnya.

Johor Sebagai Lokomotif Baru

Melejitnya angka kunjungan ke Malaysia tidak lepas dari moncernya performa negara bagian Johor. Kawasan ini berhasil menyedot sekitar 12 juta wisatawan dengan total penerimaan pariwisata mencapai RM42,48 miliar.

Ketua Komite Persatuan Negara Bagian, Budaya, dan Warisan Johor, K. Raven Kumar, menyebut peningkatan ini didorong oleh kampanye masif Visit Johor 2026. Pemerintah setempat telah menyiapkan setidaknya 100 hingga 170 acara internasional sepanjang tahun untuk menarik minat pengunjung dunia.

"Singapura tetap menjadi sumber wisatawan terbesar bagi Johor, disusul oleh Indonesia, China, dan India yang semuanya mencatatkan peningkatan jumlah pengunjung," ujar Raven Kumar sebagaimana dilansir dari The Star, Rabu (6/5/2026).

Kesuksesan Malaysia ini juga didukung oleh kebijakan visa yang lebih fleksibel serta penguatan infrastruktur transportasi. Di Johor sendiri, pemerintah telah mengoptimalkan 16 titik masuk utama melalui jalur darat, udara, dan laut untuk memudahkan akses wisatawan.

Ke depan, Johor akan memperluas diversifikasi sektor wisata, mulai dari pembenahan kebun binatang, wisata warisan, hingga pengembangan ekowisata. Destinasi hijau seperti Kampung Sungai Melayu, Taman Negara Tanjung Piai, hingga Taman Negara Gunung Ledang diproyeksikan menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang mencari pengalaman wisata alam yang autentik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |