Tabrakan Maut ALS vs Truk Tangki, 16 Orang Tewas

2 hours ago 1

Harianjogja.com, SUMSEL— Kecelakaan maut antara bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki di Jalan Lintas Sumatera, tepatnya di Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, Rabu siang, menewaskan sedikitnya 16 orang di lokasi kejadian. Proses evakuasi masih berlangsung hingga siang hari dengan fokus utama menyelamatkan korban yang terjepit dan menangani penumpang yang mengalami luka-luka.

Data terbaru di lapangan menyebutkan mayoritas korban adalah penumpang bus ALS, dengan rincian 14 orang penumpang meninggal dunia serta dua korban lainnya merupakan sopir dan kenek truk tangki. Selain korban jiwa, empat orang dilaporkan selamat, dengan tiga di antaranya mengalami luka bakar serius dan satu orang luka ringan.

Kepala Bidang Kesiapsiagaan BPBD Muratara, Mugono, mengatakan tim gabungan langsung bergerak cepat ke lokasi begitu menerima laporan kejadian. Ia menegaskan proses evakuasi dilakukan bersama Satlantas untuk mempercepat penanganan korban serta pengamanan lokasi kecelakaan.

“Tim kami masih di lapangan bersama Satlantas. Laporan sementara ada 16 korban jiwa yang sudah teridentifikasi meninggal dunia,” ujarnya.

Berdasarkan kronologi awal, kecelakaan terjadi sekitar pukul 12.39 WIB saat bus ALS melaju dari arah Lubuklinggau menuju Medan atau Pekanbaru. Ketika melintas di wilayah Karang Jaya, muncul percikan api dari bagian bus yang diduga memicu kepanikan.

Sopir bus kemudian berupaya mengendalikan situasi dengan mengarahkan kendaraan ke sisi kanan jalan guna menghindari risiko yang lebih besar. Namun, dari arah berlawanan, truk tangki melaju dengan kecepatan tinggi sehingga tabrakan frontal tidak dapat dihindari.

Benturan keras membuat kedua kendaraan mengalami kerusakan parah, terutama pada bagian depan. Sejumlah korban dilaporkan terjepit di dalam kabin sehingga membutuhkan proses evakuasi menggunakan peralatan khusus.

BPBD menegaskan bahwa prioritas saat ini adalah memastikan seluruh korban berhasil dievakuasi serta mendapatkan penanganan medis secepat mungkin. Petugas juga melakukan sterilisasi area untuk mencegah risiko lanjutan, termasuk potensi kebakaran akibat sisa bahan bakar kendaraan.

Hingga kini, identitas para korban masih dalam proses pendataan lebih lanjut oleh petugas di lapangan. Pihak berwenang juga terus mengumpulkan keterangan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk dugaan faktor teknis dari kendaraan dan kondisi jalan saat kejadian.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya keselamatan berkendara di jalur lintas Sumatera yang dikenal padat dan rawan kecelakaan. Evaluasi menyeluruh terhadap kondisi kendaraan dan kepatuhan terhadap batas kecepatan diharapkan dapat menekan risiko kejadian serupa di masa mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |