76 Titik Irigasi Diperbaiki, Sleman Antisipasi Kemarau Panjang

3 hours ago 1

76 Titik Irigasi Diperbaiki, Sleman Antisipasi Kemarau Panjang Foto ilustrasi irigasi pertanian - foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence ChatGPT

Harianjogja.com, SLEMAN— Pemerintah Kabupaten Sleman meningkatkan penanganan irigasi dengan total anggaran mencapai Rp12,75 miliar pada 2026. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi dampak musim kemarau yang berpotensi lebih kering dan panjang.

Melalui Bidang Sumber Daya Air DPUPKP Sleman, dana tersebut dialokasikan untuk 76 paket kegiatan yang tersebar di berbagai wilayah. Penentuan lokasi didasarkan pada tingkat kebutuhan serta prioritas di lapangan, terutama bagi lahan pertanian yang bergantung pada pasokan air.

Kepala Bidang SDA DPUPKP Sleman, Muhamad Nurrochmawardi, menjelaskan bahwa sebelumnya telah dirancang anggaran Rp10,75 miliar untuk 58 lokasi.

“Sebelum ada penambahan 18 paket, kami sudah merancang anggaran Rp10,75 miliar untuk 58 lokasi,” ujar Nurrochmawardi saat dihubungi, Rabu (6/5/2026).

Penambahan paket tersebut dilakukan untuk merespons dampak bencana hidrometeorologi yang membutuhkan penanganan cepat di sejumlah titik.

Dari total kegiatan, sebanyak 19 titik difokuskan pada peningkatan jaringan irigasi, sementara 29 titik lainnya masuk dalam program rehabilitasi.

Sementara itu, 18 paket tambahan secara khusus dialokasikan untuk memperbaiki kerusakan akibat bencana yang memengaruhi sistem irigasi.

Nurrochmawardi menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan tetap disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.

“Benar, ada pengurangan kegiatan di awal karena menyesuaikan kondisi anggaran, namun kemudian ada penambahan paket akibat kebutuhan penanganan pascabencana,” katanya.

Meski terjadi penyesuaian, seluruh program tetap mengacu pada kebutuhan prioritas masyarakat, terutama petani yang bergantung pada air irigasi untuk menjaga produktivitas lahan.

“Kami berharap kegiatan berjalan lancar, karena seluruhnya disusun berdasarkan prioritas kebutuhan di lapangan yang dinantikan masyarakat pengguna air,” pungkasnya.

Langkah ini dinilai penting karena musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih lama. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu pasokan air jika jaringan irigasi tidak dalam kondisi optimal.

Selain perbaikan infrastruktur, pemerintah juga menyoroti pentingnya pengelolaan air secara efisien.

Plt. Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman, Rofiq Andriyanto, mengatakan pengaturan distribusi air akan dilakukan agar kebutuhan pertanian tetap terpenuhi.

Upaya ini menjadi kunci bagi petani untuk tetap bisa berproduksi meski menghadapi keterbatasan air selama kemarau.

Di sektor budi daya, petani didorong mempercepat masa tanam di wilayah yang masih memiliki ketersediaan air.

Penggunaan varietas unggul yang cepat panen dan tahan kekeringan juga dianjurkan, seperti Inpago 4–13, Inpari 38–46, Situbagendit, Situpatenggang, Pajajaran, dan Cakrabuana.

Dengan kombinasi perbaikan irigasi dan strategi pengelolaan air, Pemkab Sleman berharap dampak kemarau panjang dapat ditekan sehingga produksi pertanian tetap terjaga di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |