Foto ilustrasi sepak bola, dibuat menggunakan Artificial Intelligence. / StockCake
Harianjogja.com, JOGJA— Kehadiran turnamen anyar bertajuk FIFA ASEAN Cup menjadi sorotan setelah FIFA menyiapkan total hadiah fantastis yang diperkirakan menembus hampir Rp70 miliar. Kompetisi ini dijadwalkan berlangsung pada 21 September hingga 6 Oktober 2026, bertepatan dengan kalender FIFA Matchday.
Dilansir dari The Straits Times, Rabu (6/5/2026), Indonesia mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah untuk Divisi Satu, sementara pertandingan Divisi Dua akan digelar di Hong Kong. Penunjukan ini menjadi sinyal meningkatnya kepercayaan dunia terhadap kapasitas penyelenggaraan sepak bola di Tanah Air.
Turnamen ini menghadirkan sistem dua divisi dengan total 14 tim peserta. Skema tersebut membuka peluang lebih luas bagi negara dengan level berbeda untuk tetap bersaing dalam satu kompetisi.
Dari sisi hadiah, ajang ini langsung mencuri perhatian. Juara Divisi Satu akan mengantongi 1 juta dolar AS atau sekitar Rp17,3 miliar, jumlah yang tiga kali lebih besar dibanding hadiah juara Piala AFF 2024.
Sementara itu, juara Divisi Dua juga mendapatkan hadiah signifikan sebesar 300.000 dolar AS atau sekitar Rp5,2 miliar.
Tak hanya itu, setiap tim peserta tetap memperoleh dana partisipasi sebesar 125.000 dolar AS atau sekitar Rp2,1 miliar, ditambah bonus untuk setiap kemenangan maupun hasil imbang.
Secara keseluruhan, total hadiah yang diperebutkan diperkirakan melebihi 4 juta dolar AS atau sekitar Rp69 miliar. Nilai ini menjadikan FIFA ASEAN Cup sebagai salah satu turnamen dengan hadiah terbesar di kawasan Asia Tenggara.
Turnamen ini pertama kali diperkenalkan oleh Presiden FIFA, Gianni Infantino, dalam forum KTT ASEAN ke-47 di Kuala Lumpur pada Oktober 2025.
Peluncuran ini menjadi bagian dari upaya FIFA untuk meningkatkan kualitas dan daya saing sepak bola di Asia Tenggara melalui kompetisi yang lebih kompetitif dan terstruktur.
Format dan Peserta Turnamen
Kompetisi akan dibagi menjadi dua divisi dengan format grup. Divisi Satu diikuti delapan tim yang terbagi ke dalam dua grup, sementara Divisi Dua diikuti enam tim dengan format serupa.
Berdasarkan bocoran yang beredar, pembagian tim ditentukan dari peringkat dunia FIFA saat ini tanpa sistem promosi dan degradasi untuk edisi perdana.
Divisi Satu diperkirakan dihuni negara-negara kuat seperti Indonesia, Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura, Filipina, serta kemungkinan tambahan dari China dan India.
Sementara itu, Divisi Dua akan diisi oleh Hong Kong, Myanmar, Kamboja, Laos, Brunei, dan Timor-Leste.
Format ini dirancang agar setiap pertandingan memiliki tensi tinggi sejak fase grup karena hanya juara grup yang langsung melaju ke final.
Sistem Pertandingan Lebih Kompetitif
Berbeda dari turnamen pada umumnya, FIFA ASEAN Cup tidak menggunakan semifinal tradisional.
Setelah fase round robin, juara grup di masing-masing divisi langsung bertanding di final untuk menentukan juara. Sementara runner-up grup akan memperebutkan posisi ketiga.
Sistem ini membuat setiap laga menjadi krusial dan tidak memberi ruang bagi kesalahan.
Dampak bagi Indonesia dan Penggemar
Bagi Indonesia, status tuan rumah Divisi Satu menjadi momentum penting untuk menunjukkan kualitas penyelenggaraan sekaligus mendongkrak performa tim nasional di hadapan publik sendiri.
Selain itu, kehadiran turnamen ini juga membuka peluang ekonomi, mulai dari sektor pariwisata hingga industri olahraga.
Bagi penggemar sepak bola, ajang ini menghadirkan pengalaman baru dengan pertandingan berkelas internasional yang bisa disaksikan langsung di dalam negeri.
Dengan hadiah besar, format kompetitif, dan partisipasi tim lintas negara, FIFA ASEAN Cup diprediksi menjadi panggung baru yang akan meningkatkan level persaingan sepak bola di Asia Tenggara sekaligus menghadirkan tontonan penuh gengsi bagi publik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.


















































