Aturan Baru, TikTok Shop Ongkir Dibebankan ke Penjual

7 hours ago 3

Aturan Baru, TikTok Shop Ongkir Dibebankan ke Penjual Foto ilustrasi paket logistik. / Freepik

Harianjogja.com, JOGJA— Perubahan besar terjadi di TikTok Shop mulai 1 Mei 2026 pukul 10.00 WIB. Seluruh biaya layanan logistik untuk pesanan baru kini dibebankan kepada penjual, bukan lagi pembeli.

Kebijakan ini mencakup berbagai komponen, mulai dari pemrosesan pesanan, koordinasi pengiriman, hingga penanganan kendala logistik. Langkah ini diyakini akan mengubah strategi bisnis para pelaku usaha online.

Dalam pengumuman resminya, TikTok Shop menegaskan bahwa perubahan ini tidak berdampak pada pembeli.

"Biaya ini ditangani di sisi penjual dan tidak akan ditampilkan kepada pembeli saat checkout."

Artinya, konsumen tetap menikmati pengalaman belanja seperti biasa tanpa adanya kenaikan biaya di keranjang.

Rincian Biaya yang Ditanggung Penjual

Besaran biaya logistik yang ditanggung penjual bervariasi tergantung wilayah dan jenis pengiriman.

Sebagai gambaran, untuk pengiriman standar di wilayah Jakarta, biaya berkisar mulai Rp690 per kilogram hingga Rp4.350 untuk 5 kilogram.

Sementara itu, untuk layanan instan dan sameday, biaya ditetapkan sekitar Rp2.020 untuk semua jarak.

Perbedaan tarif ini membuat penjual harus lebih cermat dalam menghitung harga jual agar tetap kompetitif.

Platform Lain Ikut Menyesuaikan

Tidak hanya TikTok Shop, Shopee juga melakukan penyesuaian biaya layanan mulai 2 Mei 2026.

Perubahan ini berlaku pada program Gratis Ongkir XTRA dengan dua kategori produk, yaitu ukuran biasa dan ukuran khusus.

Untuk produk ukuran biasa (berat di bawah 5 kg dan dimensi kecil), biaya layanan berkisar antara 1 persen hingga 8 persen, ditambah Rp40.000 per produk.

Sementara produk ukuran khusus dikenakan biaya lebih tinggi, yakni 2,5 persen hingga 9,5 persen serta tambahan Rp60.000 per produk.

Shopee juga merilis formula perhitungan biaya agar penjual dapat menyesuaikan strategi harga secara tepat.

Dampak bagi Penjual dan Pembeli

Bagi penjual, kebijakan ini berarti adanya tambahan komponen biaya yang harus diperhitungkan dalam menentukan harga jual.

Strategi seperti menaikkan harga produk, mengatur diskon, atau memilih metode pengiriman akan menjadi penentu margin keuntungan.

Di sisi lain, pembeli justru diuntungkan karena tetap bisa menikmati promo gratis ongkir tanpa biaya tersembunyi.

Kondisi ini berpotensi meningkatkan minat belanja, terutama pada produk-produk yang sensitif terhadap ongkos kirim.

Perubahan Pola Persaingan E-commerce

Dengan aturan baru ini, persaingan antar penjual diprediksi semakin ketat. Penjual yang mampu mengelola biaya logistik dengan efisien akan lebih unggul di pasar.

Selain itu, kebijakan ini juga mendorong transparansi harga bagi konsumen.

Ke depan, model bisnis e-commerce diperkirakan akan semakin berfokus pada efisiensi operasional dan strategi harga yang adaptif terhadap perubahan biaya layanan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |