Saham Meta Turun 23 Persen, Isu PHK 20 Persen Karyawan Mencuat

16 hours ago 5

Saham Meta Turun 23 Persen, Isu PHK 20 Persen Karyawan Mencuat Logo Meta. Ist

Harianjogja.com, JOGJA—Kinerja saham Meta Platforms tengah berada di bawah tekanan setelah nilainya merosot hingga 23 persen dari puncak tertinggi pada Agustus tahun lalu. Penurunan tersebut dipicu kekhawatiran investor terhadap perkembangan teknologi kecerdasan buatan perusahaan serta munculnya kabar rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran.

Perusahaan induk dari Facebook, Instagram, dan WhatsApp itu kini menghadapi sorotan tajam dari pasar setelah sejumlah proyek AI mereka dilaporkan mengalami penundaan dan tantangan teknis.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah penundaan peluncuran model AI terbaru bernama Avocado yang sebelumnya dijadwalkan meluncur bulan ini. Performa model tersebut dilaporkan masih tertinggal dibandingkan teknologi dari OpenAI, Anthropic, maupun Google.

Sejumlah laporan media Amerika Serikat dan Forbes bahkan menyebutkan bahwa Meta sedang mempertimbangkan langkah darurat dengan melisensikan teknologi Gemini AI milik Google untuk mempercepat pengembangan sistem kecerdasan buatan mereka.

Masalah riset AI sebenarnya telah muncul sejak sebelumnya. Pada Mei 2025, perusahaan juga menunda peluncuran Behemoth, model terbesar dari generasi keempat Llama, setelah hasil pengujian awal dinilai belum memenuhi ekspektasi performa.

Tantangan tersebut semakin kompleks setelah ilmuwan AI terkemuka, Yann LeCun, dikabarkan meninggalkan perusahaan. Kepergian tokoh penting dalam pengembangan AI ini menambah kekhawatiran mengenai arah strategi teknologi Meta ke depan.

Meski menghadapi berbagai hambatan produk, Meta tetap menggelontorkan investasi besar untuk pengembangan infrastruktur AI. Berdasarkan laporan Forbes, perusahaan berencana mengalokasikan sekitar US$600 miliar untuk pembangunan pusat data AI.

Belanja modal perusahaan pada tahun ini bahkan diperkirakan melonjak hingga 88 persen atau sekitar US$135 miliar. Namun besarnya investasi tersebut mulai dipertanyakan investor karena belum menunjukkan dampak signifikan terhadap peningkatan pendapatan perusahaan.

Di tengah tekanan tersebut, muncul pula laporan mengenai rencana pemangkasan tenaga kerja. Mengutip laporan Reuters, Meta disebut mempertimbangkan PHK hingga 20 persen dari total sekitar 79.000 karyawan.

Jika rencana tersebut terealisasi, sekitar 15.800 pekerja berpotensi terdampak kebijakan efisiensi tersebut. Namun juru bicara Meta, Andy Stone, menyatakan bahwa laporan tersebut masih bersifat spekulatif dan belum ada keputusan resmi dari perusahaan.

Meski demikian, Meta masih memiliki sejumlah faktor penopang bisnis. Perusahaan saat ini memiliki sekitar 3,35 miliar pengguna aktif harian di seluruh platformnya yang menjadi sumber data penting untuk pengembangan teknologi AI.

Selain itu, bisnis periklanan digital Meta juga masih menunjukkan kinerja kuat dengan pertumbuhan pendapatan mencapai 24 persen pada kuartal IV 2025. Dengan posisi kas sekitar US$81,6 miliar, perusahaan dinilai masih memiliki fondasi finansial yang cukup kuat untuk menghadapi persaingan di era kecerdasan buatan.

Ke depan, keberhasilan Meta mempertahankan posisinya di industri teknologi akan sangat bergantung pada kemampuan perusahaan mempercepat inovasi AI sekaligus menjaga kepercayaan investor di tengah ketatnya persaingan global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |