Komisi A DPRD DIY Dorong Solidaritas dan Ekonomi Jelang Lebaran

5 hours ago 7

Komisi A DPRD DIY Dorong Solidaritas dan Ekonomi Jelang Lebaran Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, menyampaikan koordinasi lintas sektor telah dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan aktivitas masyarakat saat Idul Fitri 1447 H. Dalam jumpa pers bersama pimpinan Komisi A DPRD DIY yakni Hifni Muhammad Nasikh, Syarief Guska, dan Akhid Nuryati, disampaikan lima poin penting yang menjadi perhatian pemerintah daerah, Senin (16/3 - 2026). / ist

JOGJA—Komisi A DPRD DIY menilai kekuatan solidaritas sosial masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas daerah menjelang Lebaran 2026, terutama di tengah lonjakan mobilitas dan tekanan ekonomi yang masih dirasakan sebagian warga.

Penilaian ini muncul seiring kesiapan pengamanan arus mudik yang mulai difokuskan di titik strategis, termasuk di perbatasan di Prambanan yang menjadi pintu masuk utama dari Jawa Tengah ke DIY. Monitoring dilakukan bersama Satpol PP DIY dan Dinas Perhubungan DIY guna memastikan pergerakan pemudik tetap aman dan terkendali.

Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, menyampaikan koordinasi lintas sektor telah dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan aktivitas masyarakat saat Idul Fitri 1447 H.

"Mari wujudkan rasa aman dan selamat liburan Idul Fitri 1447 H. Komisi A DPRD DIY telah jalankan rapat koordinasi dengan stakeholder guna berikan pelayanan jelang lebaran, harapan kita semua bisa koordinasi baik," kata Eko Suwanto, Senin (16/3/2026).

Dalam jumpa pers bersama pimpinan Komisi A DPRD DIY yakni Hifni Muhammad Nasikh, Syarief Guska, dan Akhid Nuryati, disampaikan lima poin penting yang menjadi perhatian pemerintah daerah.

Poin pertama menekankan pentingnya sinergi antara Pemda DIY, TNI, Polri, dan instansi terkait untuk menjaga keamanan publik. Koordinasi ini dinilai menjadi kunci agar wilayah tetap tertib dan kondusif di tengah arus masuk jutaan pemudik.

Selain itu, masyarakat juga diajak menjaga toleransi dan tenggang rasa, khususnya dalam menyikapi potensi perbedaan awal Ramadan maupun Syawal.

"Pemda DIY perlu memberikan kepastian hukum agar tidak ada aksi sweeping sepihak, sehingga hadir harmoni. Terima kasih masyarakat wujudkan toleransi dan tenggang rasa sehingga dapat jalankan berpuasa dengan penuh bahagia," kata Eko Suwanto.

Langkah berikutnya, pengawasan wilayah diminta diperkuat hingga tingkat desa dan kelurahan di seluruh wilayah DIY, mulai dari Kulonprogo, Bantul, Gunungkidul, Sleman hingga Kota Yogyakarta. Monitoring intensif dinilai penting untuk menjaga stabilitas sosial di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

"Pemda DIY agar sinergi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota diharapkan mampu menggerakkan para lurah untuk membangun solidaritas sosial di tengah kondisi ekonomi yang menantang. Hal ini penting agar masyarakat tingkat bawah merasa terayomi oleh kehadiran pemerintah daerah sebagai penopang utama," kata Eko Suwanto.

Komisi A DPRD DIY juga menekankan agar momentum Lebaran dimanfaatkan untuk memperkuat ekonomi rakyat. Pemerintah diingatkan tidak membebani masyarakat dengan kebijakan yang berpotensi menekan daya beli, termasuk menghindari kenaikan pajak.

"Semangat gotong royong yang biasa disalurkan melalui rumah ibadah harus dikelola untuk menopang perekonomian lokal. Dengan demikian, perputaran uang selama masa Ramadan dan Syawal dapat dirasakan langsung oleh pelaku usaha kecil di desa-desa," kata Eko Suwanto.

Selain aspek sosial dan ekonomi, kesiapan layanan kesehatan dan infrastruktur menjadi perhatian penting dalam menghadapi arus mudik dan balik.

Wakil Ketua Komisi A DPRD DIY, Hifni Muhammad Nasikh, mengingatkan pemudik untuk menjaga stamina dan memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan. Ia juga menyoroti potensi penyakit menular seperti campak pada balita yang perlu diantisipasi selama mobilitas tinggi.

"Pemerintah harus sigap menyediakan fasilitas kesehatan yang memadai di sepanjang jalur mudik dan area publik," kata Hifni.

Di sisi lain, lonjakan wisatawan diperkirakan mencapai 1,7 juta orang yang akan memadati kawasan DIY, terutama di pantai di Bantul dan Gunungkidul. Kondisi ini menuntut pengawasan keselamatan yang lebih ketat, termasuk mengingatkan masyarakat agar berhati-hati saat berswafoto di titik rawan.

Sekretaris Komisi A DPRD DIY, Syarief Guska, juga menyoroti potensi pelanggaran seperti parkir liar dan permainan harga yang merugikan wisatawan. Ia menekankan pentingnya pengawasan lintas sektor agar pengunjung merasa aman dan nyaman selama berlibur.

Edukasi ketertiban berlalu lintas, termasuk penggunaan helm bagi pengendara motor, tetap menjadi prioritas dalam pengamanan Lebaran tahun ini.

Sementara itu, Akhid Nuryati mengapresiasi kesiapsiagaan BPBD DIY, Satpol PP DIY, dan relawan yang tetap siaga selama periode mudik dan arus balik. Ia juga meminta insan pers terus menyampaikan informasi terkait cuaca dan potensi bahaya secara real-time.

"Terima kasih semua pihak, mari manfaatkan momentum Idul Fitri asah kepekaan dan solidaritas, wujudkan benar identitas 'Jogja Istimewa' yang tercermin dalam pelayanan publik yang sigap, hangat, dan memastikan keselamatan seluruh warga maupun pemudik," kata Akhid Nuryati. (Advertorial)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |