Foto ilustrasi kendaraan melintas di jalan tol. / Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyiapkan jalur fungsional pada sejumlah ruas jalan tol strategis, termasuk Tol Jogja–Solo dan Tol Jogja–Bawen, guna mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pengelolaan lalu lintas saat periode mudik dan arus balik.
Persiapan jalur tol fungsional tersebut dilakukan untuk membantu distribusi kendaraan selama masa mudik Lebaran yang diperkirakan berlangsung selama 21 hari, yakni sejak H-10 hingga H+10 Lebaran. Dalam periode tersebut, arus kendaraan dari wilayah Jabotabek diproyeksikan meningkat signifikan
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A Purwantono mengatakan perseroan telah menyiapkan sejumlah strategi operasional untuk mengantisipasi peningkatan volume kendaraan selama masa mudik Lebaran.
"Untuk mengantisipasi peningkatan lalu lintas tersebut, Jasa Marga telah menyiapkan sejumlah strategi operasional layanan Lebaran 2026 yang mencakup pengoperasian jalur fungsional, penguatan armada layanan operasional, optimalisasi teknologi pemantauan lalu lintas, peningkatan kesiapan infrastruktur jalan tol, hingga peningkatan layanan di rest area," ujar Rivan dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (14/3/2026).
Pemantauan kondisi lalu lintas selama periode Lebaran dilakukan melalui Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) yang berfungsi sebagai pusat kendali jaringan jalan tol Jasa Marga.
Pusat kendali tersebut dilengkapi teknologi pemantauan visual yang didukung machine learning serta artificial intelligence (AI) untuk membaca pola pergerakan lalu lintas secara berkala. Teknologi ini membantu pengambilan keputusan dalam penerapan rekayasa lalu lintas secara lebih cepat dan efektif.
Sebagai bagian dari pengelolaan arus kendaraan, Jasa Marga menyiapkan empat jalur fungsional pada beberapa ruas tol di berbagai wilayah.
Ruas tersebut meliputi Tol Jakarta–Cikampek II Selatan ruas Sadang–Setu sepanjang 52 kilometer, Tol Jogja–Bawen Seksi 6 Ambarawa–Bawen sepanjang 4,98 kilometer, Tol Jogja–Solo segmen Prambanan–Purwomartani sepanjang 12,225 kilometer, serta Tol Probolinggo–Banyuwangi Tahap I ruas Probolinggo–Situbondo Barat sepanjang 49,68 kilometer.
Selain menyiapkan jalur tambahan, Jasa Marga juga memperkuat kesiapan armada layanan operasional selama masa mudik Lebaran.
Armada yang disiagakan antara lain 124 unit mobile customer service (MCS), 55 unit ambulans, 37 kendaraan rescue, 199 unit derek, serta 101 kendaraan patroli jalan raya (PJR) yang dilengkapi lima tim khusus untuk mengurai kepadatan lalu lintas.
Perusahaan juga menyiapkan 470 petugas on call di gerbang tol, 736 unit mobile reader, 18.000 rubber cone, empat unit crane, serta 188 obstacle avoidance barrier (OAB).
Fasilitas pendukung lainnya mencakup 121 titik layanan top up tunai, 14 tim teknisi peralatan tol, serta 29 posko operasional yang tersebar di berbagai ruas jalan tol Jasa Marga Group.
Kelancaran pengelolaan arus mudik Lebaran juga dilakukan melalui koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk kepolisian, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum, pemerintah daerah, serta badan usaha jalan tol lainnya.
Jasa Marga juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan selama Lebaran untuk memastikan kondisi kendaraan dan pengendara dalam keadaan prima serta mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan agar perjalanan di jalan tol dapat berlangsung aman dan nyaman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara


















































