Asap mengepul di Teheran, Iran. Ledakan terdengar lagi di Teheran, Iran, 1 Maret 2026. ANTARA/Xinhua - Shadati
Harianjogja.com, JOGJA — Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan serangan udara berhasil menewaskan Ali Larijani, sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, namun Teheran belum mengeluarkan konfirmasi resmi. Situasi ini memunculkan kebingungan karena media Iran justru menyebarkan tanda-tanda Larijani masih hidup.
Larijani, lahir 1958, menempati posisi strategis di puncak piramida kekuasaan Iran. Sebagai sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, ia bertanggung jawab mengoordinasikan kebijakan pertahanan, keamanan, dan luar negeri, serta menjadi orang kepercayaan mendiang Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei. Kariernya gemilang, termasuk menjadi Ketua Parlemen Iran (2008-2020) dan negosiator nuklir utama dengan Barat. Ia berasal dari keluarga politik paling berpengaruh di Iran, dengan saudara Sadeq Larijani, mantan kepala peradilan.
Klaim Israel disampaikan Katz pada Selasa (17/3/2026): "Larijani dan komandan Basij telah dilenyapkan malam lalu dan telah bergabung dengan Khamenei di dasar neraka," ujarnya tegas dikutip dari Reuters. Serangan terpisah juga diklaim menewaskan komandan Basij, Gholamreza Soleimani.
Namun, klaim ini dipertanyakan karena pemerintah Iran belum mengeluarkan konfirmasi atau bantahan resmi. Media dekat pemerintah, seperti Tasnim News Agency, justru mempublikasikan catatan tulisan tangan yang diduga dibuat Larijani di kanal Telegram mereka pada 17 Maret 2026. Catatan tersebut berisi belasungkawa untuk pelaut Iran yang tewas dalam serangan AS, dibaca banyak pihak sebagai “proof of life” atau tanda Larijani masih hidup.
Fakta lain memperkuat keraguan klaim Israel: Larijani terlihat publik hanya beberapa hari sebelum serangan, menghadiri rally akbar Hari Quds di Teheran bersama Presiden Masoud Pezeshkian, dan memberikan pernyataan menentang serangan AS-Israel: "Serangan ini lahir dari rasa takut dan putus asa. Orang yang kuat tidak akan mengebom demonstrasi. Jelas mereka telah gagal."
Media Israel seperti The Times of Israel melaporkan dengan hati-hati bahwa meski serangan dilancarkan, tidak jelas apakah Larijani tewas atau terluka, sehingga situasi tetap abu-abu di tengah ketegangan regional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.


















































