IRGC Tegaskan Selat Hormuz Tak Ditutup, Hanya Dikendalikan Iran

4 hours ago 1

IRGC Tegaskan Selat Hormuz Tak Ditutup, Hanya Dikendalikan Iran Tentara Iran berpatroli di Selat Hormuz, Iran selatan, Selasa (30/4/2029). ANTARA/Xinhua - Ahmad Halabisaz

Harianjogja.com, TEHERAN—Ketegangan di kawasan Timur Tengah terus memanas setelah pejabat militer Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak ditutup secara militer. Komandan Angkatan Laut Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), Alireza Tangsiri, menyatakan jalur pelayaran strategis tersebut tetap terbuka, namun berada di bawah kendali Iran.

Pernyataan itu disampaikan Tangsiri melalui pernyataan resmi yang dilaporkan kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim News Agency. Ia juga membantah klaim Amerika Serikat terkait penghancuran kekuatan angkatan laut Iran maupun rencana pengawalan kapal tanker minyak di kawasan tersebut.

"Selat Hormuz tidak ditutup secara militer, melainkan hanya berada di bawah kendali," demikian isi pernyataan tersebut.

Pernyataan serupa juga disampaikan Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, yang menegaskan bahwa jalur pelayaran internasional tersebut masih terbuka bagi sebagian besar kapal internasional.

Menurut Araghchi, Selat Hormuz hanya tidak dapat dilintasi oleh kapal-kapal milik Amerika Serikat, Israel, serta sekutu kedua negara tersebut.

"Selat Hormuz terbuka. Selat itu hanya tertutup bagi kapal tanker dan kapal milik musuh kami, bagi mereka yang menyerang kami dan sekutu mereka. Yang lain bebas melintas," kata Araghchi.

Selat Hormuz dikenal sebagai jalur pelayaran sempit yang sangat strategis karena dilalui sekitar seperlima dari total kebutuhan minyak dunia. Jalur ini menjadi rute utama distribusi minyak dari kawasan Teluk Persia menuju pasar energi global.

Dalam pesan pertamanya sebagai pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei menyatakan akan mempertahankan pengaruh Iran atas Selat Hormuz, yang dianggap sebagai salah satu titik strategis dalam geopolitik energi dunia.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Sabtu mendesak negara-negara yang bergantung pada pasokan minyak melalui Selat Hormuz untuk ikut bertanggung jawab menjaga jalur pelayaran tersebut tetap terbuka, dengan dukungan Amerika Serikat.

Langkah tersebut dilakukan Washington di tengah upaya meredam lonjakan harga minyak dunia yang dipicu eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Ketegangan meningkat setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memicu aksi balasan Teheran yang menargetkan berbagai aset militer Amerika Serikat di sejumlah wilayah Timur Tengah. Situasi ini turut memengaruhi stabilitas pasar energi global serta jalur perdagangan minyak internasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |