Investor Asia Tarik Dana dari Dubai, Pindah ke Singapura

5 hours ago 3

Investor Asia Tarik Dana dari Dubai, Pindah ke Singapura Foto ilustrasi investasi. / Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Ketegangan geopolitik akibat konflik Iran–Israel mulai berdampak pada arus investasi global. Sejumlah investor kaya asal Asia dilaporkan menarik dana mereka dari Dubai dan memindahkannya ke pusat keuangan lain seperti Singapura dan Hong Kong yang dinilai lebih aman.

Gelombang pemindahan aset ini terjadi setelah serangan rudal dan drone Iran menghantam wilayah Uni Emirat Arab, termasuk area sekitar Dubai, sehingga memicu kekhawatiran kalangan pemilik modal terhadap stabilitas kawasan.

Laporan Reuters menyebutkan, dua pengusaha asal India yang bermukim di Dubai berusaha memindahkan dana masing-masing lebih dari US$100.000 atau sekitar Rp1,69 miliar ke rekening di Singapura setelah serangan tersebut terjadi.

Proses pemindahan dana sempat mengalami kendala akibat gangguan teknis pada sistem perbankan setelah serangan. Namun salah satu pengusaha tersebut akhirnya berhasil memindahkan dana melalui bank lain yang berbasis di Uni Emirat Arab.

"Salah satu dari mereka mengatakan dia berhasil mentransfer jumlah tersebut ke rekening bank Singapura miliknya melalui bank lain yang berbasis di Emirat," demikian laporan yang dikutip dari Reuters.

Singapura Jadi Tujuan Pemindahan Aset

Fenomena ini tidak berhenti pada satu atau dua investor saja. Puluhan orang kaya asal Asia lainnya dilaporkan mulai mempertimbangkan langkah serupa dengan memindahkan kekayaan mereka dari Dubai.

Ryan Lin, pengacara yang menangani manajemen kekayaan pribadi di Singapura, mengatakan sekitar enam hingga tujuh dari 20 kliennya yang berbasis di Dubai telah menghubunginya dalam sepekan terakhir untuk membahas kemungkinan pemindahan aset.

Tiga di antaranya bahkan disebut sedang menyiapkan transfer dana dalam waktu dekat.

"Satu klien sedang memeriksa seberapa cepat mereka dapat mentransfer semuanya ke Singapura," ujar Lin.

Menurut sejumlah pengamat keuangan, ketakutan terhadap konflik yang berpotensi meluas antara Iran dan aliansi Amerika Serikat-Israel menjadi salah satu faktor utama yang memicu perpindahan modal tersebut.

Iris Xu, prinsipal di penyedia layanan dana global Anderson Global, mengatakan permintaan pemindahan dana dari Timur Tengah ke Singapura meningkat dalam beberapa waktu terakhir.

"Dubai selalu tentang manfaat pajak, tetapi sekarang saya rasa manfaat pajak mungkin bukan prioritas utama bagi mereka," kata Xu.

Kekhawatiran Bukan Sekadar Soal Pajak

Selain faktor keamanan kawasan, sentimen negatif juga muncul karena investor khawatir terhadap risiko operasional apabila konflik berkepanjangan.

Seorang penasihat manajemen kekayaan di Singapura yang menangani klien dari Uni Emirat Arab mengatakan lebih dari separuh dari 13 klien yang ia hubungi mempertimbangkan pemindahan aset demi mengurangi risiko.

"Terbang bolak-balik akan menjadi tantangan bahkan jika konflik berakhir besok. Ini adalah masalah kepercayaan," ungkap penasihat tersebut.

Hal serupa disampaikan Grace Tang, CEO Phillip Private Equity. Ia mengatakan sekitar 10 hingga 20 klien yang sebagian besar berasal dari Asia telah menanyakan prosedur pemindahan aset ke Singapura.

"Klien kami merasa gelisah, dengan 10 hingga 20 orang bertanya tentang pemindahan kekayaan mereka ke Singapura dan berupaya melestarikan modal mereka," tutur Tang.

Sebagian Investor Masih Optimistis

Meski demikian, tidak semua pelaku pasar bereaksi dengan menarik dana mereka. Sejumlah perusahaan manajemen kekayaan di Dubai menilai investor global masih percaya terhadap prospek jangka panjang Uni Emirat Arab.

Dhruba Jyoti Sengupta, CEO WRISE Private Middle East, mengatakan sejauh ini pihaknya belum melihat diskusi besar terkait penarikan modal dari klien mereka.

"Mereka adalah investor global yang canggih, sudah terdiversifikasi secara internasional, namun berinvestasi secara mendalam dalam kisah pertumbuhan UEA. Terlepas dari gejolak geopolitik yang lebih luas di kawasan ini, klien merasa aman dan terjamin," jelas Sengupta.

Pemerintah Uni Emirat Arab juga berusaha menenangkan pasar. Gubernur Bank Sentral UEA Khaled Mohamed Balama menegaskan sektor perbankan negara tersebut tetap stabil meskipun terjadi ketegangan di kawasan.

"Sektor perbankan dan keuangan UEA tetap tangguh, kuat, stabil, dan berada pada posisi yang baik untuk menavigasi perkembangan regional. Bank, lembaga keuangan, dan perusahaan asuransi beroperasi secara normal dan tanpa gangguan," tegas Balama.

Investor Masih Tunggu Perkembangan Situasi

Beberapa lembaga keuangan besar seperti Bank of Singapore dan DBS Group menyatakan sebagian besar klien masih memilih memantau perkembangan situasi sebelum mengambil keputusan besar.

Di tengah ketidakpastian tersebut, ada pula investor yang tetap melanjutkan rencana ekspansi di kawasan Timur Tengah. Jeremy Lim, co-founder GrandWay Family Office, misalnya, tetap melanjutkan rencana pembukaan kantor di Abu Dhabi.

"Pemutus kesepakatan yang nyata bagi bisnis adalah jika UEA menjadi terlibat langsung bersama salah satu pihak dalam konflik," pungkas Lim.

Serangan Drone Sempat Ganggu Aktivitas Dubai

Kekhawatiran investor muncul setelah serangan drone Iran memicu kebakaran tangki bahan bakar di dekat Bandara Internasional Dubai pada Senin (16/3/2026) dini hari.

Insiden tersebut menyebabkan bandara sempat menangguhkan penerbangan untuk sementara waktu, meskipun kebakaran berhasil dipadamkan dan tidak menimbulkan korban jiwa.

Sejak konflik meningkat pada akhir Februari, Iran dilaporkan telah meluncurkan lebih dari 1.800 rudal dan drone ke wilayah Uni Emirat Arab, menargetkan sejumlah fasilitas strategis seperti bandara, pelabuhan, serta instalasi minyak.

Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab mencatat enam orang meninggal dunia sejak konflik dimulai, termasuk empat warga sipil dan dua personel militer yang tewas akibat kecelakaan helikopter terkait kerusakan teknis.

Kondisi tersebut membuat sejumlah investor global mulai mempertimbangkan kembali strategi penempatan aset mereka di kawasan Timur Tengah, termasuk kemungkinan diversifikasi ke pusat keuangan lain yang dianggap lebih stabil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |