Sensus Ekonomi 2026 Mulai Door to Door, Seluruh Rumah di Bantul Didata

3 hours ago 1

Sensus Ekonomi 2026 Mulai Door to Door, Seluruh Rumah di Bantul Didata

Petugas BPS Bantul saat melakukan pendataan kepada Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih dalam rangka sensus ekonomi 2026 di rumah dinas Bupati Bantul, Rabu (17/6/2026). /Harian Jogja-Yosef Leon.

Harianjogja.com, BANTUL—Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bantul mulai melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 dengan metode pendataan langsung dari rumah ke rumah sejak 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Pendataan ini menyasar seluruh rumah tangga dan pelaku usaha guna menghimpun data sosial ekonomi sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan.

Petugas Sensus Ekonomi 2026 akan mendatangi warga secara langsung untuk melakukan wawancara dan pengumpulan informasi. Selain perusahaan dan pelaku usaha, seluruh keluarga di Kabupaten Bantul juga menjadi bagian dari sasaran pendataan yang dilakukan secara menyeluruh.

Kepala BPS Bantul, Agung Wibowo, mengatakan sensus kali ini tidak hanya berfokus pada sektor usaha, tetapi juga kondisi sosial ekonomi rumah tangga yang ada di wilayah tersebut.

"Sensus Ekonomi 2026 ini kami menyasar selain usaha atau perusahaan juga seluruh keluarga. Jadi rumah tangga-rumah tangga yang ada di Bantul akan didatangi oleh petugas," kata Agung saat mendampingi pelaksanaan sensus terhadap Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, Rabu (17/6/2026).

Perusahaan Sudah Didata Sejak Mei 2026

Agung menjelaskan pendataan terhadap perusahaan sebenarnya telah dimulai sejak Mei 2026. Pada tahap awal, BPS mengirimkan formulir dan informasi melalui surat elektronik maupun aplikasi pesan singkat kepada perusahaan yang menjadi target sensus.

Sementara itu, untuk rumah tangga maupun perusahaan yang belum terdata melalui metode tersebut, petugas akan melakukan wawancara secara langsung dengan mendatangi lokasi.

"Kami berharap warga dapat memberikan data yang sebenarnya dan menerima kedatangan petugas Sensus Ekonomi 2026," ujarnya.

Warga Diminta Cek Identitas Petugas

BPS Bantul juga mengimbau masyarakat untuk memastikan identitas petugas sebelum memberikan data. Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan adanya pihak yang mengatasnamakan petugas sensus untuk tujuan yang tidak bertanggung jawab.

Menurut Agung, petugas resmi akan mengenakan rompi khusus Sensus Ekonomi 2026, membawa surat tugas, dan menggunakan tanda pengenal yang dilengkapi barcode sehingga keasliannya dapat diverifikasi.

"Jangan segan-segan menanyakan surat tugas. Seluruh petugas kami dibekali surat tugas dan nametag yang ada barcode-nya sehingga bisa dicek keasliannya," kata Agung.

Data Sosial Ekonomi hingga Kepemilikan Aset Dikumpulkan

Dalam pelaksanaannya, petugas akan melakukan wawancara menggunakan perangkat digital seperti telepon genggam maupun tablet. Sistem paperless tersebut diterapkan untuk meningkatkan kecepatan sekaligus akurasi pengumpulan data.

Adapun data yang dihimpun mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari kondisi sosial ekonomi keluarga, kesehatan, disabilitas, kepemilikan aset, hingga akses terhadap fasilitas dasar rumah tangga.

Petugas juga akan mengumpulkan informasi terkait sumber air minum, fasilitas sanitasi, kepemilikan usaha, serta sejumlah indikator kesejahteraan yang diperlukan dalam penyusunan statistik nasional.

"Sebagai penanda rumah tangga yang telah mengikuti sensus, petugas nantinya akan menempelkan stiker khusus di rumah yang sudah selesai didata," jelas Agung.

Data Jadi Dasar Perencanaan Pembangunan

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menegaskan pentingnya Sensus Ekonomi 2026 sebagai fondasi penyusunan kebijakan pembangunan yang berbasis data dan kondisi riil masyarakat. Menurutnya, hasil sensus akan memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi ekonomi warga yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan pemerintah.

"Perencanaan pembangunan itu harus based on data. Maka dikenal evidence-based planning atau perencanaan berbasis bukti. Di antaranya adalah bukti-bukti tentang kondisi ekonomi warga," katanya.

Halim menilai pembangunan yang tidak didukung data akurat berisiko melahirkan kebijakan yang kurang tepat sasaran karena hanya didasarkan pada asumsi atau perkiraan.

Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat Bantul untuk berpartisipasi aktif dan memberikan informasi yang benar saat didatangi petugas. Partisipasi warga dinilai menjadi kunci keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 sekaligus mendukung tersedianya data yang akurat untuk perencanaan pembangunan di masa mendatang.

"Saya serukan seluruh warga Bantul haruslah kooperatif, bisa bekerja sama dengan petugas dari BPS," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |