
Petugas berjaga di dalam gerbong penumpang kereta api The Nusantara Explorer di Stasiun Semarang Tawang, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026). PT Kereta Api Indonesia (Persero) meluncurkan layanan kereta api panorama The Nusantara Explorer dengan desain interior bermotif batik bernuansa emas dan konsep kereta tidur mewah (luxury sleeper train) sebagai upaya memperkuat sektor pariwisata nasional serta meningkatkan kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara. ANTARA FOTO/Makna Zaezar/tom.\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah masih menyempurnakan layanan kereta wisata Nusantara Explorer sebelum dioperasikan secara lebih luas. Evaluasi dilakukan setelah Presiden Prabowo Subianto menjajal langsung perjalanan perdana kereta tersebut, yang nantinya akan difokuskan untuk melayani wisata berbasis permintaan atau on request.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan Nusantara Explorer belum diluncurkan secara penuh karena pemerintah masih mengkaji hasil penggunaan perdana yang diikuti Presiden.
Pernyataan tersebut disampaikan Dudy usai menghadiri Pertemuan Presiden RI dengan 150 Periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Halaman Tengah Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8/2026).
"Ya, itu (Nusantara Explorer) kan kemarin baru kita, bukan uji coba, tapi kita sudah coba gunakan. Nanti kita akan sempurnakan untuk Explorer-nya. Tadi kemarin Presiden sudah mencoba penggunaan perdananya," ujar Dudy.
Penyempurnaan Berdasarkan Masukan Presiden
Menurut Dudy, sejumlah penyempurnaan akan dilakukan dengan mengacu pada masukan yang diberikan Presiden Prabowo Subianto setelah menggunakan layanan Nusantara Explorer.
Masukan tersebut akan menjadi dasar pengembangan layanan sebelum kereta wisata ini dioperasikan secara lebih luas untuk masyarakat.
"Nanti kita sempurnakan berdasarkan apa yang menjadi masukan dari Presiden. Kemudian kita akan siapkan untuk wisata khususnya," katanya.
Kereta Wisata dengan Konsep On Request
Dudy menjelaskan Nusantara Explorer memang dirancang sebagai kereta wisata sehingga memiliki pola operasional yang berbeda dibandingkan kereta reguler.
Layanan ini akan mengadopsi konsep perjalanan berbasis permintaan (on request), sedangkan pengaturan teknis operasionalnya menjadi kewenangan PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Dengan konsep tersebut, rute perjalanan tidak bersifat tetap, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan dan minat wisatawan.
Rute Jogja dan Semarang Sudah Dijajal
Dalam tahap awal pengembangan, pemerintah telah mencoba beberapa rute perjalanan, termasuk menuju Jogja dan Semarang.
Meski demikian, Dudy menegaskan peluang pengembangan rute tetap terbuka ke berbagai daerah lain sesuai kebutuhan pasar wisata.
Menurutnya, konsep utama Nusantara Explorer bukan sebagai moda transportasi reguler, melainkan menghadirkan pengalaman berwisata menggunakan kereta api dengan rute yang fleksibel.
Bisa Melayani Perjalanan Hingga Banyuwangi
Pemerintah juga membuka peluang perjalanan jarak jauh apabila terdapat permintaan dari wisatawan.
Dudy mencontohkan, Nusantara Explorer dapat melayani perjalanan melalui jalur selatan Pulau Jawa hingga Banyuwangi apabila memang menjadi kebutuhan pelanggan.
"Tidak menutup peluang juga untuk ke wilayah Surabaya. Ini kan karena wisata, kalau request-nya memang jarak jauh. Kemarin ada pemikiran misalnya dari Jakarta sampai Banyuwangi, karena mereka akan di rute selatan untuk melihat pemandangan. Kalau memang permintaannya sampai Banyuwangi, ya dilayani sampai Banyuwangi," tandas Dudy.
Dengan konsep layanan berbasis permintaan tersebut, Nusantara Explorer diharapkan mampu menghadirkan pengalaman perjalanan wisata kereta api yang lebih fleksibel sekaligus menyesuaikan minat dan destinasi yang diinginkan wisatawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online











































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5539824/original/003583100_1774624130-IMG_6564.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324850/original/079448900_1755868038-Elkan-Baggott.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4855687/original/012825900_1717681637-20240606IQ_Timnas_Indonesia_vs_Irak__15_.jpg)




