Bantuan Modal UMKM di Bantul Diperluas, Fokus Warga Miskin Ekstrem

2 hours ago 3

Bantuan Modal UMKM di Bantul Diperluas, Fokus Warga Miskin Ekstrem

Foto ilustrasi pelaku UMKM mengakses layanan OSS. - Antara

Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul berencana memperluas program bantuan modal usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar menjangkau lebih banyak warga. Program tersebut diharapkan menjadi salah satu upaya menekan angka kemiskinan ekstrem sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

Bantuan modal usaha ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul dengan Baznas Bantul. Setiap penerima memperoleh bantuan modal sebesar Rp2 juta untuk mengembangkan usahanya.

Prioritaskan Warga Desil 1, 2, dan 3

Kepala DKUKMPP Bantul Prapta Nugraha mengatakan program tersebut diprioritaskan bagi masyarakat kurang mampu yang masuk dalam kategori Desil 1, 2, dan 3. Penetapan calon penerima dilakukan berdasarkan usulan dari pemerintah kalurahan.

"Target kami memang dari masyarakat yang kurang mampu kategori Desil 1, 2, 3 yang kami seleksi berdasarkan usulan dari kelurahan," kata Prapta, belum lama ini.

Hingga saat ini, sebanyak 109 warga telah menerima bantuan modal usaha melalui program tersebut.

Menurut Prapta, cakupan penerima bantuan akan terus diperluas agar lebih merata di setiap kalurahan, terutama pada wilayah yang masih memiliki angka kemiskinan ekstrem cukup tinggi.

"Harapannya begitu, jadi kami minta perangkat kewilayahan juga proaktif menyosialisasikan program pemerintah untuk menekan kemiskinan ekstrem," jelasnya.

Selain bantuan permodalan, DKUKMPP Bantul juga memberikan pendampingan kepada penerima program melalui pelatihan pengembangan usaha.

Pelatihan tersebut difokuskan pada pengelolaan UMKM secara modern dengan memanfaatkan teknologi digital secara sederhana agar usaha yang dijalankan dapat berkembang secara berkelanjutan.

"Sampai sekarang total ada 345 warga yang sudah kami dampingi dan berikan pelatihan lewat program ini," ungkapnya.

Prapta menjelaskan tidak ada pembatasan jenis usaha yang dapat dikembangkan melalui program tersebut. Warga diberi keleluasaan memilih bidang usaha sesuai potensi yang dimiliki, mulai dari sektor pertanian, peternakan, usaha olahan kuliner, hingga jenis usaha produktif lainnya.

"Nanti juga akan kami monitoring di semester 2 ini pelaksanaannya seperti apa. Semoga mereka komitmen dengan usulan dan usahanya," katanya.

Sementara itu, Plt. Panewu Sewon Kusmardiono menyebut terdapat lima warga di wilayahnya yang menerima bantuan modal usaha melalui program tersebut.

Mereka berasal dari Kalurahan Timbulharjo, Pendowoharjo, dan Panggungharjo.

Menurut Kusmardiono, bantuan modal diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas jangkauan pemasaran produk UMKM.

"Kami sangat mengapresiasi program ini karena merupakan bentuk kepedulian bersama dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat melalui peningkatan kapasitas pelaku UMKM produktif," jelasnya.

Dorong Penguatan Ekonomi Masyarakat

Melalui perluasan program bantuan modal dan pendampingan usaha, Pemkab Bantul berharap semakin banyak pelaku UMKM dari keluarga kurang mampu yang mampu mengembangkan usahanya. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mengurangi kemiskinan ekstrem melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |