Rupiah Menguat ke Rp17.774, Damai AS-Iran Angkat Sentimen Pasar

5 hours ago 3

Rupiah Menguat ke Rp17.774, Damai AS-Iran Angkat Sentimen Pasar

Ilustrasi uang. /Bisnis-Rachman

Harianjogja.com, JAKARTA—Nilai tukar rupiah memulai perdagangan awal pekan dengan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Optimisme pasar atas tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran menjadi salah satu faktor yang mendorong sentimen positif di pasar keuangan global dan menopang pergerakan mata uang Garuda.

Selain meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, penurunan harga minyak mentah dunia turut memberikan ruang bagi rupiah untuk bergerak lebih kuat. Kondisi tersebut dinilai menguntungkan Indonesia yang masih berstatus sebagai negara net importir minyak.

Berdasarkan data Doo Financial Futures, pada perdagangan Senin (15/6/2026), rupiah terapresiasi 0,48% ke level Rp17.774 per dolar AS. Penguatan tersebut juga sejalan dengan tren positif yang terjadi pada sebagian besar mata uang di kawasan Asia.

Di antara mata uang Asia, rupee India mencatat penguatan terbesar dengan kenaikan 0,67%. Posisi berikutnya ditempati baht Thailand yang naik 0,52%, disusul dolar Taiwan 0,31% dan won Korea Selatan 0,29%.

Sementara itu, ringgit Malaysia menguat 0,23%, dolar Singapura naik 0,19%, peso Filipina bertambah 0,16%, yuan China menguat 0,06%, dan yen Jepang bergerak tipis di zona positif dengan kenaikan 0,02%.

Sentimen Damai AS-Iran Dorong Aset Berisiko

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong , menilai peluang penguatan rupiah masih terbuka pada pekan ini. Menurutnya, meningkatnya harapan perdamaian di Timur Tengah telah memicu perubahan sentimen pasar ke arah aset berisiko atau risk on.

Kondisi tersebut diperkuat oleh melemahnya indeks dolar AS yang memberikan ruang bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, untuk mencatat apresiasi.

“Rupiah berpotensi kembali menguat terhadap dolar AS di tengah meningkatnya harapan perdamaian di Timur Tengah yang memicu sentimen risk on dan penurunan harga minyak mentah dunia,” ujar Lukman, Senin (15/6/2026).

Ia menjelaskan, laporan mengenai tercapainya kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran menjadi salah satu pemicu utama melemahnya dolar AS dalam beberapa waktu terakhir.

Bagi Indonesia, penurunan harga minyak mentah dunia juga memberikan dampak positif karena dapat membantu menekan biaya impor energi serta mengurangi tekanan terhadap inflasi domestik dan neraca perdagangan.

Rupiah Diproyeksi Bergerak di Kisaran Rp17.700-Rp17.850

Untuk perdagangan hari ini, Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah bergerak dalam rentang Rp17.700 hingga Rp17.850 per dolar AS. Pergerakan tersebut dipengaruhi oleh perkembangan sentimen global yang masih menjadi perhatian utama pelaku pasar.

Di sisi lain, minimnya agenda rilis data ekonomi penting, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, membuat investor lebih fokus mencermati perkembangan geopolitik serta kondisi domestik.

Pelaku pasar juga disebut akan memonitor perkembangan aksi demonstrasi yang kembali berlangsung di sejumlah daerah. Namun demikian, pengaruh faktor domestik tersebut dinilai masih relatif terbatas selama situasi tetap terkendali dan tidak memicu gangguan terhadap aktivitas ekonomi maupun stabilitas pasar keuangan nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |