Jumali Senin, 15 Juni 2026 18:37 WIB

Foto ilustrasi baterai mobil - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Ruang mesin mobil yang hangat dan terlindung dari cuaca sering kali menjadi tempat favorit bagi hewan seperti tikus, ular, maupun kucing untuk berlindung. Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele karena dapat menimbulkan kerusakan pada berbagai komponen kendaraan.
Tikus misalnya, dikenal sering menggigit kabel dan komponen kelistrikan. Sementara ular dapat bersembunyi di sela-sela mesin dan kucing berpotensi merusak bagian tertentu saat mencari tempat beristirahat. Akibatnya, pemilik kendaraan bisa menghadapi masalah mulai dari gangguan kelistrikan hingga kebocoran pada sistem pendingin.
Mengutip informasi dari Mitsubishi Motors Indonesia, ada sejumlah langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko hewan masuk ke ruang mesin.
1. Lakukan Pemeriksaan Ruang Mesin Secara Berkala
Pemeriksaan rutin menjadi langkah paling sederhana untuk mendeteksi keberadaan hewan sejak dini. Pemilik kendaraan disarankan membuka kap mesin secara berkala, terutama jika mobil jarang digunakan atau sering diparkir dalam waktu lama.
Perhatikan apakah terdapat jejak kaki, kotoran hewan, daun kering, ranting, atau material lain yang berpotensi menjadi sarang. Membersihkan ruang mesin secara rutin dapat mengurangi kemungkinan hewan menetap di area tersebut.
2. Hindari Lokasi Parkir yang Berpotensi Menjadi Sarang Hewan
Lokasi parkir memiliki pengaruh besar terhadap risiko masuknya hewan ke kendaraan. Sebisa mungkin hindari memarkir mobil di dekat tempat sampah, saluran air, semak belukar, atau bangunan yang lama tidak digunakan.
Jika tersedia, gunakan garasi yang bersih dan tertutup. Bagi pemilik kendaraan yang tidak memiliki garasi, pilih area parkir yang terbuka dan memiliki pencahayaan yang cukup.
3. Nyalakan dan Gunakan Mobil Secara Berkala
Mobil yang terlalu lama tidak digunakan lebih berisiko menjadi tempat bersarang hewan. Suara mesin, getaran, dan aktivitas kendaraan umumnya membuat tikus maupun hewan lain enggan mendekat.
Menyalakan mesin atau mengendarai mobil secara rutin tidak hanya membantu mengusir hewan, tetapi juga menjaga kondisi aki, oli, dan komponen kendaraan lainnya tetap optimal.
4. Pastikan Penutup Bawah Mesin Terpasang dengan Baik
Bagian penutup bawah mesin atau engine undercover berfungsi sebagai pelindung tambahan dari kotoran, air, maupun hewan kecil.
Periksa secara berkala apakah terdapat kerusakan, baut yang lepas, atau celah yang memungkinkan hewan masuk ke ruang mesin. Jika ditemukan kerusakan, segera lakukan perbaikan agar perlindungan tetap maksimal.
5. Gunakan Pengusir Hewan yang Aman
Pemilik kendaraan juga dapat memanfaatkan bahan beraroma kuat seperti kapur barus atau daun pandan yang ditempatkan pada area tertentu di ruang mesin dengan tetap memperhatikan faktor keamanan.
Alternatif lainnya adalah menggunakan alat pengusir hewan berbasis ultrasonik. Perangkat ini menghasilkan frekuensi suara yang tidak disukai tikus dan beberapa hewan lain, tetapi tidak terdengar oleh manusia.
Meski demikian, hindari menempatkan bahan atau alat apa pun terlalu dekat dengan komponen yang menghasilkan panas tinggi agar tidak menimbulkan risiko baru.
Kerusakan akibat hewan yang masuk ke ruang mesin sering kali baru disadari ketika kendaraan mulai mengalami gangguan. Karena itu, langkah pencegahan menjadi cara paling efektif untuk menghindari biaya perbaikan yang tidak perlu sekaligus menjaga kendaraan tetap dalam kondisi prima.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online
















































