Rekso Waris DIY Santunan BPJS Ketenagakerjaan Disulap Jadi Modal Usaha

6 hours ago 4

Rekso Waris DIY Santunan BPJS Ketenagakerjaan Disulap Jadi Modal Usaha

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang DIY, Rudi Susanto, Kepala Disnaker DIY, Aryianto Wibowo, Wakil Kepala Wilayah Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Jawa Tengah dan DIY, Endah Rahmawati, Wakil Kepala Keuangan dan Manajemen BPJS Ketenagakerjaan Jawa Tengah dan DIY, Rakes Sitepu, pelatihan bisnis online Shopee di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jogja, Selasa (30/6/2026). Ist

Harianjogja.com, JOGJA — Upaya memperkuat kemandirian ekonomi keluarga pekerja terus dilakukan BPJS Ketenagakerjaan bersama Pemda DIY. Melalui program Rekso Waris (Rencana Keuangan Jamsosnaker Ahli Waris), santunan tidak hanya diberikan sebagai bantuan, tetapi diarahkan menjadi modal usaha berkelanjutan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) DIY, Aryianto Wibowo, memberikan apresiasi atas langkah BPJS Ketenagakerjaan yang dinilai tidak berhenti pada penyaluran santunan semata.

“Ini langkah yang sangat baik, karena tidak hanya memberikan santunan, tetapi juga mendampingi ahli waris agar tidak salah dalam mengelola dana yang diterima,” ujar Aryianto dalam pelatihan bisnis online Shopee di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jogja, Selasa (30/6/2026).

Menurutnya, pendampingan menjadi kunci agar santunan dapat dimanfaatkan untuk keberlanjutan ekonomi keluarga yang ditinggalkan. Ia menilai program ini sebagai bukti nyata kehadiran pemerintah bersama BPJS Ketenagakerjaan dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.

Aryianto berharap ke depan pendampingan tidak berhenti pada pelatihan awal, tetapi berlanjut dalam bentuk inkubasi bisnis.

“Kalau benar-benar baru memulai usaha tentu perlu pendampingan. Harapannya ada ruang konsultasi hingga inkubasi bisnis, sehingga dana santunan bisa dikelola secara optimal dan memberi dampak nyata,” katanya.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang DIY, Rudi Susanto, menjelaskan bahwa program ini lahir dari kebutuhan riil di lapangan. Banyak ahli waris yang membutuhkan dukungan untuk memulai atau mengembangkan usaha.

“Program Rekso Waris ini menjadi jembatan bagi yang baru ingin memulai usaha maupun yang sudah punya usaha tetapi membutuhkan bantuan pemasaran,” jelasnya.

Ia menambahkan, peserta program merupakan penerima manfaat Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) yang meninggal dunia, serta penerima beasiswa yang telah memasuki jenjang kuliah.

“Kami ingin penerima beasiswa tidak hanya fokus kuliah, tetapi juga memiliki wawasan untuk memulai usaha, sehingga setelah lulus sudah siap secara ekonomi,” ungkap Rudi.

Pelatihan bisnis online menggandeng Shopee dipilih berdasarkan hasil survei minat peserta. Ke depan, BPJS Ketenagakerjaan juga berencana mengembangkan program inkubasi bisnis untuk memastikan keberlanjutan usaha para ahli waris.

“Dalam inkubasi nanti akan ada pemantauan usaha, apakah perlu intervensi di manajemen keuangan atau pemasaran. Ini bagian dari manfaat tambahan bagi peserta,” tambahnya.

Salah satu peserta, Amanda Citra Bilbina, mengaku pelatihan ini membuka wawasannya sebagai anak muda yang ingin terjun ke dunia bisnis. Lulusan Ilmu Hukum UIN Sunan Kalijaga itu merasa terbantu dengan materi digital marketing yang diberikan.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat, kami langsung dimentori bagaimana memulai usaha dan menggunakan fitur di Shopee. Ini jadi bekal untuk terjun ke dunia bisnis,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Fitri Rohmawati, penerima manfaat yang kini menjalankan usaha warung kecil ayam goreng. Ia menilai pelatihan ini membantu meningkatkan pengetahuan dan jaringan usaha.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat, terutama untuk menambah wawasan pemasaran digital dan berbagi pengalaman dengan peserta lain,” katanya.

Fitri berharap ke depan ada pelatihan lanjutan yang lebih variatif, termasuk keterampilan praktis seperti pengolahan produk makanan.

Melalui program Rekso Waris, BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya hadir sebagai pemberi santunan, tetapi juga sebagai pendamping yang mendorong ahli waris untuk bangkit dan mandiri secara ekonomi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |