Lansia di Tamansari dianiaya, pelaku ternyata suami mantan karyawan

6 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Seorang lansia bernama Christine Wijaya (76) menjadi korban penganiayaan oleh seorang pria berinisial JA (30) di tempat usaha laundry (penatu) miliknya di Jalan Kebon Jeruk IX, Kelurahan Maphar, Tamansari, Jakarta Barat.

Insiden itu terjadi pada Selasa (19/5) lalu sekitar pukul 18.00 WIB saat korban hendak menutup laundry-nya menjelang malam.

Tiba-tiba, pelaku datang membawa sedikit pakaian dan meminta agar cuciannya diterima meski sudah mau tutup.

"Laundry saya itu jam enam tutup. Pas lagi nutup pintu, itu orang datang. Katanya mau laundry, saya bilang bisa, tapi udah mau tutup, di-laundry nya besok gimana?'. Dia bilang enggak apa-apa deh besok," ujar Christine di lokasi, Rabu.

Kendati demikian, karena tak mau menolak pelanggan, Christine akhirnya mempersilakan pria tersebut masuk untuk menimbang pakaiannya.

Namun, saat Christine sedang menimbang, pelaku secara tiba-tiba menyerang wajah dan kepalanya secara bertubi-tubi.

"Ya masa orang nyuci saya enggak mau, saya ajak dia masuk. Pas saya timbang sini, dia itu langsung pukul saya. Dari sini dia berdiri, langsung pukul saya. Saya belum sempat nanya, dia terus mukul terus," kata Christine.

Awalnya, pelaku memukul wajah Christine dengan tangan kosong, tepat ke arah mata nya.

Kemudian, Christine menyebut area kepalanya dipukul menggunakan sebuah benda, tetapi ia tidak mengetahui secara pasti benda apa yang digunakan untuk memukulnya.

"Waktu itu polisi nanya saya dipukulnya pakai apa, saya kan enggak tahu dia pukulnya pakai apa. Cuma saya tahu duk, duk, duk, benda apa saya juga enggak tahu. Saya langsung teriak 'Tolong, tolong!' yang kencang supaya orang dengar," kata dia.

Teriakan Christine pun mengundang perhatian warga sekitar dan pekerja ekspedisi yang lokasinya di sebelah tokonya.

Mengetahui warga berdatangan, pelaku pun panik dan langsung melarikan diri.

Namun, pelaku kemudian berhasil ditangkap warga saat kabur dan dibawa ke pos RW 08.

Menurut informasi warga, pelaku awalnya datang berboncengan motor bersama seorang perempuan yang diduga istrinya yang berhasil kabur menggunakan sepeda motor.

Setelah kejadian, Christine pun mendapati ada sebuah balok kayu di tempat ia dipukuli, meski ia tidak pernah menyimpan balok kayu di tokonya.

"Iya kayaknya dia yang bawa itu, mungkin ya kayu nya, karena saya enggak pernah nyimpan kayu. Pasti dia yang bawa itu," ujarnya.

Akibat penganiayaan tersebut, Christine mengalami pendarahan hebat di bagian kepala hingga mengucur ke badannya.

"Darah udah bercucuran di sini, banyak darah. Terus akhirnya ke RS UGD Tamansari situ, dijahit. Ada enam jahitan di kepala saya. Muka saya juga kan masih memar," tuturnya.

Saat diinterogasi di pos RW, kata Christine, pelaku sempat mengelak kepada warga bahwa ia mengamuk lantaran niatnya melaundry dan mengambil pakaian bersih ditolak oleh korban dengan alasan tidak ada uang.

"Dia awal bilangnya karena kesal mau nge-laundry saya tolak, padahal saya mana pernah nolak namanya rezeki datang. Terus dia bilang lagi katanya mau ambil laundry tapi enggak ada uang, terus saya marahin dia, makanya dia pukul saya," kata dia.

Saat mendengar alasan itu, Christine pun menantang pelaku untuk menunjukkan baju mana yang milik dirinya.

Namun, pelaku pun tak bisa menunjukkan namanya di etalase penyimpanan baju milik pelanggan.

Pelaku

Pelaku penganiayaan terhadap Christine Wijaya (76), lansia pemilik usaha laundry (penatu) di Jalan Kebon Jeruk IX, Maphar, Tamansari, Jakarta Barat, rupanya suami mantan karyawan korban.

Pelaku yang berinisial JA (30) yang mengaku secara langsung kepadanya saat berada di kantor Polsek Metro Tamansari, usai ditangkap warga pada Selasa (19/5) malam.

"Waktu di kantor polisi itu dia ngaku ke saya, 'Ci, saya suaminya si Novi' gitu, dia ngaku ke saya, dia ini dulu kerja di sini," ungkap Christine di lokasi kejadian, Rabu.

Christine menjelaskan bahwa Novi yang disebut oleh pelaku adalah mantan karyawannya yang bekerja di laundry tersebut pada tahun 2025 lalu.

Namun, Christine terpaksa memberhentikannya lantaran kinerjanya yang buruk dan beberapa kali merugikan pelanggan.

"Dia itu dulu pernah kerja sama saya. Kerjanya enggak bener. Baju orang ketukar-tukar. Nah yang paling parah itu, baju orang digosok sampai bolong. Nah itu yang saya kesalnya itu," jelas Christine.

Christine pun mengakui dirinya sempat memiliki masalah pribadi dengan istri pelaku.

Namun, ia mengaku selalu memperlakukan istri pelaku dengan baik, bahkan sering makan bersama saat dirinya mendapat uang tambahan.

"Saya ada dulu dapat uang lansia gitu Rp300 ribu, saya bilang saya dapat rezeki nih, yuk kita makan-makan. Kita makan pecel lele aja gitu. Saya anggap kayak anak saya sendiri. Kalau saya orangnya begitu, enggak maulah kita cari musuh," tambahnya.

Sementara itu, saat pertama kali ditangkap warga dan pekerja ekspedisi lalu dibawa ke pos RW 08, pelaku JA sempat mengelak bahwa ia mengamuk karena niatnya mencuci dan mengambil baju ditolak oleh korban karena toko tutup.

"Dia ceritanya ngomong sama warga di pos itu katanya dia mau laundry berkali-kali saya tolak. Enggak mungkin dong orang mau laundry masa kita tolak, rezeki datang masa kita tolak, malah kita cari langganan," kata Christine.

Kemudian, ia kembali beralasan bahwa dirinya dimaki oleh korban saat hendak mengambil cucian yang sudah selesai dikerjakan.

Korban pun menantang pelaku untuk membuktikan namanya di daftar pelanggan jika memang niatnya mengambil baju.

Namun, pelaku sama sekali tidak bisa menunjukkannya.

Christine pun merasa curiga bahwa penyerangan terhadap dirinya itu dilandasi dendam, bukan sekadar emosi sesaat karena urusan cucian.

Apalagi, JA diduga kuat telah menyiapkan sebatang balok kayu yang dibawa untuk memukulinya.

"Saya udah tahu, curiga saya dia pasti mau bikin mati saya atau mau bikin pingsan. Pokoknya pulang dari polisi saya lihat kok ada kayu di sini. Wah pasti pakai kayu ini tadi (mukulnya), karena saya enggak pernah nyimpan kayu di sini," tuturnya.

Akibat penganiayaan bertubi-tubi itu, Christine menderita pendarahan di bagian kepala dan memar di bagian wajah dan mata hingga kesulitan melihat.

Ia pun langsung dilarikan ke UGD RSUD Tamansari dan mendapat perawatan luka berupa enam jahitan di bagian kepala sebelah kiri.

Baca juga: LPSK terima perlindungan PRT yang diduga alami kekerasan di Jaksel

Baca juga: Polisi selidiki pria yang diduga dilempar dari lantai dua di Jakbar

Baca juga: Polisi selidiki kasus penganiayaan kapster di Jaksel

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |