
Salah satu jenis alat mesin pertanian (alsintan)/JIBI
Harianjogja.com, KULONPROGO—Upaya memperkuat ketahanan pangan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Kulonprogo dengan menyalurkan berbagai bantuan alat mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani di sejumlah wilayah.
Melalui Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, bantuan tersebut digelontorkan dari berbagai sumber anggaran, mulai dari APBN, APBD DIY, hingga APBD kabupaten serta aspirasi politik.
Kepala Dispertapang Kulonprogo, Trenggono Trimulyo, menjelaskan penyaluran alsintan ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah dalam mendukung program prioritas ketahanan pangan nasional.
Sejumlah alat yang disalurkan antara lain traktor roda empat, rotavator crawler, power thresher, hingga hand sprayer. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan tambahan traktor roda dua yang saat ini masih dalam tahap verifikasi penerima.
“Tujuan utama bantuan ini adalah meringankan biaya produksi petani, meningkatkan efisiensi usaha tani, serta mendongkrak produktivitas hasil panen,” ujarnya, Selasa (30/6/2026).
Tak hanya fokus pada distribusi alat, pemerintah juga menekankan pentingnya pendampingan kepada petani. Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) diminta aktif memastikan alsintan digunakan secara optimal sekaligus dirawat dengan baik agar memiliki usia pakai yang panjang.
Bantuan ini disambut positif oleh para petani. Ketua Kelompok Tani (Poktan) Margosari, Sunardi, mengaku bantuan mesin perontok padi sangat membantu aktivitas panen yang selama ini masih bergantung pada alat sewaan.
Sebelumnya, petani harus mengeluarkan biaya tambahan sekitar Rp100.000 per hari untuk menyewa alat perontok padi. Kondisi ini dinilai cukup membebani biaya produksi.
“Dengan adanya bantuan ini, proses panen menjadi lebih cepat dan efisien. Waktu yang dihemat bisa langsung dimanfaatkan untuk persiapan tanam berikutnya,” jelasnya.
Efisiensi waktu tersebut dinilai sangat penting, terutama dalam menjaga pola tanam agar tetap sesuai jadwal, baik untuk padi maupun palawija.
Ke depan, kelompok tani berkomitmen mengelola alsintan secara kolektif melalui sistem kas kelompok. Skema ini diharapkan mampu menjamin keberlanjutan penggunaan alat, termasuk untuk biaya perawatan dan operasional.
Dengan dukungan alsintan yang memadai serta pengelolaan yang profesional, petani di Kulonprogo diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































