Raksasa Rokok Ini Lakukan PHK Massal 9.000 Karyawan Global

9 hours ago 3

Jumali

Jumali Selasa, 30 Juni 2026 14:57 WIB

Harianjogja.com, JOGJA—Perusahaan tembakau global British American Tobacco (BAT) mengumumkan langkah besar berupa pengurangan sekitar 9.000 pekerjaan di seluruh dunia sebagai bagian dari program transformasi bisnis yang tengah dijalankan. Kebijakan ini mencakup pemangkasan sekitar 5.500 posisi serta alih daya (outsourcing) terhadap 3.500 pekerjaan lainnya.

Langkah tersebut berdampak pada sekitar seperlima dari total tenaga kerja global perusahaan yang berjumlah sekitar 47.000 karyawan. Kebijakan ini diambil di tengah tekanan industri rokok konvensional yang terus menurun serta dorongan untuk beralih ke produk alternatif dan teknologi digital.

BAT menyebut restrukturisasi ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing. Perusahaan juga menargetkan penghematan biaya tahunan hingga 600 juta pound sterling pada akhir 2028.

CEO BAT, Tadeu Marroco, menegaskan bahwa transformasi ini bertujuan membangun organisasi yang lebih adaptif terhadap perubahan industri global.

“Kami sedang membangun organisasi yang siap menghadapi masa depan, yang lebih lincah, lebih disiplin dalam pengelolaan biaya, dan lebih didukung oleh teknologi,” ujar Marroco, dikutip dari The Guardian, Selasa (30/6/2026).

Ia juga mengakui bahwa keputusan tersebut akan berdampak pada banyak karyawan, namun perusahaan berkomitmen memberikan dukungan selama masa transisi.

“Perubahan ini memengaruhi banyak rekan kerja kami, dan kami berfokus untuk mendukung mereka melalui masa transisi ini dengan kepedulian dan rasa hormat, sembari mempersiapkan bisnis untuk masa depan,” ujarnya.

Meski melakukan pemangkasan tenaga kerja, BAT memastikan operasional di Amerika Serikat tidak terdampak karena dijalankan melalui anak usahanya, Reynolds American.

Dorongan Digitalisasi dan AI

Restrukturisasi ini juga menjadi bagian dari percepatan transformasi digital perusahaan. Dalam beberapa tahun terakhir, BAT mulai mengalihkan sejumlah proses kerja ke sistem berbasis teknologi, termasuk kerja sama dengan perusahaan konsultan teknologi Accenture.

Melalui kemitraan tersebut, sebagian pekerjaan di berbagai negara seperti Inggris, Polandia, Rumania, Kosta Rika, Meksiko, Singapura, hingga Malaysia telah dialihkan ke sistem outsourcing berbasis teknologi dan layanan digital.

CFO sementara BAT, Javed Iqbal, sebelumnya menyebut bahwa penyederhanaan struktur perusahaan akan menjadikan BAT lebih digital dan berbasis kecerdasan buatan (AI).

Tekanan Industri Rokok Global

Selain restrukturisasi organisasi, BAT juga terus mengurangi kapasitas produksi rokok konvensional seiring penurunan permintaan global. Pada Januari, perusahaan menutup salah satu pabrik besar di Afrika Selatan sebagai bagian dari efisiensi operasional.

Perusahaan juga menghadapi tekanan dari meningkatnya peredaran rokok ilegal serta pergeseran konsumen ke produk alternatif nikotin.

BAT memperkirakan volume industri rokok global akan turun sekitar 2,5% pada tahun ini, melanjutkan tren penurunan yang telah terjadi selama beberapa tahun terakhir.

Di tengah kondisi tersebut, langkah efisiensi besar ini menjadi bagian dari upaya BAT untuk bertahan dalam perubahan besar industri tembakau global yang semakin terdorong oleh digitalisasi, regulasi ketat, dan pergeseran perilaku konsumen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |