
LPS membekali 90 mahasiswa UGM untuk mengedukasi literasi keuangan dan inklusi keuangan masyarakat desa di Sumatra. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memperkuat upaya peningkatan literasi keuangan di wilayah perdesaan melalui program LPS Bina Desa dengan melibatkan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang akan menjalankan Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) di sejumlah daerah di Sumatra.
Program ini disiapkan untuk memperluas pemahaman masyarakat terhadap sektor keuangan sekaligus mendorong peningkatan inklusi keuangan hingga ke daerah yang masih memiliki keterbatasan akses informasi perbankan.
Sebanyak 90 mahasiswa UGM yang tergabung dalam tiga tim KKN-PPM mengikuti pembekalan intensif yang digelar di kompleks Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Sleman, DIY. Setelah mengikuti pelatihan tersebut, para mahasiswa dijadwalkan menjalankan pengabdian masyarakat di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kabupaten Samosir, dan Kabupaten Belitung sebagai lokasi sasaran program literasi keuangan desa.
Melalui pembekalan tersebut, LPS menargetkan seluruh peserta KKN-PPM UGM memiliki pemahaman menyeluruh mengenai peran LPS dalam menjaga stabilitas sistem perbankan. Pengetahuan itu nantinya akan diterapkan dalam berbagai kegiatan edukasi dan pendampingan masyarakat agar warga desa semakin memahami pengelolaan keuangan serta layanan perbankan yang tersedia.
Junior Sub Manager Kantor Perwakilan LPS I, Aditya Ery Wibowo, menyampaikan apresiasi atas komitmen civitas akademika UGM, termasuk mahasiswa dan dosen pembimbing, yang terlibat dalam pengembangan masyarakat di wilayah Sumatra. Menurutnya, tiga tim KKN-PPM UGM tersebut menjadi kolaborator pertama dalam pelaksanaan program LPS Bina Desa.
Kolaborasi ini dirancang untuk mendukung tujuan KKN UGM dalam menjawab berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat secara langsung. Kehadiran mahasiswa diharapkan mampu mendorong tumbuhnya kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga melalui penguatan literasi dan inklusi keuangan.
"LPS Bina Desa ini sebagai langkah taktis untuk memberdayakan ekonomi warga perdesaan. Fokus utamanya memacu literasi serta inklusi keuangan yang dikonsep secara jangka panjang, sehingga mampu memberi dampak nyata bagi penguatan fondasi ekonomi desa," ungkap Aditya, dikutip Sabtu (15/6/2026).
Sementara itu, materi mengenai perkembangan industri keuangan dan peran strategis LPS disampaikan oleh Junior Sub Manager Kantor Perwakilan LPS I, Moh Dipo Pradana. Dalam pembekalan tersebut, ia menjelaskan mandat LPS, mekanisme penjaminan simpanan nasabah di bank, serta pentingnya inklusi keuangan sebagai salah satu faktor pendukung pembangunan ekonomi daerah.
Dipo menilai kerja sama antara LPS dan UGM merupakan bentuk komitmen nyata dalam memperluas akses edukasi keuangan kepada masyarakat, terutama di daerah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses terhadap informasi dan layanan perbankan formal.
Sinergi ini mencerminkan komitmen dalam mendekatkan akses edukasi keuangan ke ruang-ruang publik, termasuk menyasar kawasan yang secara geografis terisolasi dari informasi perbankan.
"Kami menaruh harapan besar pada mahasiswa KKN UGM untuk bertindak sebagai jembatan informasi, mengurai kebutuhan sektor keuangan yang sesuai dengan realitas masyarakat di daerah," jelas Dipo.
Program ini juga dipersiapkan untuk berjalan secara berkelanjutan dan tidak hanya menjadi kegiatan jangka pendek. Keberlangsungan program ini dinilai penting untuk meningkatkan indeks literasi keuangan nasional sekaligus memperluas ekosistem inklusi keuangan yang merata di berbagai wilayah Indonesia.
Dengan dukungan mahasiswa KKN-PPM UGM, program literasi keuangan desa ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat serta memperkuat pemahaman warga terhadap layanan keuangan formal di berbagai daerah pelosok Nusantara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online
















































