Keringat Asin dan Mudah Sesak? Waspada Cystic Fibrosis

17 hours ago 4

Keringat Asin dan Mudah Sesak? Waspada Cystic Fibrosis

Seorang sukarelawan, untuk pekerjaan pemulihan, menyeka keringatnya saat istirahat karena gelombang panas di daerah yang terkena banjir di Kurashiki, Prefektur Okayama, Jepang, (14/7)./REUTERS-Issei Kato

Harianjogja.com, JAKARTA—Jangan langsung menganggap diri kurang bugar jika sering kehabisan napas saat beraktivitas atau merasa keringat terasa sangat asin. Dokter spesialis anestesiologi dan manajemen nyeri intervensi asal Amerika Serikat, Dr. Kunal Sood, mengingatkan bahwa gejala tersebut bisa menjadi tanda penyakit genetik serius bernama Cystic Fibrosis.

Melalui penjelasannya yang dikutip dari Hindustan Times, Selasa (16/6/2026), Sood menyebut banyak orang keliru menilai gejala awal penyakit ini sebagai masalah kebugaran biasa. Padahal, Cystic Fibrosis merupakan kondisi genetik yang menyebabkan lendir di dalam tubuh menjadi sangat kental dan lengket.

Lendir abnormal tersebut tidak hanya menumpuk di paru-paru, tetapi juga dapat menyerang pankreas dan organ lain. Akibatnya, fungsi organ terganggu dan memicu berbagai komplikasi serius jika tidak ditangani sejak dini.

Menurut Sood, penyebab utama kondisi ini adalah gangguan pada protein CFTR (Cystic Fibrosis Transmembrane Conductance Regulator). Protein ini berperan penting dalam mengatur keseimbangan garam dan air di dalam sel. Ketika fungsinya terganggu, lendir menjadi sulit dikeluarkan dari tubuh.

“Lendir menjadi lebih tebal dan sulit dibersihkan dari paru-paru,” jelasnya.

Gejala yang Sering Diabaikan

Banyak penderita tidak menyadari tanda-tanda awal penyakit ini. Padahal, ada sejumlah gejala khas yang patut diwaspadai, seperti:

  • Batuk kronis yang tak kunjung sembuh
  • Infeksi saluran pernapasan berulang
  • Napas berbunyi (mengi)
  • Mudah sesak saat aktivitas ringan
  • Keringat terasa sangat asin
  • Mudah dehidrasi atau pusing saat bergerak

Gejala tersebut sering kali dianggap sepele atau dikaitkan dengan kurang olahraga. Padahal, pada beberapa kasus, Cystic Fibrosis baru terdiagnosis saat dewasa karena gejalanya tidak terlalu mencolok sejak kecil.

Tidak Hanya Paru-paru

Selain menyerang sistem pernapasan, penyakit ini juga dapat memengaruhi sistem pencernaan. Penumpukan lendir di pankreas bisa mengganggu proses penyerapan nutrisi, yang pada akhirnya berdampak pada kondisi tubuh secara keseluruhan.

Karena berkaitan dengan keseimbangan garam, penderita juga kerap mengalami keringat yang jauh lebih asin dibandingkan orang pada umumnya.

Pentingnya Deteksi Dini

Sood menekankan bahwa diagnosis Cystic Fibrosis tidak bisa dilakukan secara mandiri. Diperlukan pemeriksaan medis khusus seperti tes klorida pada keringat dan tes genetik untuk memastikan kondisi tersebut.

Ia juga mengingatkan bahwa tubuh sering kali sudah memberikan “sinyal” selama bertahun-tahun sebelum penyakit ini benar-benar teridentifikasi.

“Sering kali tanda-tanda itu sudah ada lama, tetapi baru disadari setelah kondisinya berkembang,” ujarnya.

Para ahli sepakat, mengenali pola gejala sejak dini menjadi kunci penting. Dengan diagnosis cepat, penanganan bisa dilakukan lebih optimal sehingga risiko komplikasi berat dapat ditekan.

Jika Anda mengalami gejala berulang seperti sesak napas tanpa sebab jelas atau keringat yang terasa sangat asin, sebaiknya segera berkonsultasi ke tenaga medis. Langkah ini penting untuk memastikan apakah gejala tersebut hanya masalah kebugaran atau justru indikasi penyakit genetik yang membutuhkan penanganan khusus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |