Hattrick Bersejarah Messi Bawa Argentina Menang dan Samai Rekor Klose

5 hours ago 2

Jumali

Jumali Rabu, 17 Juni 2026 19:57 WIB

Harianjogja.com, JOGJA—Nama Lionel Messi kembali menghiasi buku sejarah Piala Dunia. Kapten Argentina itu mencetak hattrick pertama sepanjang kariernya di turnamen empat tahunan tersebut saat membawa timnya menundukkan Aljazair 3-0 pada laga perdana Grup J Piala Dunia 2026 di Stadion GEHA Field at Arrowhead, Kansas City, Selasa (16/6/2026) waktu setempat atau Rabu pagi WIB.

Tiga gol yang dicetak Messi pada menit ke-17, 60, dan 76 bukan hanya memastikan kemenangan perdana Argentina sebagai juara bertahan. Catatan tersebut juga membuat pemain berusia 38 tahun itu menyamai rekor 16 gol milik legenda Jerman, Miroslav Klose, sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.

Pencapaian tersebut menambah daftar panjang rekor yang berhasil ditorehkan Messi di panggung sepak bola dunia. Selain menyamai torehan gol Klose, ia juga menjadi pemain pertama yang tampil dalam enam edisi Piala Dunia serta pemain tertua yang mampu mencetak hattrick di kompetisi tersebut.

Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, mengaku masih takjub melihat performa sang megabintang yang tetap konsisten menjadi pembeda bagi timnya.

"Dia telah menjadi yang terbaik selama 20 tahun dan dia masih tampil di setiap pertandingan," ujar Scaloni dikutip dari ESPN.

Menurutnya, pencinta sepak bola tidak harus berasal dari Argentina untuk bisa mengagumi apa yang masih dilakukan Messi pada usia yang tidak lagi muda bagi seorang pesepak bola profesional.

Pertandingan sempat berlangsung ketat pada awal babak pertama. Messi sebenarnya sudah membobol gawang Aljazair pada menit keenam, tetapi gol tersebut dianulir karena offside. Tak lama kemudian, Aljazair juga mengalami nasib serupa ketika gol Fares Chaibi dibatalkan VAR setelah bola dinyatakan lebih dulu keluar lapangan.

Argentina akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-17. Menerima ruang di luar kotak penalti, Messi melepaskan tembakan kaki kiri yang meluncur deras ke sudut gawang yang dijaga Luca Zidane, putra legenda Prancis, Zinedine Zidane.

Gol tersebut menjadi momen emosional bagi Messi. Seusai pertandingan, ia mengungkapkan sedang melalui masa sulit dalam beberapa hari terakhir dan berterima kasih kepada rekan-rekan setim serta seluruh anggota delegasi Argentina yang terus memberikan dukungan.

Dominasi Argentina berlanjut setelah turun minum. Pada menit ke-60, Messi dengan sigap memanfaatkan bola muntah hasil tendangan Alexis Mac Allister yang gagal diamankan Luca Zidane untuk menggandakan keunggulan.

Enam belas menit berselang, kombinasi apik dengan pemain pengganti Nico Gonzalez menghasilkan gol ketiga yang sekaligus melengkapi hattrick bersejarahnya. Tembakan kaki kiri Messi kembali tak mampu dijangkau kiper Aljazair.

Saat ditarik keluar pada menit ke-80, ribuan pendukung Argentina yang memenuhi stadion memberikan standing ovation sebagai bentuk penghormatan atas penampilan luar biasa sang kapten.

Di luar sorotan terhadap Messi, Scaloni menilai Aljazair tetap memberikan perlawanan yang menyulitkan. Ia menyebut timnya beberapa kali harus menyesuaikan permainan untuk mengatasi serangan balik lawan.

"Tim ini tahu bahwa siapa pun bisa mengalahkan kami. Jika kami melakukan apa yang harus kami lakukan dan bermain seperti hari ini, akan sulit bagi tim lain untuk mengalahkan kami," katanya.

Kemenangan tersebut sekaligus mengakhiri tren buruk Argentina di laga pembuka sebagai juara bertahan. Pada edisi 1982, 1990, dan 2022, Albiceleste selalu gagal meraih kemenangan dalam pertandingan pertama mereka setelah menjadi juara dunia.

Kini Argentina memimpin langkah awal di Grup J dengan tiga poin. Messi dan kolega selanjutnya akan menghadapi Austria di Dallas Stadium pada 22 Juni sebelum menantang Yordania lima hari kemudian di stadion yang sama.

Sementara itu, rival abadi Messi, Cristiano Ronaldo, berpeluang menyamai rekor enam penampilan Piala Dunia apabila tampil bersama Portugal dalam pertandingan melawan Republik Demokratik Kongo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |