Bukan Buatan AS! Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China

4 hours ago 2

Jumali

Jumali Rabu, 17 Juni 2026 21:37 WIB

Harianjogja.com, JOGJA—Trump T1 Phone yang dipasarkan sebagai ponsel beridentitas Amerika kini menjadi perbincangan di kalangan pengamat teknologi. Perangkat yang dijual dengan harga promosi US$499 atau sekitar Rp8,8 juta itu disebut memiliki kemiripan sangat tinggi dengan HTC U24 Pro setelah menjalani serangkaian pengujian teknis dan pembongkaran komponen.

Temuan tersebut berasal dari tim iFixit yang melakukan analisis mendalam terhadap kedua perangkat. Sebelum dibongkar, Trump T1 Phone dan HTC U24 Pro terlebih dahulu diperiksa menggunakan pemindai CT industri untuk melihat struktur internal tanpa merusak perangkat.

Hasil pemeriksaan menunjukkan tata letak komponen di dalam kedua ponsel nyaris identik. Temuan itu kemudian diperkuat melalui proses teardown atau pembongkaran menyeluruh hingga tingkat komponen.

Salah satu pengujian yang paling menarik adalah ketika motherboard HTC U24 Pro dipasang ke bodi Trump T1 Phone. Perangkat disebut tetap dapat beroperasi secara normal tanpa kendala berarti.

Temuan tersebut memunculkan dugaan bahwa Trump T1 Phone merupakan perangkat yang berbasis pada desain dan platform yang sama dengan HTC U24 Pro, dengan sejumlah penyesuaian pada bagian tertentu.

Dari sisi spesifikasi, kedua ponsel memiliki banyak kesamaan. Keduanya menggunakan chipset Snapdragon 7 Gen 3, RAM 12 GB, penyimpanan internal 512 GB, serta panel layar OLED yang disebut berasal dari pemasok yang sama.

Perbedaan yang ditemukan lebih banyak berada pada detail minor, seperti desain grille speaker dan posisi lampu flash kamera yang sedikit berbeda.

Komponen yang paling mencolok perbedaannya adalah baterai. Trump T1 Phone dibekali baterai berkapasitas 5.000 mAh dengan dukungan pengisian daya 30 watt. Sementara HTC U24 Pro menggunakan baterai 4.600 mAh dengan kemampuan pengisian cepat hingga 60 watt.

Temuan tersebut kemudian memunculkan perdebatan terkait strategi pemasaran Trump T1 Phone yang sebelumnya menggunakan narasi "Proudly American".

Dalam materi promosinya, perangkat itu diposisikan sebagai simbol inovasi dan kemandirian teknologi Amerika Serikat. Namun setelah berbagai temuan teknis tersebut muncul, perhatian publik beralih pada asal-usul perangkat dan rantai produksinya.

Menurut laporan yang beredar, Trump Mobile kini lebih sering menggunakan istilah "Assembled in USA" dibandingkan klaim sebelumnya yang menyebut perangkat tersebut dibuat di Amerika Serikat.

Perubahan narasi tersebut memicu spekulasi bahwa sebagian besar komponen utama kemungkinan berasal dari luar negeri, sementara proses tertentu dilakukan di Amerika Serikat.

Di industri teknologi global, praktik penggunaan Original Design Manufacturer (ODM) sebenarnya bukan hal baru. Banyak merek ponsel menggunakan desain dan platform perangkat yang dikembangkan perusahaan lain sebelum dipasarkan dengan identitas merek masing-masing.

Karena itu, isu utama yang menjadi perhatian bukan sekadar kesamaan perangkat, melainkan sejauh mana klaim pemasaran mencerminkan proses pengembangan dan produksi yang sebenarnya.

Dengan banderol sekitar Rp8,8 juta, Trump T1 Phone masuk ke segmen menengah atas yang cukup kompetitif. Konsumen memiliki banyak pilihan perangkat dengan spesifikasi serupa, termasuk model yang menjadi pembanding dalam hasil pembongkaran tersebut.

Meski demikian, daya tarik utama Trump T1 Phone tampaknya bukan terletak pada spesifikasi teknis semata, melainkan pada identitas merek dan narasi yang menyertainya.

Temuan teardown ini menunjukkan bagaimana klaim pemasaran sebuah perangkat dapat menjadi bahan pengujian publik, terutama ketika menyangkut isu asal produk dan proses produksinya. Bagi konsumen, transparansi informasi tetap menjadi faktor penting sebelum memutuskan membeli sebuah perangkat teknologi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |