AS-Iran Capai Kesepakatan Awal, Selat Hormuz Segera Dibuka

19 hours ago 5

AS-Iran Capai Kesepakatan Awal, Selat Hormuz Segera Dibuka

Presiden Ameriksa Serikat (AS), Donald Trump. /Reuters-Jonathan Ernst

Harianjogja.com, TOKYO — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan tercapainya kesepakatan awal dengan Iran yang membuka peluang perdamaian di kawasan Timur Tengah. Salah satu poin penting dalam kesepakatan tersebut adalah rencana pembukaan kembali Selat Hormuz untuk pelayaran komersial.

Trump menyebut jalur strategis tersebut diharapkan kembali beroperasi penuh mulai Jumat (19/6/2026). Pernyataan itu disampaikan saat pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Evian-les-Bains, Prancis.

“Kami melihat banyak perkembangan positif di Timur Tengah. Dampaknya, harga minyak bisa turun signifikan dan pasar saham bergerak naik,” ujar Trump.

Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia karena menjadi lintasan utama distribusi minyak global. Pembukaan kembali jalur ini dinilai berpotensi meredakan tekanan pada pasar energi internasional.

Meski demikian, pejabat senior Amerika Serikat mengingatkan bahwa normalisasi lalu lintas di Selat Hormuz kemungkinan tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Diperkirakan, kondisi stabil baru bisa tercapai dalam beberapa pekan ke depan.

Dalam kesepakatan awal tersebut, kedua negara menyetujui pembukaan Selat Hormuz selama 60 hari tanpa pungutan biaya. Masa ini akan dimanfaatkan sebagai periode negosiasi lanjutan untuk menyusun perjanjian permanen.

Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat belum akan melonggarkan sanksi terhadap Iran hingga negara tersebut memenuhi seluruh komitmen, termasuk terkait program nuklirnya.

“Hal paling penting adalah memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir,” tegasnya.

Nota kesepahaman itu dilaporkan telah ditandatangani secara digital oleh sejumlah pejabat tinggi, termasuk Wakil Presiden AS J.D. Vance dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf. Penandatanganan resmi dijadwalkan berlangsung di Swiss dalam waktu dekat.

Selanjutnya, kedua negara akan memasuki fase negosiasi teknis selama 60 hari. Dalam tahap ini, berbagai isu krusial seperti pengembangan nuklir Iran dan pengaturan keamanan kawasan akan dibahas lebih mendalam.

Sementara itu, militer AS tetap mempertahankan kekuatan pasukannya di Timur Tengah sebagai langkah antisipasi selama proses negosiasi berlangsung.

Kesepakatan awal ini menjadi sinyal positif bagi stabilitas geopolitik global, terutama di tengah ketegangan yang sebelumnya sempat memicu kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi dunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |