Jumali Selasa, 19 Mei 2026 14:27 WIB

Media sosial X - ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, JOGJA— Pengguna akun gratis di platform X kini harus lebih berhati-hati saat membuat unggahan. Platform milik Elon Musk tersebut resmi memangkas drastis batas aktivitas harian untuk akun non-terverifikasi, mulai dari jumlah postingan hingga pesan langsung.
Perubahan aturan tersebut langsung memicu perhatian pengguna aktif yang selama ini terbiasa membuat banyak unggahan, thread panjang, atau membalas percakapan secara intens dalam satu hari.
Android Headlines melaporkan, dalam kebijakan terbaru, akun gratis di X kini hanya diperbolehkan membuat maksimal 50 unggahan orisinal dan 200 balasan per hari. Jumlah tersebut turun drastis dibanding kebijakan sebelumnya yang masih memberi ruang hingga sekitar 2.400 pembaruan harian.
Platform media sosial X diketahui mulai memperketat pembatasan teknis sejak berada di bawah kepemimpinan Elon Musk.
Tidak hanya membatasi secara harian, X juga menerapkan sistem kuota dalam interval waktu tertentu. Pengguna bisa terkena pembatasan sementara jika terlalu banyak mengirim atau menjadwalkan unggahan hanya dalam waktu 30 menit.
Kondisi ini membuat akun dapat terkunci sementara meski belum mencapai batas total unggahan harian. Situasi tersebut diperkirakan bakal paling terasa bagi pengguna yang sering melakukan live tweet, membuat thread panjang, atau aktif membalas percakapan saat ada isu viral dan pertandingan olahraga berlangsung.
Selain postingan dan balasan, pembatasan juga diterapkan pada fitur komunikasi lain. Akun gratis kini hanya diperbolehkan mengirim maksimal 500 pesan langsung per hari.
X juga membatasi jumlah akun yang dapat diikuti pengguna menjadi 400 akun per hari. Bahkan, ketika jumlah following telah mencapai 5.000 akun, pengguna tidak bisa lagi menambah akun baru untuk diikuti.
Perubahan alamat e-mail pada akun juga ikut dibatasi. Pengguna hanya diperbolehkan mengganti alamat e-mail maksimal empat kali dalam satu jam.
Perusahaan berdalih kebijakan tersebut diterapkan untuk menjaga stabilitas sistem dan mengurangi gangguan infrastruktur server. Namun bagi banyak pengguna, aturan baru ini dianggap sebagai bentuk dorongan halus agar lebih banyak orang beralih ke layanan berbayar X Premium.
Saat ini, X menawarkan beberapa pilihan paket langganan di Indonesia. Untuk paket bulanan, tarif Basic dibanderol sekitar Rp31.000, Premium Rp42.150, dan Premium Plus Rp327.000 di luar pajak.
Sementara untuk paket tahunan, pengguna dikenai biaya sekitar Rp325.000 untuk Basic, Rp843.600 untuk Premium, dan sekitar Rp538.333 untuk Premium Plus. Perbedaan harga pada beberapa paket sempat memicu perhatian pengguna karena muncul selisih yang dinilai tidak biasa.
Melalui layanan berbayar tersebut, pengguna memperoleh sejumlah fitur tambahan seperti edit unggahan, posting lebih panjang, unduh video, prioritas balasan, hingga akses fitur kecerdasan buatan atau AI yang lebih luas.
Untuk paket Premium dan Premium Plus, pengguna juga mendapatkan centang biru, pengurangan iklan, akses monetisasi kreator, verifikasi identitas, serta fitur tambahan lain yang tidak tersedia pada akun gratis.
Salah satu syarat utama untuk berlangganan layanan Premium adalah kewajiban verifikasi nomor telepon aktif. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan keamanan akun sekaligus mengurangi penyalahgunaan identitas di platform.
Bagi pengguna yang tetap memilih menggunakan akun gratis, pembatasan baru ini membuat pola penggunaan media sosial harus mulai diubah. Aktivitas seperti membalas mention secara beruntun atau membuat banyak unggahan dalam waktu singkat kini berisiko memicu pembatasan otomatis dari sistem.
Kebijakan terbaru ini juga memperlihatkan arah bisnis X yang semakin fokus pada model langganan berbayar. Fenomena serupa mulai banyak diterapkan platform digital lain yang berusaha mengurangi ketergantungan terhadap pendapatan iklan sekaligus meningkatkan pemasukan langsung dari pengguna aktif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































