Janice Tjen Hadapi Ujian Berat di Laga Perdana Maroko Open 2026

3 hours ago 1

Jumali

Jumali Selasa, 19 Mei 2026 15:17 WIB

Harianjogja.com, JOGJA— Petenis Indonesia Janice Tjen akan memulai kiprahnya di turnamen WTA 250 Maroko Open 2026 dengan menghadapi Caijsa Wilda Hennemann pada babak pertama di Club des Cheminots, Rabat, Maroko, Selasa (19/5/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.

WTA 250 Rabat 2026 menjadi panggung penting bagi Janice yang saat ini menyandang status unggulan pertama turnamen tersebut.

Laga ini diprediksi tidak mudah meski secara peringkat Janice Tjen jauh lebih unggul. Petenis Indonesia itu saat ini berada di peringkat 41 dunia, sementara lawannya, Caijsa Wilda Hennemann, menempati peringkat 292 dunia.

Namun, Hennemann datang dengan modal kuat setelah melalui dua laga kualifikasi. Ia berhasil menyingkirkan Maria Teixido Garcia di babak pertama kualifikasi, lalu mengalahkan Dalila Spiteri untuk memastikan tempat di babak utama.

Rangkaian kemenangan tersebut membuat Hennemann berada dalam kondisi pertandingan yang lebih stabil dan sudah beradaptasi dengan kondisi lapangan tanah liat di Rabat.

Dalam dunia tenis, perbedaan peringkat tidak selalu menjadi jaminan kemenangan. Momentum, ritme pertandingan, dan adaptasi lapangan sering menjadi faktor penentu hasil akhir, terutama di turnamen WTA yang kompetitif.

Janice Tjen sendiri dalam beberapa waktu terakhir lebih banyak menunjukkan performa stabil di sektor ganda dibandingkan tunggal.

Petenis berusia 24 tahun asal Jakarta itu kerap mencuri perhatian bersama pasangan ganda Aldila Sutjiadi, namun di sektor tunggal ia masih berupaya mengembalikan konsistensi permainan terbaiknya.

Turnamen di Rabat ini menjadi momentum penting bagi Janice untuk membuktikan kapasitasnya sebagai unggulan pertama sekaligus mengumpulkan poin penting untuk peringkat WTA.

Permukaan lapangan tanah liat di Club des Cheminots juga menjadi faktor yang harus dihadapi kedua petenis. Karakter lapangan yang lebih lambat menuntut kesabaran, konsistensi rally panjang, serta kemampuan adaptasi yang baik.

Kondisi cuaca di Rabat yang relatif stabil dengan suhu 18–25 derajat Celsius diperkirakan mendukung jalannya pertandingan, meski faktor kelembapan tetap bisa memengaruhi laju bola di lapangan.

Janice dikenal dengan gaya permainan agresif, terutama melalui pukulan forehand keras dan pergerakan cepat di baseline. Sementara Hennemann memiliki karakter permainan defensif yang solid dan kemampuan bertahan dalam reli panjang.

Kunci pertandingan diperkirakan terletak pada kemampuan Janice untuk mengontrol tempo sejak awal laga dan tidak memberi ruang bagi lawan untuk berkembang.

Dukungan publik Indonesia diharapkan menjadi tambahan motivasi bagi Janice Tjen untuk membuka turnamen ini dengan hasil positif dan menjaga peluang melangkah lebih jauh di Maroko Open 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |