
Salah satu UMKM di Kampung Wisata Jogja turut menjajakan produknya dalam kunjungan legislatif. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Kota Jogja mulai mengubah pola kunjungan kerja (kunker) legislatif daerah dengan membawa tamu dewan langsung ke kampung wisata. Strategi baru ini dipakai untuk menggerakkan ekonomi warga sekaligus memperkuat promosi pariwisata berbasis masyarakat di Kota Jogja.
Puluhan anggota DPRD dari berbagai daerah tampak mendatangi Kampung Wisata Rejowinangun, Selasa (19/5/2026). Dalam kunjungan tersebut, para tamu diajak menikmati produk UMKM lokal mulai dari kuliner tradisional, suvenir, hingga jamu racikan warga setempat.
Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Jogja, Indaruwanto Eko Cahyono, mengatakan program tersebut dirancang agar agenda kunjungan kerja tidak lagi monoton dan hanya berlangsung di ruang rapat formal.
Selain itu, tingginya jumlah tamu DPRD dari luar daerah dinilai dapat dimanfaatkan untuk menciptakan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.
“Ini adalah inovasi baru yang kami inisiasi bersama Dinas Pariwisata dan Sekretariat DPRD Kota Yogyakarta,” ujar Indaruwanto saat ditemui di sela penyambutan tamu.
Kota Jogja Jadi Tujuan Favorit Kunker DPRD
Menurut pria yang akrab disapa Ndaru itu, Kota Jogja selama ini menjadi salah satu tujuan utama kunjungan kerja DPRD dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam sehari, jumlah legislator yang datang ke Kota Jogja disebut bisa mencapai lebih dari 100 orang. Kondisi tersebut kemudian mendorong lahirnya gagasan untuk mengarahkan para tamu langsung ke kampung wisata dan sentra UMKM warga.
“Kota Yogyakarta ini salah satu tujuan kunker favorit bagi DPRD se-Indonesia. Setiap hari pasti ada lebih dari 100 anggota dewan yang datang ke sini,” katanya.
Program tersebut dijalankan melalui kolaborasi antara DPRD Kota Jogja, Dinas Pariwisata, dan Sekretariat DPRD Kota Jogja. Nantinya, tamu yang mendaftar melalui aplikasi sekretariat diarahkan menuju lokasi kampung wisata yang telah ditentukan.
Perputaran Uang Tembus Rp10 Juta dalam Empat Jam
Pengalihan lokasi kunjungan kerja ke kampung wisata terbukti memberikan dampak ekonomi cepat bagi pelaku UMKM. Berdasarkan data di lapangan, satu kali kunjungan dengan durasi sekitar empat jam mampu menghasilkan perputaran uang rata-rata hingga Rp10 juta.
Pada uji coba di Kampung Wisata Mantrijeron, misalnya, sekitar 150 tamu DPRD berhasil menciptakan transaksi lebih dari Rp11 juta.
Sementara itu, Kampung Wisata Sosromenduran mencatat transaksi Rp5,6 juta dari sekitar 100 tamu. Adapun Kampung Wisata Purbayan membukukan omzet UMKM sebesar Rp7,5 juta hanya dalam waktu singkat.
Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Jogja, Husni Eko Prabowo, mengatakan lonjakan transaksi tersebut terjadi hanya dalam rentang waktu pagi hingga siang hari.
“Hanya dalam waktu empat jam saja, dari jam 8 pagi sampai jam 12 siang saat penerimaan tamu,” ujar Husni.
45 Kampung Wisata Disiapkan
Meski persiapan kunjungan sering dilakukan mendadak, antusiasme pelaku UMKM dan pengelola kampung wisata disebut tetap tinggi.
“Persiapan kami kadang hanya satu hari, tetapi UMKM-nya ini luar biasa, sangat antusias,” kata Indaruwanto.
Saat ini program kunjungan kerja berbasis kampung wisata baru diterapkan di empat lokasi sebagai proyek percontohan. Namun, Dinas Pariwisata Kota Jogja menargetkan skema tersebut dapat diperluas secara bertahap ke seluruh kampung wisata di Kota Jogja.
Total terdapat 45 kampung wisata yang kini sedang menjalani proses kurasi standar pelayanan dan kelayakan agar siap menerima kunjungan tamu kedewanan dari berbagai daerah.
Selain mendongkrak omzet UMKM, program ini juga diproyeksikan menjadi sarana promosi wisata jangka panjang. Pemkot Jogja berharap para anggota DPRD yang datang dapat mengenalkan potensi kampung wisata Jogja ke daerah asal mereka dan kembali berkunjung bersama keluarga di kemudian hari.
“Harapannya, setelah mereka pulang ke daerah masing-masing, minimal mereka tahu kalau di Jogja ada kampung wisata yang menarik. Mereka pasti akan kembali lagi ke sini,” ujar Husni.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































