Grok Build Jadi Senjata Baru xAI di Dunia Coding AI

2 hours ago 1

Jumali

Jumali Selasa, 19 Mei 2026 16:17 WIB

Grok Build Jadi Senjata Baru xAI di Dunia Coding AI

Artificial Intelligence alias kecerdasan buatan - Ilustrasi/Freepik

Harianjogja.com, JOGJA— Perusahaan kecerdasan buatan milik xAI kembali menarik perhatian industri teknologi dengan meluncurkan Grok Build, sebuah asisten coding berbasis AI yang dirancang untuk menantang produk serupa seperti Claude Code dari Anthropic. Kehadiran tool ini mempertegas persaingan yang semakin ketat di sektor pengembangan perangkat lunak berbasis AI.

Berbeda dari kebanyakan asisten pemrograman yang mengandalkan antarmuka grafis, Engadget melaporkan, Grok Build mengusung pendekatan terminal atau command line interface (CLI). Model ini menyasar developer yang sudah terbiasa bekerja di lingkungan coding berbasis teks, sehingga integrasinya dengan workflow yang sudah ada menjadi lebih cepat dan efisien.

Saat ini, Grok Build masih berada dalam tahap beta dan hanya tersedia bagi pelanggan paket SuperGrok Heavy. Layanan tersebut dipatok sekitar 300 dolar AS per bulan atau setara kurang lebih Rp5 juta, menjadikannya salah satu layanan AI coding dengan harga premium di pasar.

Meski harganya tinggi, xAI mengklaim Grok Build memang ditujukan untuk kebutuhan profesional yang kompleks, bukan sekadar alat bantu penulisan kode sederhana. Salah satu fitur utama yang menjadi sorotan adalah plan mode, yaitu sistem yang memungkinkan AI menyusun langkah-langkah perubahan kode sebelum benar-benar dijalankan.

Dalam mode ini, pengguna dapat meninjau rencana yang dibuat AI, melakukan koreksi, atau bahkan menolak seluruh eksekusi. Setelah disetujui, setiap perubahan kode akan ditampilkan dalam format diff, sehingga memudahkan proses audit dan code review. Fitur ini dianggap penting untuk menjaga transparansi sekaligus mengurangi risiko kesalahan dalam proyek besar.

Selain itu, Grok Build juga dibekali kemampuan sub-agent yang memungkinkan pembagian tugas kompleks menjadi beberapa proses paralel. Sistem ini memanfaatkan Git Worktrees agar setiap agen dapat bekerja di ruang terpisah tanpa mengganggu branch utama proyek.

Dari sisi teknis, Grok Build diklaim mampu mengenali struktur proyek secara otomatis, mulai dari bahasa pemrograman yang digunakan hingga konfigurasi folder dan file penting. Tool ini juga mendukung plugin, hooks, skill, serta Model Context Protocol (MCP), yang memungkinkan integrasi lebih luas dengan berbagai layanan dan sumber data eksternal.

Meski membawa sejumlah inovasi, peluncuran Grok Build tetap tidak lepas dari sorotan. Produk AI sebelumnya dari xAI sempat menuai kritik terkait moderasi konten, sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai konsistensi keamanan pada produk barunya.

Di sisi lain, Elon Musk sebelumnya juga mengakui bahwa perusahaannya masih tertinggal dari pemain besar seperti OpenAI dalam sejumlah aspek teknologi kecerdasan buatan. Peluncuran Grok Build disebut menjadi bagian dari strategi mengejar ketertinggalan tersebut, khususnya di segmen AI coding profesional yang kini semakin kompetitif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |