Slovakia Dilanda Gelombang Panas, Dua Wilayah Krisis Air Minum

2 hours ago 3

Newswire

Newswire Sabtu, 08 Agustus 2026 20:47 WIB

Slovakia Dilanda Gelombang Panas, Dua Wilayah Krisis Air Minum

Ilustrasi geothermal atau panas bumi. - Foto dibuat oleh AI/StockCake

Harianjogja.com, JAKARTA—Gelombang panas ekstrem yang melanda Slovakia memicu krisis air minum di sejumlah wilayah. Pemerintah setempat akhirnya menetapkan status darurat di dua permukiman di bagian timur negara tersebut.

Status darurat diberlakukan di Nizny Caj dan Vysny Caj, dua permukiman yang berada di dekat Kosice, kota terbesar kedua di Slovakia. Kekeringan, suhu udara yang sangat tinggi, serta keterbatasan pasokan air menjadi faktor utama penetapan status tersebut.

Kantor berita Slovakia, TASR, melaporkan status darurat ditetapkan pada Jumat (7/8/2026). Kebijakan itu berlaku hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.

Kedua permukiman tersebut diketahui belum memiliki sistem penyediaan air umum. Pemerintah setempat kemudian mengambil langkah dengan mengatur distribusi air minum bagi warga untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

Suhu Slovakia Tembus 42,2 Derajat Celsius

Krisis air tersebut terjadi ketika Slovakia menghadapi periode panas ekstrem. Suhu udara di negara tersebut bahkan beberapa kali mencatat rekor baru.

Pada Kamis (6/8/2026), suhu Slovakia mencapai 42,2 derajat Celsius. Angka tersebut menjadi suhu tertinggi yang pernah tercatat dalam sejarah negara tersebut.

Kondisi panas ekstrem meningkatkan tekanan terhadap ketersediaan air, terutama di wilayah yang belum memiliki sistem distribusi air umum.

Situasi tersebut membuat pemerintah daerah harus mengambil langkah darurat agar masyarakat tetap mendapatkan pasokan air minum selama gelombang panas berlangsung.

Korea Selatan Juga Dilanda Gelombang Panas

Gelombang panas ekstrem juga terjadi di sejumlah negara lain. Sebagian besar wilayah Korea Selatan, misalnya, menghadapi suhu siang hari yang diperkirakan mencapai 37 derajat Celsius.

Kondisi panas dan lembap tersebut diperkirakan masih berlangsung hingga akhir Agustus. Administrasi Meteorologi Korea (KMA) meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca panas.

Selain suhu tinggi, sejumlah wilayah Korea Selatan juga menghadapi potensi hujan lebat.

KMA memperkirakan wilayah pesisir timur serta kawasan pegunungan Provinsi Gangwon dapat menerima hujan hingga 100 milimeter pada Sabtu (8/8/2026) sore.

Kombinasi suhu tinggi dan hujan lebat membuat masyarakat di sejumlah wilayah diminta memperhatikan perkembangan informasi cuaca.

Italia Tetapkan Siaga Merah di 19 Kota

Italia juga menghadapi gelombang panas ekstrem. Kondisi tersebut mendorong Kementerian Kesehatan Italia menetapkan status siaga tinggi di 19 kota, termasuk Roma, pada Kamis (6/8/2026).

Status siaga "merah" diberlakukan karena suhu ekstrem dinilai dapat membahayakan kelompok rentan, seperti lansia dan masyarakat dengan kondisi kesehatan tertentu.

Namun, peringatan tersebut juga berlaku lebih luas karena cuaca panas ekstrem dinilai dapat memberikan dampak terhadap masyarakat secara umum.

Gelombang panas yang terjadi secara bersamaan di berbagai negara tersebut menunjukkan bahwa suhu ekstrem masih menjadi salah satu ancaman cuaca yang perlu diwaspadai selama musim panas 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |