Rusia Kembalikan 528 Jenazah Tentara Ukraina

6 hours ago 2

Rusia Kembalikan 528 Jenazah Tentara Ukraina

Foto ilustrasi bendera Rusia dan Ukraina, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.

Harianjogja.com, KYIV—Rusia kembali menyerahkan ratusan jenazah tentara kepada Ukraina dalam proses repatriasi terbaru di tengah perang yang masih berlangsung. Markas Koordinasi Ukraina untuk Penanganan Tahanan Perang pada Sabtu (16/5/2026) menyebut sebanyak 528 jenazah tentara yang gugur telah dikembalikan dari pihak Rusia.

Pihak berwenang Ukraina menjelaskan jenazah tersebut, yang menurut Rusia kemungkinan merupakan personel militer Ukraina, dipulangkan sebagai bagian dari mekanisme repatriasi antara kedua negara.

Dalam pernyataan resmi yang diunggah melalui Facebook, otoritas Ukraina menyebut penyidik penegak hukum bersama tim ahli forensik akan melakukan proses identifikasi terhadap seluruh korban yang telah dikembalikan tersebut.

Sebelumnya, kantor berita Rusia Tass pada Jumat (15/5/2026) melaporkan Rusia dan Ukraina telah melakukan pertukaran jenazah tentara yang gugur. Mengutip sumber yang tidak disebutkan identitasnya, Tass menyebut Rusia menyerahkan 526 jenazah dan menerima 41 jenazah dari Ukraina.

Meski demikian, hingga kini pemerintah Rusia belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait pertukaran jenazah tentara antara kedua negara tersebut.

Proses repatriasi jenazah tentara Rusia dan Ukraina sebelumnya juga berlangsung pada April 2026. Saat itu, Rusia menyatakan telah menyerahkan 1.000 jenazah tentara kepada Ukraina, sedangkan pihak Ukraina menyerahkan 41 jenazah kepada Rusia.

Ukraina mengonfirmasi telah menerima 1.000 jenazah dari Rusia dalam proses pertukaran tersebut. Namun, pemerintah Ukraina tidak merinci jumlah jenazah yang diserahkan kepada pihak Rusia.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Rusia pada 2 Februari 2026 menyatakan sejak Juni 2025 lebih dari 12.000 jenazah telah dikembalikan kepada Ukraina. Dalam periode yang sama, Rusia disebut telah menerima lebih dari 200 jenazah prajuritnya sendiri.

Kementerian Luar Negeri Rusia juga menyebut sebanyak 17 putaran pertukaran tawanan perang dan tahanan antara Rusia dan Ukraina yang dimediasi Uni Emirat Arab sepanjang 2024 hingga 2025 telah menghasilkan pembebasan lebih dari 4.000 orang.

Rusia-Ukraina

Hubungan Rusia dan Ukraina memiliki akar sejarah yang panjang sejak masa Kekaisaran dan Uni Soviet. Namun, babak baru konflik modern dimulai ketika Uni Soviet runtuh pada tahun 1991, dan Ukraina memilih berdiri sebagai negara merdeka yang berdaulat.

Ketegangan geopolitik mulai membara akibat perbedaan haluan: Ukraina ingin bergerak mendekat ke Uni Eropa dan NATO demi jaminan keamanan, sementara Rusia memandang pergeseran tersebut sebagai ancaman langsung di perbatasan mereka.

Titik didih terjadi pada tahun 2014 saat Revolusi Maidan menggulingkan presiden Ukraina yang pro-Moskow. Merespons hal itu, Rusia bergerak cepat mencaplok Semenanjung Krimea dan mendukung gerakan separatis di wilayah Donbas, Ukraina Timur.
Setelah situasi membeku dalam konflik skala kecil selama bertahun-tahun, ketegangan mencapai puncaknya pada 24 Februari 2022.

Rusia meluncurkan invasi skala penuh yang memicu perang konvensional terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II. Didorong oleh perlawanan sengit rakyat Ukraina serta dukungan persenjataan dari Barat, konflik ini bertransformasi menjadi perang berkepanjangan yang mengubah tatanan geopolitik dan ekonomi global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |