
Foto ilustrasi kendaraan di Simpang Gardu Anim saat akan memasuki kawasan Malioboro saat libur panjang. /Harian Jogja-Gigih M. Hanafi.
Harianjogja.com, JOGJA—Kawasan Malioboro Jogja mulai dipadati wisatawan selama libur panjang Kenaikan Isa Almasih 2026. Peningkatan jumlah pengunjung terlihat sejak Rabu (13/5/2026) sore, terutama pada jam-jam ramai menjelang malam hari.
Lonjakan aktivitas wisata juga diikuti meningkatnya volume kendaraan yang masuk ke kawasan Malioboro. Kondisi tersebut mulai terasa sejak awal long weekend, terutama saat jam bebas kendaraan ketika wisatawan lebih leluasa menikmati suasana kawasan wisata ikonik di Kota Jogja tersebut.
Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Disbud Kota Jogja, Fitria Dyah Anggraeni, mengatakan pihaknya masih melakukan rekapitulasi jumlah kunjungan wisatawan menggunakan metode yang sama seperti saat libur Lebaran lalu.
“Secara volume jelas mulai terlihat naik sejak Rabu malam kemarin. Tapi sampai sekarang kami masih merekap data, jadi angka pastinya belum bisa kami sampaikan,” ujarnya, Jumat (15/5/2026).
Menurut Fitria, peningkatan kunjungan wisatawan di Malioboro sebenarnya sudah mulai tampak beberapa hari sebelum long weekend dimulai. Pada hari biasa, suasana kawasan tersebut mulai terlihat lebih ramai sejak pagi meski kenaikannya belum terlalu signifikan.
“Nah, begitu memasuki Rabu sore menuju long weekend memang sudah mulai terasa volume pengunjung meningkat, termasuk volume kendaraan,” katanya.
Ia menilai lonjakan wisatawan dipengaruhi beberapa faktor, mulai dari momentum libur panjang Kenaikan Isa Almasih hingga masa selesai ujian sekolah yang membuat banyak pelajar datang ke Jogja bersama keluarga. Selain itu, calon mahasiswa juga mulai berdatangan untuk survei kampus maupun sekolah di Kota Pelajar.
“Sudah ada anak-anak yang selesai ujian, baik SMP maupun SMA. Ada juga calon mahasiswa yang mungkin mulai survei atau mencari sekolah dan kampus di Jogja,” ujarnya.
Fitria menjelaskan waktu paling padat di kawasan Malioboro terjadi mulai pukul 15.00 WIB hingga malam hari. Pada jam tersebut, rombongan wisatawan mulai berdatangan dan kepadatan pengunjung semakin terasa.
Menurut dia, suasana paling ramai terjadi saat jam bebas kendaraan diberlakukan karena wisatawan cenderung menghabiskan waktu lebih lama di sepanjang kawasan Malioboro, bukan hanya sekadar melintas.
“Kalau sore dan malam hari memang paling terasa peningkatannya. Saat jam bebas kendaraan, pengunjung juga cenderung lebih lama tinggal di kawasan Malioboro, tidak hanya sekadar melintas,” katanya.
Meski arus wisatawan meningkat, pihak pengelola belum dapat memastikan komposisi pengunjung yang datang, apakah lebih banyak didominasi rombongan bus pariwisata atau wisatawan dalam kelompok kecil dan keluarga.
Pihaknya juga menargetkan data resmi jumlah kunjungan wisatawan selama long weekend mulai dirilis pada Kamis ini.
Terkait perbandingan dengan long weekend sebelumnya pada awal Mei 2026, Fitria memperkirakan tingkat kunjungan wisatawan ke Malioboro kali ini berpotensi lebih tinggi. Selain durasi libur yang lebih panjang, momentum kali ini juga tidak bersamaan dengan agenda demonstrasi Hari Buruh seperti pada awal Mei lalu.
“Kalau yang sekarang kan benar-benar masa libur panjang dari Kamis sampai Minggu dan bertepatan juga dengan masa libur anak-anak setelah ujian. Jadi kemungkinan memang lebih tinggi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































