
Foto ilustrasi tempat kejadian perkara. - Freepik
Harianjogja.com, BANGKOK—Kecelakaan maut terjadi di Bangkok, Thailand, setelah kereta barang menabrak sebuah bus di perlintasan rel dekat Stasiun Makkasan, jalur Airport Rail Link, Sabtu. Insiden tersebut menyebabkan delapan orang meninggal dunia dan 32 lainnya mengalami luka-luka.
Petugas pemadam kebakaran bersama tim penyelamat langsung dikerahkan ke lokasi setelah kobaran api melalap bus dan sejumlah kendaraan di sekitar area tabrakan. Selain bus dan kereta barang, kecelakaan itu juga melibatkan beberapa mobil serta sepeda motor yang berada di sekitar perlintasan rel.
Wakil Menteri Transportasi Thailand, Siripong Angkasakulkiat, mengatakan laporan awal menunjukkan bus berhenti tepat di atas rel ketika lampu lalu lintas menyala merah. Kondisi tersebut membuat palang pintu perlintasan tidak dapat tertutup sempurna.
Menurut dia, kereta barang yang sedang mengangkut kontainer tidak mampu berhenti tepat waktu sehingga tabrakan dengan bus tidak dapat dihindari.
“Delapan orang tewas dan 32 luka-luka, dengan korban luka dirawat di berbagai rumah sakit. Kedelapan korban tewas semuanya berada di dalam bus,” kata Siripong kepada wartawan.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan detik-detik kereta menghantam bus dan menyeret sejumlah kendaraan lain yang berada di sekitar rel kereta api. Rekaman tersebut memperlihatkan kerasnya benturan hingga memicu kebakaran besar di lokasi kejadian.
Salah seorang saksi mata, Wanthong Kokpho, pengemudi ojek yang berada di sekitar lokasi, mengatakan bus tidak dapat bergerak karena terjebak antrean kendaraan saat lampu merah menyala.
“Bus tersebut terjebak di lampu merah, jadi tidak bisa bergerak. Mobil-mobil juga terhalang dan tidak bisa maju,” katanya kepada Reuters.
Ia menambahkan kobaran api langsung membesar sesaat setelah tabrakan terjadi. Menurutnya, jumlah korban berpotensi lebih besar apabila kecelakaan itu terjadi pada hari kerja dengan kondisi lalu lintas yang lebih padat.
“Kebakaran langsung berkobar ... Jika ini terjadi pada hari kerja biasa, kerusakannya akan jauh lebih buruk,” ujarnya.
Tim penyelamat terus berupaya mengevakuasi korban luka dari puing-puing kendaraan, sementara petugas pemadam kebakaran memadamkan api menggunakan selang air. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melakukan proses pendinginan area, membuang sisa gas berbahaya, serta melanjutkan pencarian kemungkinan adanya korban lain di lokasi kejadian.
Pihak berwenang Thailand saat ini masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya mencatat jalanan di Thailand termasuk salah satu yang paling mematikan di dunia. Tingginya angka kecelakaan lalu lintas di negara tersebut disebut berkaitan dengan lemahnya penegakan standar keselamatan di jalan raya maupun transportasi umum.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































