Quartararo Soroti Ketatnya Persaingan di MotoGP 2026

5 hours ago 5

Quartararo Soroti Ketatnya Persaingan di MotoGP 2026

Fabio Quartararo - MotoGP.com

Harianjogja.com, JOGJA—Musim MotoGP 2026 semakin sulit diprediksi. Kemenangan Raul Fernandez di MotoGP Inggris 2026 di Sirkuit Silverstone membuat daftar pemenang musim ini bertambah menjadi tujuh pembalap berbeda. Namun di tengah persaingan yang semakin terbuka, Fabio Quartararo menilai kondisi tersebut bukan pertanda kejuaraan yang aneh, melainkan bukti bahwa banyak pembalap berada dalam level performa yang sangat kompetitif.

Kemenangan Fernandez di Silverstone menjadi salah satu cerita terbesar pada putaran ke-12 MotoGP 2026. Pembalap Trackhouse Racing asal Spanyol itu tampil dominan sejak lap pertama hingga menyentuh garis finis.

Memulai balapan dari posisi kedua, Fernandez langsung merebut posisi terdepan dari Marco Bezzecchi di tikungan pertama. Sementara itu, Jorge Martin yang start dari pole position gagal mempertahankan keunggulan setelah perangkat pada motornya tidak bekerja secara optimal saat awal balapan.

Kesempatan tersebut dimanfaatkan dengan sempurna oleh Fernandez. Ia terus memperlebar jarak dari para rivalnya dan bahkan mencatatkan lap tercepat pada lap ketiga. Keunggulan sekitar dua detik berhasil dipertahankan hingga akhir balapan.

Hasil tersebut menjadi kemenangan pertama Fernandez pada musim 2026 sekaligus kemenangan kedua sepanjang kariernya di kelas utama MotoGP setelah sebelumnya menjuarai MotoGP Australia 2025.

"Saya pikir ini adalah balapan yang sempurna," ujar Fernandez seperti dikutip dari Crash.

Jorge Martin Perlebar Jarak di Klasemen

Meski gagal menang, Jorge Martin tetap membawa pulang hasil penting. Pembalap Aprilia itu berhasil bangkit setelah kehilangan posisi di awal balapan dan menyalip rekan setimnya, Marco Bezzecchi, pada lap kesembilan untuk merebut posisi kedua.

Tambahan 20 poin membuat Martin semakin kokoh di puncak klasemen sementara MotoGP 2026 dengan koleksi 240 poin. Ia kini unggul 31 poin atas Bezzecchi yang naik ke posisi kedua klasemen dengan 209 poin.

Bezzecchi sendiri tampil impresif mengingat ia baru kembali balapan setelah pulih dari cedera tulang selangka yang dialaminya di MotoGP Jerman.

Sementara itu, Ai Ogura yang sebelumnya menempati posisi kedua klasemen harus menerima nasib buruk setelah terjatuh di pertengahan lomba. Gagal meraih poin membuat pembalap Jepang tersebut turun ke posisi ketiga klasemen dengan 203 poin.

Marc Marquez juga belum mampu tampil maksimal di Silverstone. Meski sempat naik ke posisi tiga pada fase awal lomba, pembalap Ducati Lenovo itu akhirnya hanya finis ketujuh dan mengumpulkan sembilan poin. Marquez kini berada di posisi keempat klasemen dengan 200 poin.

Posisi lima besar klasemen sementara ditutup Fabio Di Giannantonio yang mengoleksi 199 poin setelah finis keenam di Silverstone.

Quartararo Tidak Sepakat MotoGP 2026 Disebut Aneh

Fabio Quartararo menjadi salah satu pembalap yang dimintai pendapat mengenai fenomena tujuh pemenang berbeda dalam 12 seri MotoGP musim ini.

Pembalap Yamaha tersebut justru menilai hasil tersebut menunjukkan tingginya level persaingan di grid MotoGP saat ini.

"Saya rasa tidak aneh. Maksud saya, kita bisa melihat bahwa Bezzecchi kembali ke podium, Jorge kencang, Raul juga belakangan kencang. Ogura jatuh, tapi pastinya dia juga sangat kencang," kata Quartararo.

Menurut juara dunia MotoGP 2021 itu, para pembalap yang berhasil memenangkan balapan memang memiliki kecepatan yang layak untuk meraih kemenangan.

Quartararo menilai kondisi yang terjadi lebih tepat disebut sebagai balapan yang sulit diprediksi dibandingkan kejuaraan yang aneh.

"Saya tak merasa ini kejuaraan yang aneh, cuma balapannya saja yang bisa aneh," ujarnya.

Ia juga menyoroti performa Ducati yang kembali mengalami kesulitan di Silverstone. Menurut Quartararo, situasi tersebut bukan hal baru karena pabrikan asal Italia itu juga mengalami masalah serupa pada musim sebelumnya di sirkuit yang sama.

Marc Marquez Diprediksi Bangkit di Aragon

Meski Ducati kurang kompetitif di Silverstone, Quartararo memprediksi situasi akan berubah ketika MotoGP memasuki seri berikutnya di MotorLand Aragon.

Sirkuit tersebut dikenal sebagai salah satu lintasan favorit Marc Marquez. Pembalap asal Spanyol itu memiliki catatan luar biasa di Aragon sepanjang kariernya.

"Menurut saya di Aragon kita akan melihat seorang penunggang Ducati merah cukup kencang," kata Quartararo merujuk kepada Marquez.

Prediksi tersebut cukup beralasan. Karakteristik MotorLand Aragon selama ini sangat cocok dengan gaya balap Marquez maupun performa motor Ducati.

Persaingan Gelar Semakin Terbuka

MotoGP 2026 kini menjadi salah satu musim paling kompetitif dalam beberapa tahun terakhir. Tujuh pemenang berbeda dalam 12 seri menunjukkan tidak ada satu pembalap maupun pabrikan yang benar-benar mendominasi kejuaraan.

Aprilia menjadi sorotan utama setelah menempatkan tiga pembalapnya—Jorge Martin, Marco Bezzecchi, dan Raul Fernandez—di podium MotoGP Inggris.

Di sisi lain, Ducati yang selama beberapa musim terakhir mendominasi MotoGP justru menghadapi tantangan lebih besar di sejumlah lintasan tertentu.

Seri berikutnya akan digelar di MotorLand Aragon pada 28-30 Agustus 2026. Dengan selisih poin yang masih relatif tipis di papan atas dan sejumlah kandidat juara yang terus bergantian tampil kuat, perebutan gelar MotoGP 2026 diperkirakan akan berlangsung sengit hingga balapan terakhir musim ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |