6 Kalurahan Gunungkidul Dapat SPAM, Anggaran Capai Rp1,15 Miliar

3 hours ago 1

6 Kalurahan Gunungkidul Dapat SPAM, Anggaran Capai Rp1,15 Miliar

Foto ilustrasi pipa air bersih dari sumber air. - Freepik

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Pemerintah Kabupaten Gunungkidul memperluas akses air minum layak bagi masyarakat melalui pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) perdesaan. Tahun ini, program yang bersumber dari APBD Gunungkidul tersebut menyasar enam kalurahan.

Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan Bidang Cipta Karya DPUPRKP Gunungkidul, Yuliana Dwi Arsanti, mengatakan enam lokasi pembangunan SPAM tersebar di Kapanewon Purwosari, Playen, Nglipar dan Patuk.

“Yang dari APBD ada enam lokasi, sebenarnya ada tujuh yang diusulkan tahun lalu tapi yang satunya batal yakni di Kalurahan Wareng, Kapanewon Wonosari,” kata Yuliana, Selasa (11/8/2026).

Enam kalurahan yang mendapatkan pembangunan SPAM tersebut ialah Giripurwo dan Giricahyo di Kapanewon Purwosari, Ngawu di Kapanewon Playen, Kedungkeris di Kapanewon Nglipar, serta Patuk dan Ngoro-oro di Kapanewon Patuk.

Anggaran SPAM Capai Rp1,159 Miliar

Total anggaran yang disiapkan untuk pembangunan SPAM di enam kalurahan tersebut mencapai Rp1,159 miliar. Program itu ditargetkan mampu memperluas layanan air minum melalui 215 sambungan rumah (SR).

Berikut rincian anggaran dan target sambungan rumah di masing-masing lokasi:

  • Giripurwo: Rp184,5 juta untuk 41 SR.
  • Giricahyo: Rp136,2 juta untuk 31 SR.
  • Ngawu: Rp195 juta untuk 30 SR.
  • Kedungkeris: Rp190,24 juta untuk 30 SR.
  • Patuk: Rp184,5 juta untuk 41 SR.
  • Ngoro-oro: Rp268,96 juta untuk 42 SR.

Dari enam lokasi tersebut, pembangunan SPAM di Kalurahan Ngoro-oro memperoleh anggaran terbesar, yakni Rp268,96 juta dengan target 42 sambungan rumah.

Sementara itu, anggaran terkecil dialokasikan untuk Kalurahan Giricahyo sebesar Rp136,2 juta. Pembangunan SPAM di lokasi tersebut ditargetkan melayani 31 sambungan rumah.

Pembangunan SPAM Masih Tahap Persiapan

Yuliana mengatakan seluruh kegiatan pembangunan SPAM tersebut belum memasuki tahap pembangunan fisik. Saat ini, program masih berada dalam tahap persiapan pelaksanaan.

“Sudah tahap persiapan pelaksanaan dan targetnya triwulan tiga atau empat selesai ” ujarnya.

Program ini menjadi bagian dari upaya DPUPRKP Gunungkidul untuk meningkatkan akses air minum layak, khususnya bagi masyarakat yang belum mendapatkan layanan melalui jaringan perpipaan.

Akses Air Minum Layak Capai 90,96%

Di sisi lain, cakupan akses air minum layak di Gunungkidul saat ini telah mencapai 90,96%. Dari capaian tersebut, sekitar 25% masyarakat memperoleh layanan melalui jaringan perpipaan PDAM.

Kemudian, sebanyak 24% masyarakat mendapatkan akses air minum melalui SPAM perdesaan maupun Sistem Penyediaan Air Minum Dusun (SPAMDus).

Sementara itu, masyarakat lainnya masih mengandalkan sumber air secara mandiri. Sumber tersebut antara lain sumur dangkal, mata air, maupun sumur bor.

"Program ini menjadi salah satu upaya kami untuk meningkatkan pemerataan akses air minum, terutama bagi masyarakat yang belum terlayani jaringan perpipaan," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |