
Ilustrasi poster Program PARAMITA. (Dok. Dinpar Kota Jogja)
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pariwisata (Dinpar) Kota Jogja mendorong pelaku industri pariwisata untuk mengelola sampah yang dihasilkan dari kegiatan usahanya secara mandiri. Upaya tersebut diwujudkan melalui Program Pengelolaan Sampah Secara Mandiri oleh Industri Pariwisata (PARAMITA).
Kepala Dinpar Kota Jogja, Lucia Daning, menuturkan program tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mewujudkan sektor pariwisata yang bersih, berkelanjutan, dan bertanggung jawab.
Menurutnya, Kota Jogja merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia yang setiap tahunnya dikunjungi jutaan wisatawan. Pada 2025, tercatat lebih dari 11 juta wisatawan datang ke Kota Jogja.
Pertumbuhan kunjungan wisatawan tersebut turut mendorong perkembangan industri pariwisata, mulai dari hotel, restoran, destinasi wisata, hingga toko oleh-oleh. Namun, pertumbuhan tersebut juga membawa konsekuensi berupa meningkatnya timbulan sampah.
“Sebagai pusat pariwisata di DIY, Kota Jogja mengalami pertumbuhan industri pariwisata yang pesat, baik industri pariwisata hotel, restoran, maupun toko oleh-oleh. Di balik pertumbuhan industri pariwisata yang semakin pesat, terdapat tantangan besar yang harus dihadapi bersama, yaitu pengelolaan sampah,” ujarnya, Senin (10/8/2026).
Melalui PARAMITA, pihaknya mengajak seluruh pelaku usaha pariwisata untuk bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan dari kegiatan usaha masing-masing. Pengelolaan secara mandiri diharapkan dapat mengurangi ketergantungan industri pariwisata terhadap depo sampah yang ada di Kota Jogja.
Lucia menilai persoalan sampah tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Industri pariwisata sebagai salah satu sektor yang menghasilkan sampah dalam jumlah cukup besar juga perlu mengambil peran dalam pengelolaannya.
Menurutnya, hotel, restoran, destinasi wisata, pusat oleh-oleh, hingga berbagai usaha jasa pariwisata menghasilkan beragam jenis sampah setiap hari. Apabila tidak dikelola dengan baik, sampah tersebut berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan sekaligus memengaruhi kenyamanan wisatawan.
“Pengelolaan sampah bukan lagi dianggap sebagai beban, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab bersama untuk menjaga kualitas lingkungan dan citra Kota Jogja sebagai destinasi wisata yang nyaman dan berkelanjutan,” katanya.
Menurut Lucia, pengelolaan sampah secara mandiri juga sejalan dengan perkembangan tren pariwisata global yang semakin mengedepankan konsep sustainable tourism atau pariwisata berkelanjutan.
Wisatawan kini tidak hanya mempertimbangkan daya tarik destinasi ketika melakukan perjalanan. Kepedulian terhadap lingkungan juga menjadi salah satu aspek yang semakin diperhatikan, termasuk dalam memilih hotel, restoran, maupun usaha wisata lainnya.
Karena itu, penerapan pengelolaan sampah mandiri dinilai dapat memberikan manfaat ganda. Selain mengurangi beban lingkungan dan fasilitas persampahan, langkah tersebut juga dapat memperkuat citra pelaku usaha pariwisata yang memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan.
Lucia menegaskan prinsip utama PARAMITA adalah mengubah cara pandang terhadap sampah. Sampah tidak semata-mata dipandang sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi dapat dipilah, dikelola, dan dimanfaatkan kembali sehingga memiliki nilai guna.
“Prinsip utama PARAMITA adalah mengubah cara pandang terhadap sampah. Sampah bukan hanya sesuatu yang harus dibuang, tetapi dapat dikelola dan bahkan memiliki nilai manfaat,” ujarnya.
Dia berharap pelaksanaan PARAMITA dapat menjadi gerakan bersama antara pemerintah dan industri pariwisata. Dengan pengelolaan sampah yang dilakukan sejak dari sumbernya, sektor pariwisata di Kota Jogja diharapkan mampu terus berkembang tanpa mengorbankan kualitas lingkungan.
Program tersebut sekaligus diharapkan menjadi bagian dari upaya menjaga Kota Jogja agar tetap menjadi destinasi wisata yang bersih, nyaman, berkelanjutan, dan bertanggung jawab. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online







































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5539824/original/003583100_1774624130-IMG_6564.JPG.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324850/original/079448900_1755868038-Elkan-Baggott.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4855687/original/012825900_1717681637-20240606IQ_Timnas_Indonesia_vs_Irak__15_.jpg)






