PTDI Andalkan N219 untuk Rebut Pasar Pesawat 19 Penumpang

3 hours ago 1

Newswire

Newswire Sabtu, 29 Agustus 2026 11:47 WIB

PTDI Andalkan N219 untuk Rebut Pasar Pesawat 19 Penumpang

Tiket pesawat - Ilustrasi freepik

Harianjogja.com, BANDUNG—PT Dirgantara Indonesia (PTDI) optimistis dapat memperluas pasar pesawat baling-baling berkapasitas 19 penumpang melalui N219. Pesawat tersebut dinilai memiliki peluang besar di pasar penerbangan global karena kompetitor di kelas tersebut masih relatif terbatas.

Optimisme itu disampaikan Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan saat ditemui di sela puncak peringatan HUT ke-50 PTDI di Kompleks PTDI Bandung, Sabtu (29/8/2026).

Menurut Gita, peluang N219 semakin terbuka karena PTDI memiliki pengalaman panjang dalam mengembangkan pesawat kelas 19 penumpang. Di sisi lain, Indonesia juga menjadi salah satu negara dengan kebutuhan besar terhadap penerbangan perintis.

Salah satu keunggulan N219, kata dia, terletak pada desain dan produksinya yang merupakan hasil pengembangan industri nasional tanpa bergantung pada lisensi asing seperti sejumlah pesawat pendahulunya.

"Kalau selama ini kita mengenal CN itu di depannya kan ada C ya, ada CASA. Kalau ini N jadi itu betul-betul 100 persen karya anak bangsa, dan itu tertinggi dari lokal kontennya dan TKDN-nya itu hampir 45 persen," ucap Gita Amperiawan.

Dorong Konektivitas Wilayah 3T

PTDI memasuki usia ke-50 pada 23 Agustus 2026. Rangkaian peringatan tersebut diisi berbagai kegiatan, mulai dari upacara, pemecahan rekor MURI terbang cilik hingga Simposium Nasional bersama Bappenas pada 24 Agustus 2026.

Simposium tersebut turut merumuskan penguatan ekosistem penerbangan nasional. Agenda itu diarahkan untuk mempertegas peran industri kedirgantaraan dalam mendukung konektivitas wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Sebagai bagian dari penguatan keberlanjutan industri, PTDI juga meresmikan Training Center bersama Menteri Ketenagakerjaan pada Sabtu (29/8/2026).

Fasilitas tersebut disiapkan untuk mencetak sekaligus menguji kompetensi sumber daya manusia (SDM) bidang kedirgantaraan agar memiliki sertifikasi sesuai kebutuhan industri.

Pada hari yang sama, PTDI menggelar kegiatan Runtainment atau lari santai di dalam kompleks fasilitas produksi PTDI.

Rute kegiatan tersebut dibuat melewati sejumlah area pameran produk pesawat buatan PTDI. Melalui kegiatan itu, masyarakat diajak melihat lebih dekat aktivitas industri penerbangan nasional sekaligus mengenal produk kedirgantaraan yang dikembangkan di dalam negeri.

Gita mengatakan penguatan kemampuan teknis dan kolaborasi antaraktor dalam ekosistem kedirgantaraan diharapkan mampu memperkuat daya saing Indonesia di tingkat internasional.

"Harapannya adalah sebetulnya kita ingin menunjukkan kepada bangsa kita bahwa kita mampu. Ya, bahwa kita punya industri yang high-tech, industri yang perjalanannya sangat panjang PT DI ini dan insyaallah PT DI dengan semua ekosistem kedirgantaraan nasional kita siap memberikan solusi bagi bangsa ini," tutur Gita.

Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah terhadap industri kedirgantaraan nasional, khususnya melalui regulasi dan pembukaan peluang yang dinilai dapat memperkuat posisi Indonesia di industri penerbangan global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |