Jumali Jum'at, 07 Agustus 2026 19:27 WIB
Harianjogja.com, JOGJA—Pembalap Indonesia, Mario Aji, harus menuntaskan sesi latihan bebas pertama (FP1) Moto2 Inggris 2026 di Sirkuit Silverstone dengan hasil yang jauh dari harapan. Rider Honda Team Asia itu harus puas finis di posisi ke-18 setelah sempat berada di urutan terdepan pada awal sesi.
Sesi latihan yang berlangsung Jumat (7/8/2026) ini diwarnai dinamika perubahan posisi yang sengit, membuat pembalap asal Magetan itu terpental ke posisi medioker di akhir FP1.
Awal Mulus, Akhir Mengecewakan
Mario Aji memulai FP1 dengan cukup percaya diri. Ia bahkan sempat memuncaki catatan waktu tercepat di awal sesi. Namun, sengitnya persaingan di lintasan Silverstone membuatnya tak bertahan lama di posisi terdepan.
Pembalap 22 tahun itu kemudian terlempar ke urutan kesembilan, lalu kembali merosot ke posisi ke-14 setelah para pesaing mencatatkan waktu yang lebih baik. Pada periode 15 menit pertama, penampilan Mario Aji dinilai kurang impresif.
Namun, ia sempat menunjukkan tanda-tanda kebangkitan dengan melesat ke posisi ke-11 beberapa saat kemudian. Sayangnya, kebangkitan itu tak bertahan lama. Mario Aji kembali terpeleset ke posisi ke-16 saat FP1 menyisakan dua menit.
Manuel Gonzalez Perkasa di Puncak
Sementara itu, Manuel Gonzalez dari Liqui Moly Dynavolt Intact GP berhasil mempertahankan posisi terbaik sepanjang FP1. Pembalap asal Spanyol itu perkasa di puncak dengan catatan waktu 2 menit 02,333 detik.
Gonzalez berhasil menjaga jarak dari para rivalnya, dengan pembalap Belgia Barry Baltus (REDS Fantic Racing) menjadi pesaing terdekat dengan selisih +0,493 detik. Filip Salac (OnlyFans American) menempati posisi ketiga dengan selisih +0,774 detik.
Catatan untuk Sesi Selanjutnya
Mario Aji mencatatkan waktu terbaiknya 2 menit 04,024 detik, tertinggal 1,691 detik dari Gonzalez. Hasil ini tentu menjadi evaluasi bagi pembalap Indonesia yang harus tampil lebih baik di sesi latihan selanjutnya. Sesi practice berikutnya akan menjadi kesempatan bagi Mario Aji untuk memperbaiki catatan waktunya dan meningkatkan posisinya.
FP1 yang dijalani di Sirkuit Silverstone ini menjadi tantangan tersendiri bagi Mario Aji karena sirkuit yang terletak di Northamptonshire, Inggris, memiliki karakter lintasan cepat dengan tikungan berkecepatan tinggi yang membutuhkan adaptasi ekstra. Mario Aji harus mampu menemukan setelan yang tepat dan meningkatkan kecepatannya agar bisa bersaing di posisi yang lebih baik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online











































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5539824/original/003583100_1774624130-IMG_6564.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324850/original/079448900_1755868038-Elkan-Baggott.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4855687/original/012825900_1717681637-20240606IQ_Timnas_Indonesia_vs_Irak__15_.jpg)




