Bantul Siapkan UPT Taman Budaya, Target Beroperasi pada 2028

1 hour ago 2

Bantul Siapkan UPT Taman Budaya, Target Beroperasi pada 2028

Foto ilustrasi proses pembangunan Taman Budaya Bantul, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.

Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul mulai menyiapkan pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Taman Budaya Bantul sebagai bagian dari persiapan pengelolaan kawasan budaya yang kini tengah dibangun. Meski kajian kelembagaan telah rampung, pembentukan instansi baru tersebut belum akan dilakukan dalam waktu dekat dan ditargetkan berbarengan dengan selesainya pembangunan taman budaya pada 2028.

Kepala Dinas Kebudayaan Bantul, Yanatun Yunadiana, mengatakan pihaknya telah menyelesaikan kajian terkait kebutuhan organisasi UPT Taman Budaya Bantul. Saat ini, Disbud masih memfokuskan diri pada pemetaan kebutuhan sumber daya manusia serta penyusunan tugas pokok dan fungsi lembaga tersebut.

Menurut Yanatun, pembentukan UPT tidak bisa dilakukan tergesa-gesa karena harus disesuaikan dengan kesiapan fisik kawasan Taman Budaya Bantul. Langkah itu dilakukan agar pegawai yang nantinya ditempatkan tidak terlalu lama menunggu sebelum fasilitas benar-benar beroperasi.

“Kalau kami bentuk sekarang, padahal kemungkinan taman budaya baru tiga atau empat tahun lagi operasional, kan nanti mubazir karena belum ada pekerjaannya,” katanya, Jumat (7/8/2026).

Keberadaan UPT dinilai penting karena nantinya akan menjadi ujung tombak pengelolaan seluruh aktivitas di Taman Budaya Bantul, mulai dari operasional gedung, penyelenggaraan kegiatan seni dan budaya, hingga pelayanan kepada komunitas seniman dan budayawan.

Yanatun menjelaskan struktur organisasi UPT Taman Budaya Bantul juga berbeda dibandingkan UPT lain yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bantul. Jika sebagian besar UPT dipimpin pejabat setingkat eselon IV, maka UPT Taman Budaya nantinya dipimpin pejabat eselon III.

“Kalau UPT lain dipimpin pejabat eselon IV, ini nanti taman budaya berbeda karena dipimpin pejabat setingkat kepala bidang,” ujarnya.

Selain kepala UPT, struktur organisasi tersebut juga akan dilengkapi kepala subbagian dan sejumlah kepala seksi. Kondisi itu membuat kebutuhan pegawai untuk mengisi struktur kelembagaan relatif lebih besar dibandingkan UPT pada umumnya.

Karena itu, Disbud Bantul masih melakukan perhitungan kebutuhan personel agar ketika lembaga resmi dibentuk seluruh fungsi pelayanan dan operasional dapat langsung berjalan optimal.

“Targetnya bisa dibentuk sekitar 2028 atau saat Taman Budaya Bantul selesai dibangun semuanya, UPT juga rampung dibentuk,” kata Yanatun.

Sementara itu, pembangunan fisik Taman Budaya Bantul terus berjalan secara bertahap. Pada 2026, pekerjaan difokuskan pada pembersihan lahan, pembangunan gapura, landmark kawasan, serta kantor UPT yang nantinya menjadi pusat operasional pengelola.

Kawasan Taman Budaya Bantul dibangun di atas lahan hampir lima hektare dan diproyeksikan menjadi pusat aktivitas seni, budaya, serta ruang ekspresi bagi para seniman dan budayawan di Kabupaten Bantul.

“Targetnya untuk pengerjaan tahap satu ini selesai pada Desember mendatang,” ungkap Yanatun.

Pembangunan Taman Budaya Bantul direncanakan berlangsung dalam tiga tahap. Untuk tahap pertama, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp20,7 miliar.

Disbud Bantul optimistis seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal sehingga kawasan tersebut dapat beroperasi penuh pada 2028. Namun, keberhasilan proyek tetap bergantung pada dukungan anggaran pada tahap-tahap berikutnya.

“Semoga anggarannya dikabulkan. Walaupun kami masih berjuang, kami ikut berjuang nanti semoga bisa tiga tahap,” ujarnya.

Keberadaan Taman Budaya Bantul diharapkan menjadi fasilitas representatif bagi pengembangan seni dan budaya lokal sekaligus memperkuat posisi Bantul sebagai salah satu pusat kegiatan budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain menjadi ruang berkarya bagi pelaku seni, kawasan ini juga diproyeksikan mampu mendukung sektor pendidikan budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif di wilayah tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |