Malioboro Menuju Full Pedestrian, Pemkot Jogja Siapkan Portal

9 hours ago 3

Malioboro Menuju Full Pedestrian, Pemkot Jogja Siapkan Portal

Foto ilustrasi kendaraan di Simpang Gardu Anim saat akan memasuki kawasan Malioboro saat libur panjang. /Harian Jogja-Gigih M. Hanafi.

Harianjogja.com, JOGJA— Pemkot Jogja terus mematangkan penerapan kawasan Malioboro full pedestrian melalui serangkaian uji coba bertahap. Skema ini dipilih agar penataan kawasan bebas kendaraan dapat berjalan optimal tanpa mengganggu mobilitas warga, aktivitas ekonomi, maupun layanan publik.

Setiap tahapan uji coba akan menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan rekayasa lalu lintas di sepanjang Jalan Malioboro. Berbagai persoalan teknis yang muncul selama pelaksanaan akan diselesaikan secara bertahap sebelum kebijakan kawasan Malioboro full pedestrian diterapkan secara permanen.

Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, mengatakan pendekatan bertahap dipilih agar setiap kendala yang muncul dapat langsung diidentifikasi dan dicarikan solusi.

"Kita cicil terus dengan tahapan-tahapan. Setiap kali kita uji coba, kita lihat masalahnya apa, lalu kita selesaikan satu per satu," katanya, Jumat (3/7/2026).

Menurut Hasto, salah satu persoalan yang muncul saat uji coba penutupan jalan pada pagi hari ialah adanya warga yang kesulitan mengantar anak ke sekolah karena harus memutar melalui jalur alternatif yang lebih jauh. Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemkot Jogja agar solusi teknis dapat disiapkan sebelum cakupan penutupan kawasan diperluas.

Selain aktivitas masyarakat, Pemkot Jogja juga mengevaluasi kelancaran akses kendaraan darurat, termasuk ambulans. Hasto mengaku telah meninjau langsung sejumlah jalan sirip di sisi utara Malioboro untuk memastikan rekayasa lalu lintas tidak menghambat pelayanan maupun mobilitas warga.

Ia juga menilai keberadaan titik putar balik (u-turn) serta akses menuju kawasan permukiman menjadi aspek penting yang harus diperhatikan agar penataan kawasan Malioboro tidak memutus aktivitas masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi.

Sebagai bagian dari tahapan penerapan kawasan Malioboro full pedestrian, Pemkot Jogja berencana memasang portal di sejumlah titik strategis pada tahun ini. Portal tersebut bersifat nonpermanen dan akan dioperasikan secara manual oleh petugas sesuai kebutuhan serta jadwal pengaturan lalu lintas.

"Portalnya nanti tidak otomatis, tapi dioperasikan oleh petugas sesuai dengan skenario jadwal jam padat. Fungsinya untuk mempermudah kita melakukan uji coba mana ruas yang bisa ditutup lebih dulu," ujarnya.

Menurut Hasto, pengadaan portal tersebut juga mendapat dukungan dari Pemda DIY sebagai bagian dari penataan kawasan Malioboro yang lebih tertib dan ramah bagi pejalan kaki.

Ia menegaskan proses implementasi dinilai lebih efektif dibandingkan hanya melakukan kajian dalam waktu panjang. Dengan pelaksanaan secara bertahap, setiap persoalan dapat diselesaikan seiring proses berjalan tanpa menimbulkan akumulasi permasalahan.

"Jangan dikaji terus, nanti lama. Dikerjakan secara bertahap saja agar masalah yang muncul tidak menumpuk. Kita ingin dari Stasiun Tugu sampai Titik Nol benar-benar detail penanganannya, supaya warga sekitar tetap bisa beraktivitas seperti biasa," katanya.

Melalui rangkaian uji coba tersebut, Pemkot Jogja menargetkan penerapan kawasan Malioboro full pedestrian dapat berjalan lebih matang dengan tetap menjaga akses masyarakat, kelancaran layanan publik, serta mendukung terwujudnya kawasan yang semakin nyaman bagi pejalan kaki dari Stasiun Tugu hingga Titik Nol Kilometer.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |