Gempa M6,4 Guncang Okinawa Jepang, Ini Dampak Terbarunya

5 hours ago 1

Gempa M6,4 Guncang Okinawa Jepang, Ini Dampak Terbarunya

Foto ilustrasi getaran gempa tercatat pada seismograf. - istock

Harianjogja.com, JOGJA — Gempa bumi kuat mengguncang wilayah selatan Jepang pada Jumat (3/7/2026) siang. Badan Meteorologi Jepang atau Japan Meteorological Agency (JMA) mencatat gempa bermagnitudo awal 6,4 terjadi di perairan barat laut Pulau Miyakojima, Prefektur Okinawa.

Gempa terjadi pada pukul 13.05 waktu setempat dengan kedalaman relatif dangkal, sehingga getarannya cukup terasa di sejumlah wilayah sekitar pusat gempa. Meski demikian, otoritas Jepang memastikan tidak ada potensi tsunami dari peristiwa ini.

Menurut JMA, pusat gempa berada pada koordinat 26 derajat lintang utara dan 125,8 derajat bujur timur. Guncangan tercatat mencapai skala intensitas 3 dalam skala seismik Jepang di Pulau Kume. Skala ini menunjukkan getaran dapat dirasakan oleh banyak orang di dalam ruangan, namun belum menimbulkan kerusakan signifikan.

Hingga laporan terbaru, belum ada informasi mengenai korban jiwa maupun kerusakan besar akibat gempa tersebut. Pemerintah daerah Okinawa terus melakukan pemantauan serta pengecekan infrastruktur untuk memastikan kondisi tetap aman.

Sejumlah warga dilaporkan sempat merasakan getaran selama beberapa detik, terutama di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil di sekitar Miyakojima. Aktivitas masyarakat sempat terhenti sejenak, namun kembali normal setelah otoritas memastikan situasi terkendali.

Jepang sendiri merupakan salah satu negara dengan aktivitas seismik tertinggi di dunia karena berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire). Wilayah ini kerap mengalami gempa bumi, baik berskala kecil hingga besar, akibat pergerakan lempeng tektonik.

Sebagai bagian dari mitigasi bencana, Jepang memiliki sistem peringatan dini gempa yang canggih serta infrastruktur tahan gempa yang telah teruji. Hal ini membuat dampak gempa dapat diminimalkan meskipun intensitasnya cukup besar.

JMA juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan (aftershock), meskipun biasanya memiliki kekuatan lebih kecil. Warga diminta memastikan keamanan bangunan serta mengikuti informasi resmi dari otoritas setempat.

Dalam beberapa bulan terakhir, aktivitas gempa di wilayah Jepang selatan memang menunjukkan peningkatan, meskipun masih dalam kategori normal secara geologis. Para ahli menilai kondisi ini perlu terus dipantau sebagai bagian dari kewaspadaan dini terhadap potensi gempa yang lebih besar.

Dengan tidak adanya peringatan tsunami dan minimnya dampak kerusakan, gempa kali ini tergolong tidak membahayakan secara luas. Namun, kejadian ini kembali menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam di kawasan rawan gempa seperti Jepang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |