
Warga memantau pergerakan saham melalui gawainya di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (18/3/2025). Antara /Sulthony Hasanuddin
Harianjogja.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakhiri perdagangan Jumat (3/7/2026) dengan penguatan signifikan, seiring dorongan sentimen positif dari pasar global dan regional Asia.
IHSG ditutup melonjak 131,22 poin atau 2,28 persen ke level 5.875,78. Kinerja positif juga tercermin pada indeks LQ45 yang menguat 16,29 poin atau 2,88 persen ke posisi 581,78.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menilai penguatan IHSG tidak lepas dari membaiknya sentimen global menjelang akhir pekan.
“Sentimen global memberikan katalis positif terhadap pergerakan IHSG,” ujarnya dalam riset harian, Jumat (3/7/2026)
Dari eksternal, perhatian investor tertuju pada perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Qatar sebagai mediator melaporkan adanya kemajuan dalam proses negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran untuk meredakan konflik yang telah berlangsung sekitar empat bulan.
Meski demikian, pasar masih cenderung berhati-hati lantaran belum adanya kesepakatan resmi yang menjamin stabilitas jangka panjang di kawasan tersebut.
Selain faktor geopolitik, data ekonomi Amerika Serikat turut menjadi pendorong utama. Laporan nonfarm payrolls (NFP) Juni 2026 menunjukkan penambahan tenaga kerja hanya 57.000, jauh di bawah ekspektasi pasar sebesar 110.000.
Sementara itu, tingkat pengangguran tercatat di angka 4,2 persen, sedikit lebih baik dari perkiraan. Kondisi ini memunculkan spekulasi bahwa bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), tidak akan agresif menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.
Berdasarkan CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada September 2026 turun menjadi sekitar 45,6 persen, dari sebelumnya 67 persen.
Dari dalam negeri, pasar juga merespons positif kesepakatan awal pemerintah dan DPR terkait postur Rancangan APBN 2027. Kebijakan fiskal tersebut dinilai mencerminkan upaya menjaga keseimbangan antara disiplin anggaran dan dorongan pertumbuhan ekonomi.
Dalam rancangan tersebut, rasio pendapatan negara dipatok di kisaran 12,01–12,40 persen terhadap PDB, dengan penerimaan pajak mencapai 10,08–10,45 persen. Sementara belanja negara berada di rentang 13,82–14,20 persen, sehingga defisit diperkirakan tetap terjaga di level 1,8–2,2 persen.
Sepanjang perdagangan, IHSG konsisten berada di zona hijau sejak pembukaan hingga penutupan. Seluruh sektor saham yang tergabung dalam indeks sektoral IDX-IC juga mencatatkan penguatan.
Sektor industri memimpin kenaikan dengan lonjakan 3,74 persen, diikuti sektor barang baku naik 2,97 persen serta sektor infrastruktur yang menguat 2,36 persen.
Adapun saham-saham yang mencatatkan kenaikan tertinggi antara lain KOKA, FUTR, ECII, COCO, dan RMKO. Sementara saham dengan pelemahan terbesar di antaranya BOBA, JECC, INPP, RANC, dan KBLI.
Aktivitas perdagangan terpantau cukup ramai dengan total frekuensi mencapai sekitar 1,36 juta kali transaksi. Sebanyak 17,15 miliar lembar saham berpindah tangan dengan nilai transaksi mencapai Rp10,53 triliun. Sebanyak 520 saham menguat, 159 saham melemah, dan 280 saham stagnan.
Penguatan IHSG sejalan dengan tren positif di bursa saham Asia. Indeks Nikkei naik 1,47 persen, Shanghai menguat 0,37 persen, Kuala Lumpur naik 1,04 persen, Shenzhen menguat 0,76 persen, serta Strait Times naik tipis 0,26 persen.
Dengan kombinasi sentimen global dan domestik yang kondusif, pasar saham Indonesia menunjukkan optimisme yang cukup kuat menjelang pekan berikutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara

















































