Indonesia Gagal ke Semifinal AFF 2026, Ini Dampaknya ke Ranking FIFA

4 hours ago 2

Indonesia Gagal ke Semifinal AFF 2026, Ini Dampaknya ke Ranking FIFA

Latihan Timnas Indonesia jelang melawan Vietnam. Sejumlah pesepak bola Timnas Indonesia mengikuti sesi latihan di Stadion GBK, Jakarta, Minggu (2/8/2026). Latihan Timnas Indonesia untuk persiapan laga ketiga Grup A Piala AFF 2026 melawan Vietnam di Stadion Pakansari pada Senin (3/8/2026). ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/sgd\r\n

Harianjogja.com, JOGJA— Kegagalan Timnas Indonesia melaju ke semifinal Piala AFF 2026 memunculkan kekhawatiran di kalangan suporter terkait nasib posisi Skuad Garuda di ranking FIFA. Namun, berdasarkan perhitungan sementara, hasil yang diraih Indonesia sepanjang turnamen diperkirakan tidak akan menyebabkan penurunan signifikan dalam peringkat dunia.

Timnas Indonesia harus mengakhiri perjalanan di ASEAN Championship 2026 setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan Singapura pada laga terakhir Grup A di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026). Hasil tersebut membuat Indonesia finis di posisi ketiga klasemen dengan tujuh poin dan gagal lolos ke semifinal.

Meski hasil tersebut mengecewakan dari sisi prestasi, dampaknya terhadap ranking FIFA diperkirakan relatif kecil.

Indonesia Hanya Kehilangan Sekitar 0,09 Poin

Berdasarkan ranking FIFA yang dirilis pada 20 Juli 2026, Indonesia berada di posisi ke-118 dunia dengan koleksi 1.157,14 poin.

Sepanjang Piala AFF 2026, Timnas Indonesia mencatat dua kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan. Hasil tersebut menghasilkan perubahan poin yang tidak terlalu besar.

Berikut rincian perolehan poin Indonesia selama fase grup:

  • Kemenangan 5-1 atas Kamboja: +1,44 poin
  • Kemenangan 3-0 atas Timor-Leste: +1,10 poin
  • Kekalahan 0-3 dari Vietnam: -2,18 poin
  • Imbang 1-1 melawan Singapura: -0,45 poin

Jika seluruh hasil tersebut dijumlahkan, Indonesia mengalami perubahan bersih sekitar minus 0,09 poin.

Dengan demikian, total poin Indonesia secara kalkulasi berada di kisaran 1.157,05 poin atau hanya turun tipis dibandingkan posisi sebelumnya.

Mengapa Ranking FIFA Tidak Langsung Turun?

Penurunan poin yang sangat kecil tidak otomatis membuat Indonesia kehilangan banyak posisi di ranking FIFA.

Sebab, peringkat FIFA tidak hanya ditentukan oleh hasil satu negara, tetapi juga dipengaruhi performa seluruh tim nasional di dunia yang berada di sekitar posisi tersebut.

FIFA menggunakan metode perhitungan yang dikenal sebagai SUM Formula, yakni sistem yang menambah atau mengurangi poin berdasarkan hasil pertandingan, kekuatan lawan, serta tingkat pentingnya pertandingan yang dimainkan.

Karena selisih poin Indonesia sangat kecil, posisi akhirnya akan sangat bergantung pada hasil negara-negara lain yang memiliki perolehan poin berdekatan.

Dalam banyak kasus, sebuah negara bisa tetap bertahan di posisi yang sama meski kehilangan poin, apabila negara pesaing di bawahnya juga gagal memperoleh tambahan poin yang cukup.

Kehilangan Kesempatan Tambah Poin

Meski tidak mengalami penurunan drastis, kegagalan Indonesia lolos ke semifinal tetap membawa dampak yang merugikan dari sisi pengumpulan poin FIFA.

Dengan tersingkir di fase grup, Timnas Indonesia kehilangan kesempatan memainkan pertandingan tambahan di fase gugur.

Padahal, laga semifinal dan final berpotensi memberikan tambahan poin yang cukup berarti apabila berhasil meraih kemenangan.

Semakin banyak pertandingan kompetitif yang dimainkan dan dimenangkan, semakin besar peluang sebuah tim memperbaiki posisi di ranking FIFA.

Karena itu, kerugian terbesar Indonesia bukanlah kehilangan poin akibat hasil di fase grup, melainkan hilangnya peluang untuk menambah poin dari laga-laga berikutnya.

Posisi Indonesia Masih di Sekitar Peringkat 118

Berdasarkan kalkulasi sementara, Indonesia diperkirakan masih berada di sekitar peringkat 118 dunia.

Namun posisi final baru dapat dipastikan setelah FIFA merilis pembaruan ranking resmi berikutnya.

Sebagai informasi, ranking FIFA terakhir dipublikasikan pada 20 Juli 2026. Sementara pembaruan resmi berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 7 Oktober 2026.

Hingga saat itu, seluruh perhitungan poin masih bersifat estimasi berdasarkan hasil pertandingan yang telah berlangsung.

Evaluasi Jadi Fokus Utama

Terlepas dari dampak yang relatif kecil terhadap ranking FIFA, kegagalan di Piala AFF 2026 tetap menjadi bahan evaluasi besar bagi Timnas Indonesia dan PSSI.

Ini menjadi kali kedua secara beruntun Skuad Garuda gagal melangkah ke semifinal setelah sebelumnya juga tersingkir pada fase grup Piala AFF 2024.

PSSI telah menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa tim untuk menghadapi agenda internasional berikutnya, termasuk FIFA Matchday, FIFA ASEAN Cup, serta persiapan menuju putaran final Piala Asia 2027 di Arab Saudi.

Dari sisi ranking FIFA, Indonesia kemungkinan tidak mengalami penurunan signifikan. Namun dari sisi prestasi, kegagalan memanfaatkan kesempatan lolos ke fase gugur menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi agar target di turnamen berikutnya dapat tercapai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |