Morgan Freeman Akui Bayaran Besar Bisa Kalahkan Naskah Buruk

4 hours ago 2

Jumali

Jumali Sabtu, 08 Agustus 2026 13:57 WIB


Harianjogja.com, JOGJA—Aktor veteran Hollywood, Morgan Freeman, kembali mencuri perhatian lewat pernyataan blak-blakan mengenai cara dirinya memilih proyek film. Di usia 89 tahun, Freeman mengakui bahwa kualitas naskah bukan satu-satunya faktor yang menentukan keputusannya menerima sebuah peran.

Dalam wawancara dengan The New York Times menjelang penayangan musim ketiga serial Lioness, Freeman secara terbuka mengatakan bahwa nilai kontrak dan bayaran tetap menjadi pertimbangan penting dalam dunia akting profesional.

Pernyataan tersebut berbeda dari narasi yang sering disampaikan banyak aktor Hollywood yang menempatkan kualitas cerita, visi sutradara, atau nilai artistik sebagai alasan utama menerima sebuah proyek.

Menurut Freeman, tentu menyenangkan jika sebuah tawaran pekerjaan datang bersama naskah yang menarik. Namun, realitas industri hiburan tidak selalu sesederhana itu.

"Jika seseorang menawarkanmu pekerjaan, tentu sangat menyenangkan kalau mereka juga menyodorkan naskah yang menarik," ujar Freeman.

Ia kemudian menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang biasanya menjadi pertimbangan utama seorang aktor ketika menerima tawaran peran.

"Namun realitasnya, ada dua atau tiga hal yang menentukan. Apa yang akan mereka bayarkan padamu? Jika bayarannya cukup besar, maka kamu bisa memaklumi dan mengabaikan beberapa kekurangan yang ada di dalam naskah tersebut," katanya.

Kejujuran yang Justru Disukai Penggemar

Pernyataan tersebut dinilai mencerminkan karakter Freeman yang selama beberapa tahun terakhir dikenal semakin terbuka dalam membahas dunia perfilman. Aktor yang telah membintangi lebih dari 150 film dan program televisi itu kerap menyampaikan pandangannya secara lugas tanpa berusaha membungkusnya dengan idealisme berlebihan.

Bintang film The Shawshank Redemption tersebut juga pernah mengakui bahwa banyak karakter yang dimainkan pada fase akhir kariernya tidak terlalu jauh berbeda dari kepribadiannya sendiri.

Alih-alih mendapat kritik, keterusterangan Freeman justru menjadi salah satu alasan mengapa ia tetap dihormati oleh publik maupun pelaku industri hiburan. Banyak penggemar menilai sikap tersebut menunjukkan pengalaman panjang seorang aktor yang telah menghabiskan puluhan tahun di puncak perfilman dunia.

Aktor Senior Punya Hak Lebih Besar

Meski mengaku tidak selalu menuntut naskah sempurna, Freeman menegaskan dirinya tetap memiliki ruang untuk memberikan masukan terhadap dialog maupun adegan yang dianggap kurang sesuai.

Menurutnya, pengalaman panjang di industri membuat aktor senior memiliki kesempatan lebih besar untuk berdiskusi dengan penulis maupun produser sebelum proses syuting dimulai.

"Terkadang, kamu bisa menunjukkan hal-hal di dalam naskah yang dirasa kurang pas bagimu, dan pada akhirnya hal itu bisa disesuaikan," ujarnya.

Kemampuan untuk memberikan masukan tersebut menjadi salah satu keuntungan yang tidak selalu dimiliki aktor muda atau pendatang baru di industri film.

Karier Panjang yang Masih Berlanjut

Morgan Freeman merupakan salah satu aktor paling berpengaruh dalam sejarah Hollywood. Selain dikenal melalui The Shawshank Redemption, ia juga membintangi sejumlah film populer seperti Million Dollar Baby, Se7en, dan Bruce Almighty.

Hingga kini, Freeman masih aktif tampil dalam berbagai proyek film dan serial televisi. Pernyataannya tentang hubungan antara kualitas naskah dan bayaran pun menjadi gambaran bahwa setelah puluhan tahun berkarier, cara pandangnya terhadap pekerjaan menjadi lebih sederhana, realistis, dan transparan.

Bagi Freeman, idealisme tetap penting. Namun dalam dunia profesional, aspek bisnis tetap menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari industri hiburan modern.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |