Foto ilustrasi talud ambrol, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, SLEMAN—Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Sleman memicu kerusakan di sejumlah titik, mulai dari talud ambrol hingga tanggul jebol dan banjir yang sempat menutup akses jalan warga.
Dampak bencana ini tercatat hingga Rabu (15/4/2026) pagi tersebar di enam kapanewon, yakni di Pakem, Cangkringan, Tempel, Turi, Ngemplak, dan Ngaglik.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, R. Haris Martapa, menyebut wilayah di Candibinangun, Pakem menjadi salah satu titik terdampak cukup parah.
Talud di Lapangan Cemoroharjo sempat longsor dan menutup akses jalan Pakisaji–Watugendong, meski kini jalur tersebut sudah dapat dilalui kembali.
Selain itu, angin kencang juga merobohkan kanopi TK ABA Blembem Lor serta menyebabkan talud jalan di Randu, di Hargobinangun, ambrol sepanjang 2,5 meter dengan kedalaman sekitar dua meter.
Akses Sempat Terganggu dan Penanganan Darurat
Di wilayah di Cangkringan, longsoran talud setinggi 2,5 meter dengan panjang 15 meter sempat menghambat akses menuju Desa Wisata Pentingsari.
Warga bersama relawan langsung melakukan pembersihan material agar jalur kembali normal.
Sementara itu, di Dusun Bulan, di Banyurejo, Tempel, talud Sungai Pelem mengalami keretakan sepanjang 20 meter dengan tinggi sekitar tiga meter.
Kondisi ini dinilai berisiko karena terdapat dua pohon besar di sekitar lokasi yang berpotensi tumbang jika struktur talud semakin melemah.
Penanganan di lokasi tersebut masih berlangsung hingga saat ini.
Kerusakan juga terjadi di Tunggul Arum, di Wonokerto, Turi, di mana hujan deras membuat pagar batako dan fondasi kandang milik Kelompok Ngudi Makmur roboh.
Perbaikan direncanakan dilakukan secara swadaya oleh warga.
Sungai Meluap dan Tanggul Jebol
Di Koplak, di Umbulmartani, Ngemplak, tanggul sungai dilaporkan jebol sehingga menghambat aliran air dan berpotensi memicu luapan ke permukiman warga.
“Kalau yang di Koplak, BPBD masih melakukan penilaian terhadap kerusakan,” kata Haris.
Sementara itu, di Lojajar, di Sinduharjo, Ngaglik, luapan Sungai Boyong menyebabkan banjir yang membawa material sampah hingga menutup akses jalan dan jembatan.
Penanganan dilakukan oleh tim gabungan dari BPBD Sleman, pemerintah kalurahan, serta masyarakat setempat.
Haris memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, meskipun kerusakan infrastruktur cukup tersebar di berbagai wilayah.
Data yang dihimpun masih bersifat sementara dan dapat berubah sesuai perkembangan di lapangan.
Sebagai langkah penanganan, BPBD Sleman juga telah menerjunkan satu unit ekskavator kecil untuk membantu pembersihan material longsoran di Pakem.
Selain itu, bantuan darurat seperti geobag mulai disalurkan untuk memperkuat tanggul irigasi yang mengalami kerusakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.


















































