Jumali Kamis, 09 Juli 2026 22:57 WIB

Foto ilustrasi Youtube. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Bagi pengguna setia YouTube yang tidak berlangganan YouTube Premium, keluhan tentang durasi tayangan iklan yang semakin panjang dan frekuensi yang kian sering tentu sudah tidak asing lagi.
Belum lagi sifat iklan yang kini semakin sulit dilewati (unskippable ads) yang kerap mengganggu kenyamanan menonton. Kabar baiknya, bagi Anda yang belum siap menambah anggaran untuk biaya langganan streaming bulanan, kini muncul alternatif baru yang menarik untuk dicoba.
Perusahaan pengembang peramban yang berfokus pada privasi, DuckDuckGo, resmi memperkenalkan fitur pemblokir iklan YouTube bawaan yang memungkinkan pengguna menonton sebagian besar video secara gratis tanpa gangguan iklan, dikutip dari Tom's Guide, Kamis (9/7/2026).
Berbeda dengan metode konvensional yang mengandalkan ekstensi pihak ketiga, DuckDuckGo memilih untuk mengintegrasikan langsung teknologi pemblokiran iklan ini ke dalam sistem internal browser mereka. Langkah ini diambil menyusul kebijakan Google dalam setahun terakhir yang terus memperbarui sistem penayangan iklan mereka.
Ditambah lagi, Google Chrome mulai menghentikan dukungan terhadap teknologi ekstensi lama, yang membuat alat pemblokir iklan biasa menjadi kurang andal dan sering tidak berfungsi. DuckDuckGo, yang belakangan ini juga menjadi favorit bagi pengguna internet yang menghindari fitur AI Overviews di mesin pencari, memanfaatkan daftar filter yang dikelola oleh komunitas.
Proyek ini merupakan basis data yang sama dengan yang digunakan oleh banyak pemblokir iklan populer, namun DuckDuckGo menambahkan peningkatan kompatibilitas hasil pengembangan mandiri mereka.
Meski demikian, pihak perusahaan memberikan catatan penting terkait performa fitur baru ini.
"Fitur ini dirancang untuk memblokir iklan pada sebagian besar video YouTube, namun pengguna mungkin sesekali akan mengalami buffering, gangguan pemutaran (playback glitches), atau menemukan video yang iklannya masih muncul, karena aturan penyaringan disesuaikan dengan perubahan sistem dari YouTube," tulis perwakilan DuckDuckGo dalam keterangannya.
Peluncuran fitur ini bertepatan dengan momen di mana banyak pengguna internet aktif mencari alternatif pengganti ekstensi browser tradisional. Perubahan platform ekstensi pada Google Chrome telah memaksa banyak pengembang ad blocker merombak total cara kerja tools mereka. Di sisi lain, YouTube juga terus bereksperimen dengan metode baru untuk mendeteksi dan membatasi alat pemblokir iklan.
Bagi Anda yang sudah menggunakan DuckDuckGo browser di perangkat Anda, cara mengaktifkan fitur ini sangat mudah dan praktis tanpa perlu memasang aplikasi tambahan.
Pertama, perbarui (update) aplikasi DuckDuckGo browser Anda ke versi terbaru. Kedua, buka menu Pengaturan (Settings). Ketiga, cari dan aktifkan opsi "YouTube Ad Blocking". Keempat, lakukan restart atau buka kembali browser jika diminta oleh sistem. Terakhir, buka situs YouTube seperti biasa dan nikmati video tanpa iklan. Fitur ini sepenuhnya gratis dan dapat dinikmati tanpa perlu mendaftar atau memiliki akun YouTube Premium.
Melalui integrasi langsung ke dalam browser, DuckDuckGo berharap dapat memberikan pengalaman berselancar yang lebih sederhana bagi pengguna tanpa kerumitan instalasi ekstensi tambahan. Namun, patut diingat bahwa fitur gratis ini tidak menjamin keandalan permanen di masa mendatang.
YouTube dipastikan akan terus memperbarui sistem penayangan iklannya secara berkala. Pihak DuckDuckGo sendiri mengakui bahwa pengguna mungkin akan menghadapi kendala teknis minor selama proses pembaruan aturan filter dilakukan untuk mengejar pembaruan dari YouTube. Kompetisi teknologi ini diprediksi akan menjadi permainan "kucing dan tikus" yang terus berlanjut antara penyedia layanan pemblokir iklan dan platform YouTube.
Meskipun demikian, bagi Anda yang sudah jengah dengan frekuensi iklan YouTube yang semakin padat dan enggan merogoh kocek untuk beralih ke Premium, inovasi dari DuckDuckGo browser ini layak menjadi salah satu opsi alternatif gratis terbaik saat ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































