Haaland vs Kane di Perempat Final, Siapa yang Lebih Mematikan?

4 hours ago 1

Harianjogja.com, JOGJA— Duel sengit antara Inggris dan Norwegia di perempat final Piala Dunia 2026 akan menjadi lebih dari sekadar perebutan tiket semifinal. Laga yang digelar pada Minggu (12/7/2026) pukul 04.00 WIB ini menjelma menjadi ajang pembuktian dua mesin gol paling haus di pentas sepak bola dunia, Erling Haaland dan Harry Kane.

Bagi masyarakat awam yang mungkin hanya sesekali mengikuti kabar olahraga, pertarungan kedua bomber ini adalah cerminan bagaimana sepak bola modern sangat bergantung pada ketajaman seorang striker, dan menentukan apakah negaranya masih punya peluang berlaga di babak selanjutnya.

Meski Haaland lebih tajam dalam urusan mencetak gol, Kane tetap unggul dalam kontribusi permainan secara keseluruhan. Pada Piala Dunia kali ini, Kane telah mencatat satu assist ketika memberikan umpan kepada Jude Bellingham saat menghadapi Meksiko.

Gaya bermain Kane yang kerap turun menjemput bola membuatnya lebih aktif dalam membangun serangan dibanding Haaland. Namun, anggapan bahwa Haaland hanya berfungsi sebagai penyelesai akhir ternyata tidak sepenuhnya benar.

Dalam tiga musim terakhir bersama Manchester City, Haaland telah mencatat 24 assist di Premier League dan kompetisi Eropa. Jumlah itu hanya sedikit di bawah Kane yang membukukan 26 assist bersama Bayern Muenchen. Bahkan, sepanjang Piala Dunia 2026, Haaland justru menciptakan enam peluang bagi rekan-rekannya, lebih banyak dibanding Kane yang menghasilkan empat peluang, meski bermain hampir 100 menit lebih sedikit.

Meski demikian, statistik di level klub tetap menunjukkan Kane lebih sering terlibat dalam proses permainan. Musim lalu bersama Bayern, Kane rata-rata mencatat hampir dua kali lebih banyak sentuhan bola dibanding Haaland, menciptakan dua kali lebih banyak peluang setiap 90 menit, serta lebih sering melakukan dribel. Peta sentuhan keduanya pun memperlihatkan perbedaan yang mencolok. Kane aktif bergerak hampir di seluruh area lapangan, sedangkan sentuhan Haaland jauh lebih terkonsentrasi di dalam kotak penalti lawan.

Perbandingan antara kedua pemain ini sebenarnya sudah mengemuka sejak beberapa tahun lalu, tepatnya ketika rencana Kane meninggalkan Tottenham Hotspur untuk bergabung dengan Manchester City pada musim panas 2021 gagal terwujud.

Setahun kemudian, City justru mendatangkan Haaland yang langsung membawa klub tersebut meraih treble winners. Kala itu, Kane masih menyandang label sebagai salah satu penyerang terbaik tanpa trofi bergengsi. Namun, narasi tersebut berubah sejak kepindahannya ke Bayern Muenchen pada 2023.

Di Jerman, Kane berhasil memenangi dua gelar Bundesliga secara beruntun sekaligus dua kali meraih Sepatu Emas Eropa sebagai pencetak gol terbanyak di liga-liga Eropa. Kini, keduanya datang ke Piala Dunia sebagai ujung tombak sekaligus harapan terbesar negara masing-masing.

Jika ukuran utamanya adalah gol, maka Kane dan Haaland nyaris tidak memiliki tandingan. Hingga babak perempat final, Haaland memimpin daftar pencetak gol dengan tujuh gol, unggul satu gol atas Kane yang telah mengoleksi enam gol. Kane kembali menunjukkan kelasnya bersama Inggris.

Ia mencetak dua gol saat membawa The Three Lions bangkit mengalahkan Republik Demokratik Kongo pada babak 32 besar, kemudian menjadi penentu kemenangan lewat eksekusi penalti melawan Meksiko di babak 16 besar.

Secara keseluruhan, kapten Inggris itu kini telah mengoleksi 85 gol untuk negaranya sejak menjalani debut internasional pada 2015. Perempat final kali ini juga menjadi kesempatan Kane menghapus kenangan pahit Piala Dunia 2022 di Qatar ketika gagal mengeksekusi penalti saat Inggris disingkirkan Perancis.

Di sisi lain, Haaland tampil luar biasa dalam debutnya di Piala Dunia. Penyerang Manchester City tersebut telah mencetak tujuh gol hanya dalam empat pertandingan. Ia bahkan menjadi pencetak gol kemenangan Norwegia di seluruh laga yang dimainkannya. Haaland sempat diistirahatkan saat laga terakhir fase grup melawan Perancis karena Norwegia sudah memastikan lolos.

Ketajaman Haaland bersama timnas Norwegia bahkan lebih mencengangkan. Ia selalu mencetak gol dalam 14 pertandingan internasional terakhir Norwegia dengan total 27 gol. Secara keseluruhan, Haaland telah membukukan 62 gol hanya dalam 51 penampilan internasional atau rata-rata satu gol setiap 71 menit, sebuah catatan yang bahkan lebih impresif dibanding rasio gol sejumlah penyerang elite seperti Kane, Kylian Mbappe, maupun Lionel Messi.

BBC Sport juga membandingkan seberapa besar pengaruh kedua pemain terhadap performa tim nasional masing-masing. Ketika Kane maupun Haaland mencetak gol, Inggris dan Norwegia sama-sama memiliki peluang menang yang sangat tinggi. Namun, perbedaannya terlihat ketika keduanya gagal mencetak gol.

Persentase kemenangan Norwegia turun drastis apabila Haaland tidak mencatatkan namanya di papan skor. Timnas Norwegia hanya mampu memenangi kurang dari sepertiga pertandingan ketika Haaland gagal mencetak gol. Fakta itu terlihat jelas saat Haaland absen pada laga terakhir fase grup melawan Perancis.

Tanpa sang striker, Norwegia kalah telak 1-4. Sebaliknya, Inggris masih memiliki sejumlah pemain yang mampu menjadi pembeda. Jude Bellingham misalnya, sudah mengoleksi empat gol sepanjang turnamen dan beberapa kali menjadi penyelamat The Three Lions.

Dengan kata lain, menghentikan Haaland berarti mengurangi sebagian besar ancaman Norwegia. Namun, seperti yang telah dialami banyak lawan Manchester City dan tim nasional Norwegia, tugas tersebut jauh dari mudah.

Penampilan kedua striker itu juga menuai pujian dari sejumlah legenda sepak bola Inggris. Mantan kiper Inggris Joe Hart menyebut Haaland sebagai "monster yang luar biasa" karena tampil sangat tenang sekaligus mematikan di depan gawang. "Haaland menghilangkan semua tekanan. Dia begitu santai, menjalankan tugasnya di lapangan, dan menikmati setiap menit bermain di Piala Dunia," kata Hart.

Sementara mantan kapten Inggris Wayne Rooney menilai Haaland telah memberikan keyakinan kepada seluruh rakyat Norwegia bahwa mereka mampu melangkah jauh di turnamen ini. Rooney juga memberikan pujian kepada Kane setelah gol penentunya ke gawang Republik Demokratik Kongo.

"Itu penyelesaian yang luar biasa. Seperti penyerang hebat lainnya, dia bahkan tidak perlu melihat posisi kiper. Semua terjadi karena insting," ujar Rooney. Hart menambahkan bahwa Kane begitu percaya pada teknik menembaknya sehingga sudah tahu bola akan masuk sejak meninggalkan kakinya.

Menariknya, Kane dan Haaland baru dua kali saling berhadapan sepanjang karier mereka. Keduanya terjadi pada awal 2023 di Liga Inggris. Haaland memenangi pertemuan pertama ketika Manchester City bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk menang 4-2 atas Tottenham Hotspur. Beberapa pekan kemudian, Kane membalas dengan mencetak gol tunggal kemenangan Tottenham 1-0 atas City sekaligus menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah klub London tersebut. Kini, panggung yang jauh lebih besar menanti.

Dengan tiket semifinal Piala Dunia dipertaruhkan, duel Kane melawan Haaland dipastikan menjadi salah satu sajian paling menarik di perempat final. Bagi para penggemar sepak bola tanah air, laga ini bisa menjadi tontonan untuk melihat bagaimana strategi dua negara besar memaksimalkan peran striker bintang mereka, dan bagaimana ketergantungan pada satu pemain bisa menjadi keuntungan sekaligus risiko besar bagi sebuah tim.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |